Our Love Story [2] Chap 2


Cast : Lee Rin Na a.k.a author

Kim Jaejoong

Mey Devika a.k.a Han Chan Nie

Nicktyunjae Cassiopeia a.k.a Kim Cyeon

Genre : Straight

 

————————-

 

Rin na mendesah pelan di lobi rumah sakit. Matanya menerawang melihat langit langit yang berwarna putih.

” dasar bodoh kau lihat kan apa yang kau lakukan? Kau ini memang tidak becus menjadi seorang pengasuh. Kalau terjadi sesuatu pada Heon Nie aku tidak akan memaafkanmu” kata kata Jaejoong yang marah padanya tak dapat dilupakannya.

 

“bodoh” erang Rin Na sambil mengacak acak rambutnya.

 

Tak lama kemudian pintu keruangan dokter itu terbuka. Jaejoong keluar membawa Heon Nie yang ada di gendongannya. Ia mengucapkan terima kasih kepada dokter diikuti Heon Nie yang tersenyum manis.

 

‘syukurlah ia tak apa apa’ Rin na membatin lega seraya melihat ke arah kaki Heon Nie yang terbalut peran putih.

 

“apa kau puas?” tiba tiba Jaejoong berdiri di hadapannya. Rin Na memandangnya dengan tatapan kesal. Tapi kemudian ia mendesah lagi dan beranjak dari kursinya. “Heon Nie maafkan Unnie ya” ia mengambil Heon Nie dari gendongan Jaejoong.

 

“tidak apa apa kok unnie” Heon Nie memeluk Rin Na dengan erat.

 

“sepertinya kau memang benar aku tidak becus menjadi seorang pengasuh” kata Rin Na seraya meninggalkan Jaejoong dan membawa Heon Nie pergi.

 

“dasar” dengus Jaejoong kesal dan mengikuti Rin na yang mendahuluinya.

 

Ia terus terusan memperhatikan Rin Na yang bercanda dengan Heon Nie di depannya. Wajah tertawa keduanya membuat kekesalannya  pada Rin Na sedikit berkurang. Bahkan ia ikut tertawa ketika melihat keduanya yang teru terusan bercanda.

 

“oppa ayo cepat kita akan makan es krim. Unnie yang traktir” teriak Heon Nie membangunkannya dari dunianya.

 

“ah iya” Jaejoong segera berlari ke arah keduanya. “tak kusangka kau baik juga” olok Jaejoong. “aish itu pujian atau ejekan” jawab Rin Na sinis. “entahlah” jawab  Jaejoong seadanya dengan senyuman yang baru pertama kali dilihat Rin Na. Wajahnya bersemu merah melihat senyuman hangat Jaejoong.

 

“unnie apa kau sakit?’ tanya Heon Nie tiba tiba melihat wajah Rin Na yang memerah. Jaejoong segera mengalihkan perhatiannya pada Rin Na. ” ah ti-tidak ayo cepat” jawab Rin Na gugup dan segera meninggalkan Jaejoong yang diikuti ttatapan bingung Jaejoong.

 

——————

 

“aaaah aku kesal” Chan Nie berteriak marah. semua anak anak yang aada di panti memandangnya aneh.

 

“lihat noona yadong itu” para anak laki laki mengolok oloknya dan tertawa cekikikan.

 

“yah gendut kau bilang apa?” Chan Nie berteriak marah kepada anak laki laki yang mengatainya itu dan menatap tajam ke arahnya.

 

Tiba tiba ‘duk’ sebuah bola sepak mengenai kepala Cyeon yang sedang duduk di samping Chan Nie. “yah” ia ikut ikutan berteriak marah dan segera berdiri menatap tajam ke arah anak perempuan yang tak sengaja melemparkan bola itu kepadanya.

 

“mian unnie” yeoja kecil itu meminta maaf.

 

“dasar bodoh” Cyeon melempar bola itu kembali padanya dan mengenai kepalanya membuat yeoja kecil itu terjatuh dan segera menangis.

 

“yah apa yang kau lakukan pada adik kami?” anak anak yang lebih besar segera menolong yeoja kecil itu.

 

“itu salahnya kenapa ia melempar bola itu ke arah temanku” Chan Nie membela Cyeon yang berdiri dengan angkuhnya di samping Chan Nie.

 

“ye eun kan tidak sengaja, lagipula ia sudah minta maaf. Dasar nenek sihir kembar” mereka berteriak bersamaan dan segera berlari meninggalkan dua nenek sihir itu.

