Happiness chap 5


Title: Happiness

Cast: kim jaejoong, shim changmin, jung yunho, kim junsu, park yuchun

Genre: tentuin sendiri deh

Rating:  masih dipikirin tp chap ini ga ada nc21-nya / straight

Author :Eun Ri a.k.a chinatsu

CHPATER 1

CHAPTER 2

CHAPTER 3

CHAPTER 4

a/n: ceritanya author ngerasa amat sangat membosankan, so mian ya sebelomnya. next chap diusahain lebih dr ini mksdnya ceritanyaa ya . diusahain lebih greget. doakan sajah ok? ^^

selama membaca ^^


CHAP1 CHAP2 CHAP3 CHAP4


AUTHOR POV


Eun cha menatap dirinya sendiri di depan cermin, ia sudah berpakaian rapi pagi ini untuk pergi ke tokonya. Ia tersenyum melihat dirinya sendiri. Sementara itu yunho menatap dongsaengnya itu dari depan pintu, ia tersenyum manis melihat dongsaeng yang sangat ia sayangi. Ia bersyukur karena dulu mengikuti perkataan eun cha yang ingin kabur dari rumah yang bagai neraka itu. ia tak tau apa yang akan terjadi jika dongsaengnya itu masih berada di rumah bersama orang tuanya, pasti kehidupannya tak seperti sekarang yang penuh senyuman.


kau sudah cantik” ucapnya sambil melangkah masuk ke dalam kamar eun cha. Ia melihat dongsaengnya itu sedikit kaget saat ia mengatakannya. Yunho langsung memeluk eun cha dengan erat. Yeoja itu kembali tersentak saat oppanya memeluknya dengan tiba-tiba.


oppa” ucapnya dan membalas pelukkan yunho.


biarkan oppa-mu ini memeluk dongsaeng kesayangannya sebentar. Oppa rindu sekali memelukmu seperti ini. dulu waktu kecil kau sering memeluk oppa dan selalu mengikuti oppa kemana pun oppa pergi” yeoja itu terkekeh kecil saat oppanya mengatakan masa kecil mereka, ia mengingat jelas masa kecilnya yang selalu mengikuti kemanapun oppanya itu pergi. perlahan yunho melepaskan pelukkannya dan mencium kening adiknya itu.


sekarang dongsaeng kesayangan oppa sudah menjadi gadis manis yang selalu di kejar-kejar oleh namja tampan.” Yunho sedikit menggoda adiknya itu, ia melihat eun cha mengerucutkan bibirnya. Ia terkekeh melihat adiknya kesal.


oppa jangan menggodaku seperti itu” pinta eun cha.


ne ne. sudah sekarang bukankah waktunya kau pergi ke toko?” yeoja itu mengangguk dan mereka keluar dari kamar. Yunho dan eun cha keluar apartemen bersama-sama, yunho pun harus pergi ke butik miliknya. Saat membuka pintu apartemen yeoja itu sedikit berteriak kaget karena seseorang sudah ada di depan pintu. Yunho dan eun cha bingung dengan kedatangan yuchun pagi-pagi seperti ini.


ada apa?” tanya yunho. Yuchun menunjuk eun cha menandakan ia datang untuk yeoja itu.


heh? Aku?” namja itu mengangguk mantap


aku datang untuk mengantarmu pergi ke toko. Ayo” jawabnya.


tapi kan aku tak memintamu untuk datang menjemputku” ucap eun cha heran. Yunho memandang sahabatnya itu dengan tajam, ia melihat dari mata yuchun ada keseriusan pada adiknya tapi ia belum yakin jika tidak mendnegar langsung dari orang yang bersangkutan.


ah baiklah. aku terima tapi lain kali kau harus bertanya dulu.” Ucap eun cha. Yuchun tersenyum senang saat mendengar perkataan eun cha. Mereka bertiga berjalan menuju lift, saat di dalam lift yuchun tak henti-hentinya menatap yeoja yang ia cintai. Yunho yang melihat itu langsung menjitak kepala yuchun. ia tak suka adiknya di tatap buas oleh sahabatnya itu. namja itu meringis kesakitan saat yunho menjjitak kepalanya, ia menatap yunho kesal. Ia ingin marah namun tak bisa karena mengingat sahabatnya itu merupakan oppa dari yeoja yang ia cintai.


