I Miss You (Till We Meet Again Sequel)


Title : I Miss U My Friend

Cast : Kim Jaejoong, Jung Yunho

Genre : Straight, Friendship

Summarry : Aku merindukanmu temanku…

—————

ini akan jadi Yunho POV and Jeje POV

—————–

‘wait for me till we meet again’

——————

Tiga tahun. Tak terasa sudah tiga tahun kau meninggalkan tempat ini Jae. Tiga tahun kau bergulat di Seoul dan kau telah mendapatkan apa yang kau inginkan. Menjadi seorang penyanyi terkenal, Hero Jaejoong. Namja berparas cantik yang digilai banyak yeoja, ditambah suara emasmu, semua itu melengkapi kesempurnaanmu Jae. Kau benar benar hebat Jae.

Aku tersenyum kecil mengingat ketika pertama kali melihatmu di televisi sebagai penyanyi pendatang baru. Waktu itu kau sangat gugup. Kau bahkan berbicara dengan kata kata yang salah karena terlalu gugup. Malam sebelum kau tampil, kau memintaku untuk menyemangatimu dengan berkata ‘kau bisa Kim Jaejoong’ lewat telepon. Aku tertawa kecil ingat bagaimana aku memanggil semua teman teman kita dan berteriak bersama sama ‘hwaiting Kim Jaejoong’. Kau sempat terkejut karena kau tak menyangka aku akan mengajak yang lainnya untuk menyemangatimu. Tapi kemudian kau tertawa dan mengucapkan terima kasih karena kami semua mendukungmu.

Dan sekarang teman kecilku Kim Jaejoong telah menjadi seorang penyanyi tenar. Beberapa saat yang lalu bahkan kau meraih penghargaan Best Rookie of The Year mengalahkan pendatang baru lainnya. Kau hebat Jae.

Aku mendesah pelan dan menuangkan soju ke dalam gelasku yang sudah kosong. Hari ini, hari dimana kau pergi meninggalkan tempat ini. Dan aku mengenang kembali saat itu, saat dimana kita untuk pertama kalinya minum soju ini. Di bukit ini.

Jae kau tahu, aku ingin sekali berbicara denganmu tapi tampaknya itu sangat sulit sekarang. Kau disibukkan dengan jadwal showmu yang padat. Aku bisa mengerti itu Jae. Tapi terkadang tetap ada perasaan tak rela ketika kau tidak menjawab panggilanku atau manajermu yang menjawab teleponku Jae. Tapi mau bagaimana lagi.

Handphoneku bergetar di saku celanaku. Aku sangat berharap itu adalah dirimu Jae. Tapi ternyata bukan.

“yeoboseyo” aku menjawab panggilan itu.

“Yunho kau dimana? Ayo ketempatku saja, kami sedang berpesta sekarang” sayup sayup aku mendengar suara musik dari ujung sana.

“ah tapi aku sedang malas sekarang, lain kali saja ya” elakku.

“Yunho ayolah, jangan begitu” bujuk temanku lagi.

“tidak ah. Aku sangat lelah hari ini. Lain kali saja”

“yah baiklah. Tapi kalau kau berubah pikiran silakan datang kesini ok?”

“baiklah” aku tersenyum mendengar kata katanya.

Aku memandang ke layar handphoneku. Disitu foto kita berdua sedang tertawa bersama Jae. Aku mengusap layarnya, berharap aku bisa merasakan perasaan kita berdua seperti saat itu. Tertawa, tanpa ada perpisahan. Selalu bersama Jae.

Aku tertawa kecil dan terus mengusap layar handphoneku. Tanpa terasa sesuatu yang hangat mengalir di kedua pipiku. Aku tahu, itu air mataku.

Aku menangis Jae. Aku benci menangis Jae dan kau tahu itu, tapi aku benar benar tak bisa menahan air mataku. Aku terisak pelan. Apakah merindukan seorang teman benar benar bisa seperti ini? Aku menghapus air mataku, tapi tetap air mataku tak mau berhenti mengalir. Aku semakin terisak.

Jae, apa kau juga merasakan apa yang kurasakan? Apa kau merindukanku? Apa kau juga menangis ketika mengingat hal tentang kita?

Air mata ini tak mau berhenti. Aku benar benar merindukanmu. Walau terkadang kita masih bisa berkomunikasi tapi tetap itu berbeda Jae. Walau aku masih bisa mendengar suaramu tapi itu tetap tak sama Jae. Itu tak sama karena kau tak lagi disisiku. Kau tidak ada disini lagi. Aku merindukan kehadiranmu. Suara tawamu yang khas ketika kau berhasil menjahiliku. Aku rindu senyumanmu yang malu malu. Jaejoong ah, aku menangis dan tetap menangis. Merindukanmu Jae, sungguh aku merindukanmu.

Walaupun aku masih memiliki banyak teman di sini itu tidaklah sama Jae. Mereka tidak bisa menggantikan dirimu di hatiku. Tanpa dirimu di sini sungguh aku merasa ada sesuatu yang hilang dari hidupku.