 

“‘apa?” Chan Nie dan Cyeon yang mendengarnya julukan baru mereka langsung berteriak marah dan mengejar anak anak itu.

 

“dasar anak anak kurcaci kembali kalian” dua nenek sihir itu berteriak marah dan “aaaaaaaaahhh” teriak Cyeon keras ketika ia terjatuh karena berlari menggunakan high heels. “Cyeon” Chan Nie segera menolongnya.

 

“hahahaha” anak anak itu tertawa melihat Cyeon yang terjatuh.

 

Tanpa pikir panjang Cyeon melemparkan sepatunya ke arah anak anak itu. Dengan sigap mereka menghindar dari sepatu Cyeon. Seoran anak laki laki mengambilnya dan mereka kembali berlari pergi. “hah sepatu Pradaku” Cyeon berteriak histeris. “pabo. lalu kenapa kau melemparkannya ke arah mereka?” Chan Nie berkata ketus dan melepaskan sepatunya tak mau hal yang menimpa  Cyeon terjadi padanya.

 

“cepat” Chan Nie berlari tergopoh gopoh. “aduk kakiku yang indah” Chan Nie bertriak kesakitan ketika ia menginjak kerikil kerikil kecil.

 

“Chan Nie pinjamkan aku sepatumu” Cyeon yang juga kesakitan merebut sepatu Chan Nie dan segera memakainya. “yah pabo lalu bagaimana denganku?” Chan Nie berteriak ke arah Cyeon. “nih pakai sepatuku” Cyeon melemparkan sepatunya yang tinggal sebelah kepada Chan Nie.

 

“hei kakiku ini ada dua bukan satu. Aku ini bukan alien” “iya tahu tapi sepatuku yang satunya kan ada pada kurcaci kurcaci itu” Cyeon membela diri dan segera berlari mengejar anak anak yang telah berlari jauh.

 

“kemana mereka?” Cyeon celingak celinguk ketika ia tak melihat satu anak pun di dalam ruangan yang ia masuki.

 

“kemana para kurcaci kurcaci itu?” Cyeon memandang sekelilingnya.

 

“Ah sepatuku” ia berteriak kegirangan ketika ia melihat sepatunya a i aas lemari.

Cyeon segera menarik bangku yang ada di tempat itu dan menaikinya untuk mengambil sepatunya. Cyeon tak memperhatikan sama sekali ember yang ada di samping sepatu itu. Pegangan ember itu tersangkut di sepatu dengan tali. Begitu Cyeon menarik sepatu itu ember yang berisi air itu segera membasahi tubuhnya. “aaaaaaaaaahhhh” teriak Cyeon diikuti dengan tawa anak anak di seluruh ruangan.

 

“Cyeon” Chan Nie terbelalak melihat Cyeon yang basah kuyup. “mmmppph hahahahaha” ia ikut ikutan tertawa melihat Cyeon yang kebasahan.

 

Seorang anak laki laki mengendap endap  di belakang Chan Nie. Di tangannya ia membawa seekor katak hitam yang besar. Dengan cepat ia melemparkan katak itu ke arah Chan Nie yang sedang tertawa melihat Cyeon yang menggerutu marah. Katak itu meloncat ke kepala Chan Nie. Chan Nie terdiam dari tawanya ketika merasa ada sesuatu di kepalanya. Perlahan matanya menerawang ke atas kepalanya. Cyeon yang biingung kenapa Chan Nie tiba tiba berhenti tertawa seera memperhatikan temannya itu.

 

“aaaaaaaaaaaahhhhh” teriak Chan Nie ketika ia menyadari apa yang ada di atas kepalanya. Dan sekarang adalah giliran Cyeon untuk tertawa terbahak melihat Chan Nie yang ketakutan. “kkyyyyaaa” Chan Nie tetap berteriak keras dan berlari di sekeliling ruangan diikuti tawa anak anak dan Cyeon. “aaaaahhhhh bawa katak ini pergi dariku” Chan Nie beteriak ketakutan. ia memejamkan matanya dan terus berlari dan tanpa sadar ia menabrak Cyeon yan yang sedang tertawa keras.

 

“kkyyaaaaaaa” keduanya beteriak keras dan terjatuh ke lantai. “hahahahahaha”  tawa anak anak makin keras.

 

“aduh” erang keduanya di atas lantai. “yeee kita menang melawan para nenek sihir” semua anak bersorak gembira dan berlari pergi meninggalkan Cyeon dan Chan Nie yang mengerang kesakitan di atas lantai.

 

“kurcaci kurcaci itu akan kubalas mereka nanti” Chan Nie berteriak keras.