Yuchun membukakan pintu mobil untuk sang yeoja tercinta dengan penuh senyum. Yunho yang melihat tingkah sahabatnya tu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Namja itu melangkahkan kakinya ke mobilnya sendiri.


ya yuchun-a. jangan berbuat macam-macam pada adikku. Kutunggu di butik, ada yang harus kita bicarakan.” Ucap yunho lalu berlalu pergi meninggalkan yuchun dan eun cha. Namja itu masuk dan menjalankan mobilnya sangat pelan, ia ingin menikmati suasana berdua seperti ini di dalam mobil lebih lama. Ia terus saja melirik yeoja yang kini duduk di sampingnya.


jangan menatapku terus, fokus saja menyetir. Aku tak mau hidupku berakhir gara-gara kau.” Ucap yeoja itu yang sadar di tatap terus oleh yuchun. selama perjalanan yuchun fokus menyetir tapi terkadang ia tetap melirik eun cha.


Sampai di depan toko eun cha turun, yuchun pun ikut turun. Namja itu menghampiri eun cha dan memberikan bungkusan untuk yeoja itu. eun cha mengerutkan dahinya bingung, ia menatap ychun tak mengerti.


apa ini?” tanyanya menunjuk bungkusan dari yuchun


hadiah untukmu. Semoga kau suka, kau bukanya nanti saja. aku pergi dulu” jawab yuchun lalu pergi. yeoja itu menatap mobil yuchun yang sudah menghilang dari hadapannya. ia mendesah lalu melangkah masuk kedalam toko, ia melihat jaejoong dan karyawan lainnya sudah datang dan sedang membereskan toko agar rapi. Ia mengucapkan selamat pagi pada semua karyawannya lalu melangkah ke ruangannya. Ia duduk di sofa lalu membuka bungkusan yang yuchun berikan tadi. ia melihat sebuah kotak kecil lalu ia membukanya. Ia melihat ada sepasang anting cantik dengan desain yang unik yang sangat ia sukai. ia tersenyum senang saat melihat hadiah dari yuchun yang sangat ia suka. ia langsung memberikan pesan pada yuchun.


Gumawo yuchun-sshi atas hadiahnya, aku menyukainya ^^

Tak lama yuchun meneleponnya, ia pun mengangkatnya saat melihat id callernya.


yeoboseo yuchun-sshi” sapa eun cha


yeoboseo” balas yuchun.


kau benar-benar menyukai hadiah dariku eun cha-sshi?” tanya yuchun ragu


ne. memang kenapa?”


ah anni. Tidak apa-apa hanya saja aku tadi sedikit ragu saat aku memberikannya. Oiya nanti pulang dari toko aku jemput ya. aku kan masih ada waktu 3 hari untuk menebus ketelambatanku 3 menit kemarin” rayu yuchun


kau mulai merayuku?’ batin eun cha


bagaimana ya? aku pikir-pikir dulu ya” ucap eun cha. Yuchun malah semakin ingin merayu eun cha agar yeoja itu mau di jemput olehnya. Ia tak mau membuang kesempatan sedikit pun untuk mendapatkan hati yeoja yang ia cintai itu, yeoja yang dapat membuatnya berubah saat pertama kali melihat fotonya dan bertemu langsung.


ayolah. Tak baik seorang yeoja cantik sepertimu pulang sendirian jadi lebih baik aku mengatarmu pulang” rayu yuchun lagi. Yeoja itu terkekeh pelan mendengar rayuan namja yang tengah meneleponnya ini. namja itu terus saja mengatakan hal-hal manis agar ia mau pulang dengannya, hal itu membuat kupingnya panas.


ah baiklah. kalau begitu jemput aku jam tiga sore dan ingat aku tak mau menunggu. Kali ini jika kau terlambat satu menit aku akan pergi.” ancam eun cha


ah ne ne. aku akan datang lebih cepat. Ah sudah dulu ya, oppa-mu berteriak memanggilku. Bye” ucap yuchun lalu menutup teleponnya. Yeoja itu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil melihat ponselnya.


namja tukang rayu” gumamnya. Ia melangkah ke meja kerjanya sambil melihat-lihat dokumen tentang tokonya. Ia melihat semuanya berjalan lancar, ia mendesah lega. Lama ia diam tak melakukan apa-apa di ruangannya, perlahan ia tersenyum saat kembali mengingat masa kecilnya bersama oppanya.