Bintang bintang malam ini bersinar tidak terlalu terang. Seakan mereka tahu apa yang kurasakan sekarang Jae. Jae kapan kita akan bersama sama lagi, seperti bintang bintang itu? Aku merindukanmu Jaejoong ah. Tapi apapun yang terjadi, aku akan selalu mendukungmu Jaejoong ah.

——————

“Jaejoongie” aku melambaikan tanganku kepada para fans yang menungguku di luar gedung studio sambil tersenyum ramah kepada mereka. Lumayan lama juga aku melewati kerumunan fans ini. Walaupun terkadang terasa kesal ketika mereka menyentuhku sembarangan tapi aku tetap mencintai mereka.

Rasanya sekitar sepuluh menit aku berjalan melewati krumunan ini dan akhirnya sampai di mobil vanku. Karena sudah terlalu lelah aku langsung membanting tubuhku ke bangku penumpang. Tubuhku benar benar lelah.

“Jae ingat besok kita harus berangkat pagi pagi ke studio untuk rekaman acara Chocolate untuk promosi single terbarumu” manajer hyung berkata sambil memperhatikanku yang ada di belakangnya. Aku menganggukkankan kepalaku sebagai jawaban. Rasanya benar benar lelah dan aku bahkan menjadi malas  untuk mengeluarkan suaraku. “begitu sampai ke apartemen langsung istirahat dan jangan bermain main lagi dengan laptopmu, mengerti?” manajer hyung menasehatiku lagi. “ehm” jawabku seadanya tak perduli ia mendengarnya atau tidak.

Kupikir sekitar 30 menit aku sampai di apartemenku. Sku melempsrksn barang barangku ke sofa dan menghempaskan tubuh lelahku dengan keras ke atas sofa. Aku mendesah dan menutup kedua mataku, mencoba untuk beristirahat sebentar. Tak berapa lama aku kembali membuka kedua mataku dan memandang sekeliling ruangan. Beberapa penghargaan yang telah kuraih setelah debut terjejer rapi di atas rak. Di atasnya ada beerapa foto yang kupajang krtika aku mendapatkan penghargaan dan fotoku bersama teman temanku. Mataku terhenti ke sebuah foto yang terlihat paling lama. Ya memeng yang paling lama karena itu adalah fotoku dengan Yunho.

Foto kami ketika kami lulus dari junior high school. Aku tersenyum kecil mengingat hari dimana kami semua lulus dengan nilai yah tidak buruk. Ya kami tidak terlalu pintar. Tapi itu bukan masalah selama kami bisa lulus di atas nilai rata rata. ku mendesah lagi. Yunho sudah berapa lama ya kita tidak bertemu. 3 tahun ya? Tak kusangka sudah 3 tahun kita terpisah. Dan apa kau tahu teman aku merindukanmu, sangat merindukanmu. Aku rindu hari hari dimana kita bersama sama, pulang dari sekolah sambil bersenda gurau dengan teman teman yang lainnya. Bermain bersama sama menjahili yang lainnya. Hari hari itu sepertinya tak akan pernah kulalui lagi Yun ah. Sekarang semuanya berubah. Semuanya tak seperti yang dulu lagi Yun ah.

———————

“AAAAAAAAAHHHHHHH Jaejoongie” para fans berteriak keras setelah Jaejoong menyanyikan single terbarunya. “kamsahamnida” ia membungkukkan tubuhnya dengan senyum manisnya setia menghiasi bibir mungilnya.

“bintang tamu kita hari ini Hero Jaejoong” “kkkyyyyyyaaaaaa” para fans kembali berteriak keras setelah host acara itu Kim Jung Eun memperkenalkan bintang tamunya Hero Jaejoong. Jaejoong tersenyum lagi ke arah fansnya sambil melambaikan tangannya.

“neh Jaejoong shi silakan duduk” ia mempersilahkan Jaejoong duduk di kursi yang telah disediakan. “kamsahamnida” Jaejoong kembali mengucapkan terima kasih.

“apa kabarmu Jaejoong Shi, hari ini kau kelihatan bahagia sekali?” host acara itu bertanya dengan ramah.

“ah tentu saja bertemu dengan para fans adalah hal yang membahagiakan” jawaban Jaejoong kembali membuat para fans berteriak keras dan ia pun tertawa dengan tawa khasnya yang riang.

“nah sekarang kita kembali ke single terbarumu, I Miss You. Kudengar kau yang merencanakan MV dan mengaransemen lagu ini”

“ah iya, aku yang meminta untuk dibuatkan MV dengan konsep itu” Jaejoong menjawab malu malu.

“ya dan konsep itu sangat disukai. Dua sahabat yang bersama sama sejak kecil dan ketika keduanya beranjak dewasa salah satunya meninggalkan kampung halaman mereka itu sangat menyentuh apalagi ketika melihat apa yang satunya lakukan sebelum melepaskan sahabatnya pergi benar benar menyentuh sekali Jaejoong Shi” host acara itu memuji Jaejoong.

Jaejoong POV

Aku terdiam sebentar sebelum menjawab pertanyaanya. Kemudian aku tersenyum kecil dan memandangnya. “yah begitulah” jawabku singkat dan mencoba tersenyum lagi.