 

“Cyeon cepat bangun” Chan Nie menarik temannya itu dari lantai.

 

“ah kepalaku sakit sekali” erang Cyeon seraya memegangi kepalanya yang sakit.

 

“cepat Cyeon” teriak Chan Nie marah dan segera berlari meninggalkan Cyeon yang masih linglung.

 

“kemana para kurcaci itu?” teriak Chan Nie marah dan berlari ke arah taman, tempat yang ia pikir para ‘kurcaci’ itu akan datangi.

 

“kemana me- kyaaaa” teriak Chan Nie ketika tanpa sengaja ia tersandung dengan kakinya sendiri.

 

Ia menutup matanya menunggu rasa sakit karena terjatuh yang akan segera menyergapnya. Tapi, rasa sakit yang ditunggunya tak pernah datang. Ia membuka sebelah matanya. Ia seoerti terbang, tubuhnya sama sekali tidak menyentuh tanah dan mengambang di udara. Sebuah tangan kekar melingkar di pinggang rampingya.

 

“gwenchanayo?” ia mendengar seseorang bertanya padanya dengan suara lembut.

 

Chan Nie memandang ke arah pemilik suara. Ia terdiam ketika melihat wajah tampan yang dihiasi senyuman hangat memandang ke arahnya. ‘tampannya’ kata Chan Nie dalam hati dan tanpa menunggu lebih lama lagi ia segera pingsan di pelukan sang penyelamat.

 

“lho kok pingsan?” laki laki itu bertanya bingung ketika melihat Chan Nie yang tiba tiba pingsan.

 

——————–

 

TBC

 

 

———————

 

chappie 2 selesai…. akhirnya…… perasaan hepi banget setelah menyiksa kedua nenek sihir itu… hohohoho, enjoy to comment……

chan nie & cyeon chappie 2nya punya kalian dah……..

30 thoughts on “Our Love Story [2] Chap 2

    • Kyaknya emg pendek sih.. Lg mumet nih otak. Di otak cm ad lnjutan ff yang lain bkn yg ini. Mkanya ceritany jadi pendek, ga’ konsen bgt…. Bgnilah kalau bnyk ff chapterred to release soon, T-T.

  1. Kim Hyun Rin (nimashinki) berkata:

    hahahaha mereka dikerjain, rasain tuh.. abisnya mereka gitu sih.. wkwkwkwk
    tapi siapa ya yg dateng itu.. jadi penasaran.. lanjutt ya eonni!!

  2. khukhukhu… i like this unnn… kesan nya berbanding terbalik sama daku yang sebenarnya… kyahahahaha… di tunggu ne lanjutannya… unnie… gomawo… semangat ne.. nulis lanjutannya… ^^

  3. H_n berkata:

    ah…pngen ikutan ngerjain…*hehe…peace chinggu.^,^v*

    uah….cpa tuh cow?aq ko jd kpikiran chun oppa n min oppa y?

  4. @H_n Klo pgen ikutan ngerjain dipersilahkan banget *dipelototin ma mey n cyeon*

    capa ya capa tu cwok, mungkin memang antara chun and min ya? ^^

  5. Loch kok pingsan? *ikutan nanya*
    Hahaha, ank kcl dlawan,qlo soal gnian mah biasa’a ank kcl slalu mnang..

    Syp tuh cwo yg bntuin chan nie??
    Ky’a rin na jd mlu2 sm jj tuh,kekeke

  6. shawolcassieVIP berkata:

    #ngakakguling2 ngahahaha, lucu bgt ! penulisan ffnya juga runtut, jadi asik bacanya (:
    waaah juteknx Rin Na uda mulai ilang ni :p aseeeek.

  7. hahaha emang ya anak kecil ada aja ide iseng nya ckck, wah itu pingsan beneran apa boongan tuh biar bisa di gendong tuh cowo cakep, siapa ya cowok itu lanjut aja deh ke part 3 nya kkkkk

  8. TriZheey2992 berkata:

    1 lgye yg dpt d’ambl dri anak2 panti kekeluarga’anx, mreka tu sling melengkapi…
    Aq ska thor critax kren…

  9. Resty berkata:

    huahahahahaha emang yah anak-anak
    klo dikasarin makin jadi tuh “kreatif”.a

    namja itu mungkinkah…. yunppa?
    penasaran, lanjut>>

  10. chunnie_man berkata:

    Siapa yang pingsan??lagian udh tau lawannya anak kecil yang msh dijailin.ngakak habis yg wktu ada tulisan noona yadong hahahaha tuh bocah keren bgt dah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s