FLASHBACK


oppa mau kemana? Aku ikut” teriak eun cha kecil. gadis kecil itu berlari menuju ke arah oppa-nya yang tengah memegang bola. Yunho kecil membalikkan tubuhnya melihat dongsaengnya itu berlari kecil kearahnya. Ia berkacak pinggang dan memarahi eun cha kecil


sana pulang” ucap yunho galak


tapi aku bosan oppa di rumah terus” jawab eun cha kecil


Jangan mengikuti oppa terus. Kau main saja dengan teman sebayamu, oppa mau main bola dengan teman oppa.” usir yunho yang kesal dengan dongsaengnya yang selalu mengikutinya kemanapun ia pergi. eun cha kecil pun pergi dengan mengerucutkan bibirnya tapi saat beberapa langkah ia menengok kebelakang dan melihat oppa-nya itu berjalan pergi. ia tersenyum kecil lalu kembali mengikuti oppanya dari belakang diam-diam. Saat ia melihat oppa-nya sepertinya sadar diikuti olehnya, ia buru-buru sembunyi. Ia mengintip dan melihat oppanya yang curiga. Saat dilihatnya yunho sudah pergi ia kembali mengikutinya dari belakang.


Ia melihat yunho bermain bola dari jauh, ia hampir saja berteriak senang saat oppanya itu mencetak gol. Ia ingin sekali berteriak memberi semangat pada oppanya tapi ia tak mau oppanya marah-marah lagi padanya. selama permainan berlangsung ia terus menatap oppanya yang serius bermain.


Saat permainan selesai eun cha buru-buru pergi, eun cha kecil berlari sekuat tenaga agar tak ketahuan oleh yunho jika ia masih mengikutinya. Ia pergi ketaman bermain di dekat rumahnya, ia duduk sebentar sambil mengatur napasnya yang tersengal-sengal.


semoga oppa tak tau” ucapnya sambil memegang boneka kecil yang terus ia bawa kemana-mana. Eun cha kecil melihat sekeliling taman banyak teman sebayanya yang sedang bermain. ia kembali mengingat ucapan yunho yang mengatakan jika ia harus bermain dengan teman sebayanya dan jangan mengikuti oppanya terus menerus. Eun cha kecil berjalan menuju anak-anak yang tengah bermain membangun istana pasir.


boleh aku ikut bermain?” ucapnya. Anak-anak itu menengok dan menatap eun cha kecil tak suka. mereka berdiri dan mendorong eun cha hingga terjatuh. Ia mengaduh kesakitan, ia berdiri sambil menangis. Eun cha pergi tanpa mengatakan apa-apa, ia kini duduk sambil menatap tangan dan kakinya yang luka akibat terjatuh tadi.


sakiiit” ucapnya meringis kesakitan. Eun cha tak mengetahui jika oppanya tak sengaja melihat semua kejadian tadi. yunho kecil menatap adiknya dari jauh dengan diam. Tak lama ia melihat adiknya itu melangkah pergi dari taman. Ia mengukuti adiknya yang ternyata pulang ke rumah. Yunho kecil masuk setelah beberapa menit adiknya masuk.


Saat masuk ia melihat adiknya tengah duduk sambil membaca komik kesukaannya. Ia melangkah mendekati dongsaengnya itu. ia menatap eun cha kecil yang sepertinya asik membaca.


kenapa tangan dan kakimu?” ucap yunho datar namun penasaran dengan jawaban adiknya. Eun cha kecil sedikit tersentak saat yunho menanyakannya. Ia menatap oppanya itu dan tersenyum kecil.


aku ceroboh oppa tadi saat bermain dengan teman-teman di taman aku berlari dan terjatuh” jawabnya. Yunho tak menyangka jika adik kecilnya ini akan berbohong padanya. ia pergi ke kamar meninggalkan adiknya. Eun cha kecil yang melihat oppanya sepertinya marah langsung pergi ke dapur, ia meminta bantuan pembantu untuk membantunya membuat kue untuk oppanya. Ia dengan tangan kecilnya semangat membuat kue, ia sangat senang membuat kue. Ya eun cha kecil sangat senang membuat kue walaupun umurnya masih 7 tahun tapi kue buatannya cukup enak.