“yah kita ke pertanyaan selanjutnya, kau yang mengaransemen lagu ini?” ia bertanya lagi. Suasana studio ini hening sekali. Aku seakan akan merasa sendirian di tengah keramaian ini. mataku menerawang seluruh ruangan, memandang berpasang pasang mata yang memendangku dan menungguku untuk menjawab pertanyaan yang di ajukan untukku.

“Jaejoong Shi?” panggilannya membangunkanku dari lamunanku.

“ah mian” jawabku malu malu. “lalu bagaimana dengan pertanyaan yang tadi Jaejoong Shi?” ia bertanya lagi menunggu jawabanku dengan tidak sabar.

“ah itu” jawabku sedikit ragu “yah aku yang mengaransemen lagu itu dan menulis liriknya” jawabku datar.

“oh ya? lirik dan musiknya sangat menyentuh. Ditambah dengan MV itu benar benar membuatku ingin menangis ketika menontonnya, kalian juga begitu kan?” ia bertanya kepada para fans dan serempak mereka menjawab dengan wajah yang sedih. Aku tersenyum mendengar jawaban mereka.

“kalau aku boleh tahu, darimana ide kau membuat lagu itu dan MVnya juga?” aku menundukkan kepalaku ketika mendengar pertanyaan ini. Pertanyaan yang kuharap tak akan ada tapi itu tidak mungkin.

“itu sebenarnya adalah pengalaman pribadiku” aku menatap ke arah penonton mencoba menahan emosiku. Mereka menatapku menungguku mengucapkan kata kataku berikutnya.

“aku memiliki seorang sahabat namanya Yunho, Jung Yunho. Sejak kecil kami selalu bersama sama. Kemanapun selalu bersama sama” aku menarik napasku mencoba menenangkan hatiku. “orang yang selalu ada di sisiku ketika aku sedih ataupun senang. Seorang sahabat yang selalu setia menemaniku” aku tak bisa menahan air mataku lagi.

“adegan yang ada di MV itu adalah adegan malam sebeum keberangkatanku ke Seoul menggapai impianku”aku berkata terisak. “waktu dulu kami pernah berjanji jika kami berumur 20 tahun maka kami akan minum soju untuk pertama kalinya di bukit tempat favorit kami” aku menghapus air mata yang membasahi wajahku. Aku bisa melihat beberapa fansku yang ikut terisak.

“karena itu tak mungkin ia mengajakku ke bukit itu dan itu adalah pertama kalinya kami minum soju. aku masih ingat ia bilang jadi bintang itu enak karena tak ada perpisahan” aku menutupi mulutku. Akui tak mampu mengatakan apa apa lagi. Host acara itu segera memelukku dan berusaha menenagkanku. Ia pun ikut terisak seperti yang lainnya.

“aku merindukan sahabatku, aku sangat merindukannya. Yunho aku merindukanmu temanku” aku mengucapkan kata kata terakhir yang bisa kuucapkan sebelum aku menumpahkan kesedihanku ke dalam pelukan Kim Jung Eun yang terus memelukku.

—————

END

——————-

akhirnya selese juga ni sequelnnya……… buat yang minta sequel till we meet again komen lagi ya… agar dapat pw buat yang sequel terakhir hehehehehehe…. makasih juga karena udah suka cerita aku. Kamsahamnida chingu ^^

15 thoughts on “I Miss You (Till We Meet Again Sequel)

  1. lee hyunki berkata:

    sumpah ngena banget ni ff ,, ff tentang persahabatan tu jarang jarang ,, sekalinya ada malah biki nangis.. hiks..hiks.. ,, tapi ni ff aq akuin daebak ,, lanjut ya thor…
    #sesenggukansambilngelapingus

    • Ngena bget ya bt chingu? Mgkin krn pas nulis author lg kgn bgt sm bff author jdny yah trbwa prsaan sdri. *Hik hik kangen* ikutan lap ingus..

  2. CassiELF115 berkata:

    kyaaaa,,,,,nangis lagi deh aku. klo baca ff ttg yunho-jeje selalu sukses mengaduk-aduk emosi dan perasaanku. we miss each others, of course. dan kita lebih merindukan mereka berkumpul lagi…db5k!
    oh, ini sequel ya? belum baca sequel pertamanya, ntar ada yg t’akhir? di tunggu….
    *mau nyari yg pertama dlu*

  3. inaztcengengzcassie berkata:

    hueeeeeeeeeeeeeeee T_T
    spertinya jaejoong oppa skrang juga lagi kangen sama yunpa…
    ini ada lanjutannya gak author??
    pnasaran sama lanjutannya, kalo ada…
    hueeeeeeee T_T
    *maklumlah, inaz itu anak cengeng*

    LANJUTKAN!!!
    *ambil tisu*

  4. Author bisa banget sih bikin aku nangis?? Tanggung jawab thorr ! Sedih bgt T^T

    setuju bgt sama komen diatas aku dari inaz! Penasaran bgt ada kelanjutannya lg g?? *maksa*

    seru bgt thor tapi sedihnya minta ampun😦 *gigitbantal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s