Umurnya dan umur yunho terpaut 4 tahun, mungkin itu yang membuat yunho tak dekat dengan eun cha kecil. yunho duduk bersandar di atas ranjangnya sambil memikirkan adiknya yang selalu membuatnya kesal. Ia tak mengerti kenapa adiknya berbohong seperti itu. ia pun menjadi berpikir mengapa adiknya selalu mengatakan tak betah di rumah jika hari sudah menjelang sore dan selalu di saat ia akan pergi bermain.


kenapa ya?” gumamnya pelan lalu tak lama ia mendengar suara ketukan pintu kamarnya.


masuk” ucapnya. Ia melihat adiknya masuk membawa kue. Eun cha menaruh kue itu di meja samping.


ini untuk oppa” yunho kecil mengerutkan dahinya


kupikir tadi oppa marah padaku karena aku selalu mengikuti oppa. aku membuatkannya sebagai tanda permintaan maafku. Aku berjanji tak akan mengganggu oppa lagi, permisi” ucap eun cha sambil menunduk lalu pergi.


sepertinya oppa sekarang yang akan mengikutimu” gumam yunho. Ia sangat penasaran dengan adiknya itu.


***


Besoknya saat menjelang sore yunho kecil segera pergi dari rumahnya. Ia bersembunyi di sela-sela pohon yang ada tak jauh dari rumahnya. Ia ingin tau kegiatan adiknya jika sore hari. Ia melihat eun cha kecil keluar rumah dan pergi. yunho mengikutinya dari belakang, langkahnya terhenti saat melihat adiknya duduk di taman bermain. ia menatap eun cha yang tengah duduk sendirian tanpa ada yang mengajaknya bermain, anak-anak yang ada di taman malah menjauhinya dan ada pula yang pulang setelah melihat adiknya datang. yunho tak melihat eun cha melakukan apapun selain diam di ayunan sambil memegang boneka.


Yunho melihat adiknya berdiri dan melangkah keluar taman, ia tetap mengikutinya dari belakang. Selama mengikuti adiknya itu ia tak melihat ada senyuman yang selama ini ia lihat jika adiknya itu mengikutinya. Sampai di rumah pun eun cha kecil ia lihat langsung masuk kamar.


Selama 2 hari ini yunho selalu mengikuti adiknya dan yang ia lihat selalu sama, duduk di ayunan sampai jam 5 sore lalu pulang. Hari ini ia memutuskan untuk tidak keluar rumah, ia akan mengunci dirinya dikamar agar ia tau alasan mengapa adiknya itu selalu tak betah di rumah jika menjelang sore. Tak lama ia mendnegar langkah kaki yang ia perkirakan adiknya itu.


Beberapa menit ia menunggu sampai ia merasa bosan, yunho keluar kamar. Ia melangkahkan kakinya menuju tangga, saat ia sedang turun tangga ia mendengar orang tuanya bertengkar hebat di ruang perpustakaan. Ia sedikit kaget saat melihatnya dari celah pintu yang tidak tertutup rapat. Ia tak pernah melihat sekali pun orang tuanya bertengkar selama ini.


tuan kecil” ucap salah seorang pembantu rumahnya kaget. Yunho pun menengok kearah pembantu itu yang tengah menghampirinya.


tuan kenapa masih ada di sini? Tidak pergi bermain?” ucap pembantu itu lembut.


apa ini sering terjadi?” tanya yunho. Ia melihat pembantu itu terdiam


jawablah. Aku ingin tau, aku memang masih kecil tapi aku berhak tau apa yang terjadi” ucap yunho.


ne, tuan kecil ini sering terjadi menjelang sore hari di saat tuan besar dan nyonya pulang dari kantor. Ah apakah nona kecil disini?” tanyanya. Yunho mengerutkan dahinya


nona kecil pernah beberapa kali mendengar orang tua tuan bertengkar. Karena saya tak tega melihat nona terus menangis jadi saya menyuruhnya pergi bermain atau melihat tuan bermain bola. Saya menyuruhnya jika menjelang sore saja tuan. Jika tuan disini nona kecil dimana?” yunho melihat wajah pembantunya yang baru bekerja satu bulan di rumahnya itu cemas memikirkan adiknya. Ia sangat tak menyangka dengan apa yang baru saja ia dengar, adiknya telah beberapa kali mendengar pertengkaran yang baru pertama kali ia lihat ini.


eun cha ada di taman” jawab yunho.


aku akan menyusulnya” ia pun pergi tanpa berkata-kata lagi. Selama perjalanan menuju taman ia ingin sekali memeluk adiknya itu. ia merasa bersalah pada adiknya karena ia selalu mengusir eun cha jika adiknya itu mengikutinya bermain. ia sekarang tau mengapa adiknya itu selalu mengikutinya bermain.


kenapa kau tak bilang saja jika kau kesepian tak mempunyai teman dan ketakutan karena orang tua kita selalu bertengkar?” ucap yunho hampir menangis


mianhae eun cha-a” gumamnya pelan.


oppaaaaaa….” Teriak seseorang. Ia mendongakkan kepalanya dan melihat adiknya tengah berlari kearahnya, ia pun tersenyum menyambut adiknya. tapi ia bingung mengapa wajah adiknya itu terlihat cemas.


awas…” eun cha mendorong tubuhnya hingga terjatuh. Yunho mengaduh kesakitan


yaaaaaa!!!! Kau kenapa men…” perkataan yunho kecil terhenti saat ia melihat adiknya tertimbun 2 buah tangga besar yang tengah di pakai oleh beberapa pekerja yang sedang membetulkan lampu jalan. Ia menghampiri adiknya yang tak sadarkan diri dengan berlumuran darah di kepala dan tubuh kecil adiknya itu. yunho berteriak memanggil-manggil adiknya tapi adiknya tak juga sadar.


***


Di rumah sakit yunho terus saja duduk di samping ranjang adiknya yang kini masih tak sadarkan diri. Ia menggenggam tangan adiknya dan berdoa agar adiknya itu cepat sadar.


engghh” yunho mendongakkan kepalanya saat mendengar lenguhan itu. ia tersenyum saat melihat adiknya sadar. Ia melihat adiknya ikut tersenyum saat melihatnya.


oppa tidak apa-apa?” tanya eun cha kecil. yunho menangis melihat adiknya.


bodoh. Harusnya oppa yang bertanya seperti itu.” gadis kecil itu tersenyum.


aku tak apa-apa oppa. oppa jangan menangis, oppa jelek jika menangis. Oppa tak apa-apa kan?” tanyanya lagi


ne, oppa baik-baik saja. kau sedang sakit masih saja bisa meledek oppa.” jawab yunho kesal namun senang


oppa tak marah lagi padaku?” yunho dengan cepat menggelengkan kepalanya. Eun cha kecil tersenyum senang saat melihat jawaban oppanya itu.


mulai sekarang oppa akan menjagamu dan kau harus terus berada di samping oppa. kau harus ikut saat oppa bermain dan berteriak memberi semangat untuk oppa ya?” eun cha terdiam mendengar perkataan yunho oppanya. ia tak yakin jika oppanya itu benar-benar mengatakan apa yang ia dengar tadi. yunho tersenyum melihat adiknya terdiam dan bengong menatapnya. Ia menggenggam tangan adiknya


mianhae eun cha-a selama ini oppa jahat padamu.” Eun cha kecil langsung menggelengkan kepalanya dan tersenyum


oppa tidak jahat. Oppa eun cha itu baik. Aku sayang oppa, oppa yang terbaik” ucapnya membuat yunho menangis dan memeluk adik kecilnya itu.


Sejak saat itu yunho benar-benar menjaga adiknya, ia tak membiarkan siapapun menyakiti adiknya. Ia selalu pergi bersama adiknya kemanapun ia pergi, ia senang mempunyai adik seperti eun cha yang ternyata baru ia sadari jika adiknya itu amat sangat menyayanginya.

END OF FLASBACK


Eun cha tersenyum mengingat kembali masa lalunya yang membuatnya bisa dekat dengan yunho oppanya itu. ia langsung mengambil ponselnya dan menelepon yunho.


oppaaaaaaa” teriaknya manja. Yunho yang menerima telepon langsung mengerutkan dahinya.


tumben sekali kau manja seperti itu. ada apa?” eun cha berdecak kesal


oppa, aku ini sedang merindukanmu kenapa malah bertanya ada apa.” yunho terkekeh mendengar jawaban adiknya itu. ia merasa jika sifat manja adiknya itu sedang kambuh.


mian mian. Habis tak biasanya kau bersuara manja seperti itu. kudengar  yuchun akan menjemputmu pulang nanti sore. Tumben kau mau menerima ajakannya.” Yeoja itu menghela napas panjang


namja itu selalu merayuku oppa agar aku mau di jemput olehnya. Kupingku panas mendengarnya jadi aku terima saja. oppa nanti kita makan malam bersama ya? aku akan membuatkan masakan kesukaan oppa. sudah cukup lama kita tak makan malam bersama sejak membuka bisnis. Mau ya oppa?” ucap eun cha riang.


ne, baiklah dongsaengku sayang kita akan makan malam bersama. Oppa pulang jam 8 malam” tak lama eun cha menutup teleponnya. Ia melihat jam di tangannya, ia membelalakkan matanya tak percaya.


gara-gara melamun waktu jadi berlalu begitu cepat. Sudah jam 2 saja” gumamnya. Ia mengambil tas kecilnya dan turun menuju dapur. Saat ia akan melangkah ke dapur ia melihat di depan tokonya sudah ada yuchun menunggunya.


tumben” gumamnya. Ia melangkahkan kakinya kedapur dan mengatakan pada semua karyawan jika ia akan pulang terlebih dahulu. Ia melihat jaejoong tersenyum-senyum sendiri tak memperhatikannya.


ya jaejoong-a. sepertinya kau sudah mendapatkan gadis itu ya?” ucapnya setengah berteriak. Jaejoong tersentak dan melihat eun cha di depan pintu dapur, ia tersenyum kecil.


sepertinya benar ucapanku barusan”


anni belum-belum” jawab jaejoong gugup. Eun cha tersenyum lalu berpamitan pergi.


Ia keluar toko dan melihat yuchun tengah duduk di dalam mobil menunggunya. Yuchun segera keluar saat ia melihat yeoja pujaannya sudah keluar dari toko kecilnya. Ia tersenyum dan menghampiri yeoja itu.


tumben” ucap yeoja itu padanya.


aku tak mau kau menunggu lagi. Kau benci menunggu kan? jadi aku datang lebih cepat setelah pekerjaanku selesai semua. pergi sekarang?” yuchun membuka pintu mobil untuk eun cha. Yeoja itu pun masuk tanpa banyak berkata-kata. Yuchun pun masuk dan menjalankan mobilnya.


mau langsung pulang?” tanyanya dan ia berharap dalam hati jika jawabannya tidak. Eun cha yang tadi menatap keluar jendela kini menatap yuchun.


memangnya jika aku jawab tidak kau mau mengajakku kemana?” tanyanya datar


aku jujur tidak tau tapi aku akan mengantarmu kemanapun kau mau.” Jawab yuchun sambil mengembangkan senyumannya.


ahhh baiklah. aku memang tak ingin pulang secepat ini. bisa mengantarku ke sungai han?” yuchun tersenyum senang karena ia bisa lebih lama berada di dekat yeoja manis di sebelahnya ini.


Saat sampai di sungai han, eun cha langsung duduk dan memandang sungai han yang tampak indah. Yuchun pun duduk di sebelah eun cha, namja itu tak memandang sungai han tapi memandang yeoja di sampingnya ini. jantungnya berdetak sangat cepat saat menatap eun cha di dekat.


saranghae eun cha-a. aku akan membuktikan padamu jika aku tak main-main seperti pada yeoja lainnya. Aku sudah berubah dan hanya untukmu aku berubah’ batinnya


YUCHUN POV


Aku terus memandangnya, hembusan angin yang menerpa wajah dan rambutnya tak menghilangkan kesan manis dan cantik dari dirinya. Aku benar-benar jatuh cinta pada yeoja di sampingku ini, yeoja manis, cantik dan imut. Ia pun tak seperti yeoja lainnya yang selalu bermanja-manja, ia yang kutau seorang yeoja yang bekerja keras namun tetap lembut. Aku sangat ingin memilikinya menjadi milikku seorang sampai akhir hayatku. Aku tak bosan-bosannya menatapnya sejak tadi, ia pun sepertinya tak sadar jika aku menatapnya.


yuchun-sshi, boleh aku bertanya padamu?” tanyanya tiba-tiba membuatku kaget


tanya apa?” jawabku tanpa mengalihkan pandanganku


kau sudah lama bersahabat dengan oppa kan?” tanyanya membuatku bingung


ne aku sudah lama bersahabat dengan yunho. Memang kenapa?” ia menatapku membuat jantungku semakin berdetak sangat cepat.


aku sepertinya belum pernah melihat oppa pergi bersama seorang gadis. Jangan katakan jika oppaku itu seorang gay dan kalian saling menyukai? Apa jangan-jangan kau selama ini mendekatiku karena ingin membujukku agar merestui kalian? jika kuingat-ingat kalian sangat dekat” ucapnya membuatku terdiam tak menjawab pertanyaannya.


Tentu saja tidak. Kau jangan berpikir yang tidak-tidak mengenai yunho. Dia itu namja normal, dia memang sedikit sulit mendapatkan seorang yeojachingu karena ia tak terlalu fokus dengan itu.” jawabku sambil tertawa. Kulihat ia menghela napas lega.


kau sepertinya sangat mengkhawatirkan yunho”


tentu saja dia kan oppa-ku. Aku ingin sekali malam cepat datang agar yunho oppa cepat pulang. Seharian ini aku merindukannya.” Jawabnya. Aku tersenyum mendengar jawabannya, terlihat sekali ia sangat menyayangi yunho. Kulihat ia melirik jam di tangannya. Ia memintaku untuk pergi ke swalayan untuk berbelanja kebutuhannya dan yunho. Aku pun mengangguk dan mengantarkannya.


Saat sampai di swalayan aku pun ikut masuk. Aku terus mengikutinya sambil membawa keranjang dorong. Aku melihatnya begitu cekatan memilih bahan-bahan makanan dan barang-barang lainnya yang di butuhkan. Aku merasa menjadi seorang suami yang sedang mengantarkan sang istri berbelanja kebutuhan rumah tangga. Aku terus tersenyum saat mengantarnya berkeliling swalayan membeli apa yang ia butuhkan.


Setelah selesai kami pun menuju kasir, ajumma yang menjaga kasir itu menatapku dan juga eun cha bergantian. Tak lama ia tersenyum pada kami membuatku dan eun cha bertatapan bingung.


kalian sepasang suami istri yang sangat cocok. Kau suami yang baik ya mau mengantarkan istrimu berbelanja. Jarang-jarang ada suami sepertimu” ucap ajumma itu. aku tersenyum dan mengangguk. Eun cha kulihat wajahnya memerah.


kami bukan sepasang suami istri, ajumma” ucapnya. Ajumma itu kaget mendengarnya


wah mianhae. Kukira kalian suami istri.” Ajumma itu meminta maaf. Tak lama setelah membayarnya aku membantunya membawa semua belanjaannya tapi ia menolak. Saat keluar swalayan seseorang berteriak memanggil nama yeoja yang kucintai. Kulihat yeoja itu tersenyum amat manis pada orang itu.


TBC


Huaaaaa mian kepanjangan 17 halaman ms word >__<

Masih penasaran kyk apa cara pedekate changmin ke eun cha? Kita liat aja next chapnya yah.  Next chap kyknya bakal waktunya untuk changmin beraksi.wkwkwkwkw

Komen-komen cos nanti bakal di protect kyk biasanya ^^

29 thoughts on “Happiness chap 5

  1. kei berkata:

    ckckck
    ternyata eun cha punya masa lalu yang buruk ya..
    pantes aja ampe mou bunuh diri..
    untung aja gak gila karna depresi..

    chun udah mulai beraksi nih…
    changmin,, tunjukkan jurus andalanmu, haha
    eh,, btw..
    yang manggil eun cha itu sapa??

  2. Syp tuh yg triak manggil euncha??
    Wkwk, pertanyaan euncha lucu bngt sh,dkrain mau tny apa ke yuchun XDDD

    Ksian euncha ,, ternyata ms kclnya menyedihkn bhkn sampe dy besar pun msh sering ngedgr ortunya bertengkar..
    Gmn kbr ortunya tuh smenjak yunho sm euncha pergi ??

  3. TriaJJcassie berkata:

    Yang manggil itu Changmin oppa ya? Soalnya eon bilng next part wktunya CM oppa yg beraksi…
    Skrng aku ngrti knpa pas d awal eun cha mau bnh diri, trnyta sjk kecil eun cha sring dgr kedua ortu nya brtengkr…
    Eon jd next part dah mau d protect ya? Ntar aku minta PW nya ea….d tunggu lnjutnnya

  4. H_n berkata:

    yg manggil min oppa y?
    Onn,main castny bkan jae oppa y?kykny eun cha bkal jd ma min oppa tw chun oppa.

    Onn,stu hal yg bkn aq kcewa.ffny kependekan….pendek bgt mlah.pdahal aq kn pnasarn bgt…

    • main castnya masih dipikirin *digampar*
      skrng ada 2 namja tar liat aja nextnya apakah jeje berpaling ke eun cha?
      emang sengaja bikin pendek soalnya komennya semakin lama semakin dikit

  5. Asri berkata:

    Wah, yg manggil minnie ya??? wah chunnie n minnie saingan…… siapakah pmenangnya???
    ato ada pnantang bru (Jaepa)????hem makin pnasaran aja nh….

  6. terharu aku eonn pas bagian flashback hampir nangis ckck, nyentuh banget si haha

    aku masih belom bisa nebak nih nanti si eun cha akhirnya ama siapa, ah aku mau punya oppa kaya yunho wkwk

    lanjut ah ke chap 6 nya hehe

  7. soomin berkata:

    sweeettt~ pengen punya kaka cowo kaya yunho deh jadinya, perhatian, baik u.u
    Jadi jae ga suka euncha kan? Euncha juga ga suka sama jae ya?? Btw, itu ortunya di amrik, apa ga ada nyariin anaknya gitu atau apalah?? Jahat amat ya!!

    Oke, lanjut chap 6 deh😀

  8. shaakimchi berkata:

    admin hebaaaat !
    Aku nangis pas baca masa kecil uno+eun cha..terharu lah sumpah..
    Aku bener2 masuk ke ff ini..maksudnya kebawa..
    Semangat yaaa..
    Aku mau baca yg slanjutnya..🙂

  9. linasuhadi berkata:

    Wah euncha d sngka sepasang suami istri apa uchun..aigo..iri bgt..ohya min oppa apa kabarnya..kok ga ada..

  10. haajeyong berkata:

    Daebak ff eon… Pnasaran gmna cra pdkt.a minnie…euncha milih cpa ya… Terharu bca msa lalu.a euncha…sapa eang manggil euncha ? Minniekah ?

  11. Novia_Cutecassieast "Vie_yunhotic" berkata:

    Nampak’a uchun serius nich bua dptin eun chan. .

    Ouh ternya gitu yah masalalu eun chan ama yunpa..

    Next dch penasaran..ah masalalu eun chan ama yunpa..

    Next dch penasaran..

  12. putrimays berkata:

    wahwah..

    Yoochun perhatian banget ama eun cha…
    sampe ngasi hadiah segala lagi..

    oh.. jadi ada kejadian yang gak ngenakin ya pas waktu yunho ama eun cha masi kecil..

    sedih pas baca flashbacknya..

    NICE FF ONNIE

  13. ng… onn, aq mw sdkt ngasih kritik boleh?
    koq ada 1 paragraf yg kata awalnya “Ia” semua y? aq bcanya rada aneh tuh. hehe..
    mian y klo sok tau. *peace

    aq penasaran deh onn sama euncha, dy tuh jdnya bakalan suka chunnie apa minnie? chunnie agresif bgt tuh. shrusnya dy udh lgsung blng suka kyk minnie biar jelas mksdnya gtu. *reders bawel -_-“

  14. Boom Park Boom Boom berkata:

    Siapa tu yg manggil eun cha ?
    Suka ma flashback euncha ma yunho kecil jd inget wkt kecil ma unnie aku xlo mau ikut maen pasti ga boleh #curcol

  15. lovejj berkata:

    Wah wah, mulai ni konfliknya…
    Sepertinya yoeja dri masa lalu yuchun dtg…
    Gimana tanggapan eun chan ya..
    Apa dy mulai ada rasa sama yuchun…

    Trus jj oppa dah jadian atw blon sih thor??
    Dibuat ceritanya donk….
    *pdhl ff nya dah tamat dri tahun berapa..
    Kebawa ceritanya sih…

  16. hannysally berkata:

    Siapakah yang memanggil eun cha ?
    Yeoja atau namja ?
    *penasaran,,,🙂
    Lanjut, chap 6 #semoga aja engga diproteksi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s