Till We Meet Again


Cast  :  Kim Jaejoong a.k.a Mandy Lee a.k.a author

Jung Yunho a.k.a Francesc my friend

Summary : Ketika mimpi yang ku impikan sejak lama datang menghampiriku aku akan menggapainya, walaupun itu berarti aku meninggalkan semuanya.

Author : Mandy Lee

———

Hai readers new author here. Mandy Lee imnida. Ini cerita terinspirasi dari apa yang sekarang aku jalani. Nah nyok ayo baca.

———–

Jaejoong POV

Aku berlari di jalan kecil menuju rumahku dengan senyuman menghiasi wajahku. Di tanganku aku memegang sebuah amplop kuning yang telah kurobek bagian atasnya. Amplop itu baru saja kuambil dari kantor pos yang berada tak jauh dari rumahku.


“umma” aku berteriak senang memanggil ummaku yang sudah pasti ada di dapur. Aku berlari ke arah dapur.

“umma” aku berlari memeluknya yang sedang memasak makanan. Aku memutar mutar tubuhnya dengan antusias.

“ya yah Jae ada apa ini?” ia bertanya dan tertawa bersamaku.

“lihat ini umma” aku memberikannya amplop yang sejak tadi kupegang.

Ia mengernyitkan keningnya dan memberikanku tatapan ‘apa ini’.  “buka saja” aku masih setia dengan wajah bahagiaku.

Ia membuka amplop itu dan matanya membelalak tak percaya. “kau berhasil Joongie” ia memelukku dengan erat. Aku tertawa dalam pelukannya. “kau berhasil Joongie” ia menempelkan kedua telapak tangannya ke wajahku.

“apa kau sudah memberitahu Yunho?” umma bertanya dengan senyumannya yang masih mengembang di wajahnya.

“belum” aku menggelengkan kepalaku.

“beritahulah dia. Dia adalah orang pertama yang harus tahu. Kau tahu kan ia yang selama ini membantumu”

Aku mengganggukkan kepalaku cepat dan segera berlari meninggalkan ummaku. Melangkahkan kakiku dengan cepat menuju tempat di mana si bodoh itu selalu berada. Di padang rumput di atas bukit, tempatku dan dia biasa menghabiskan waktu senggang kami.

Aku memandang kesekeliling tempat itu dengan napas yang tersengal karena berlari. Ah, disana dia si bodoh itu sedang berbaring dengan malasnya. Aku segera berlari ke arahnya.

“Yunho” aku segera menjatuhkan tubuhku diatasnya.

“yah Kim Jaejoong” ia berteriak kaget sekaligus kesakitan.

Aku tertawa keras sambil beranjak lagi dari tubuhnya. Aku berlari seperti orang gila mengitari tubuhnya seperti seorang kanibal yang mendapatkan mangsanya.

“yah kau ini kenapa?” ia segera membangunkan tubuhnya dan mengerang kesakitan karena kududuki tadi.

“aku berhasil” aku berteriak senang.

“apanya?” ia bertanya datar.

“audisi itu aku berhasil” aku memeluk tubuhnya dengan erat.

“chincha?” ia membawa wajahku ke arahnya menatap mata coklatnya.

“apa aku seperti berbohong?” aku kembalimemeluknya.

“hahaha akhirnya aku punya teman seorang artis” ia berteriak kegirangan.

“ya dan mereka ingin aku segera ke Seoul” aku berkata tetap dengan nada bahagiaku.

Ia segera melepaskan pelukan itu dan menatapku tajam. “apa?” tanyaku.

“segera ke Seoul?” ia mengulangi kalimatku. “ya” aku menganggukkan kepalaku.

Ia terdiam dan menghadap ke rumput yang berada di bawah kami. “kenapa?” tanyaku bingung.

“ah tidak” ia menggelengkan kepalanya dan kembali ter senyum ke arahku.

Aku kembali memeluk sahabat baikku itu. Aku tertawa dan tertawa, tanpa memperhatikan lagi wajah lain yang ada di dekatku

———

Aku memandang kearah langit malam di atas kepalaku. Raut bahagiaku masih terlihat jelas di setiap sisi wajahku. Binang bintang di langit seolah ikut tertawa bersamaku dengan kerlipnya yang indah. Aku bersenandung kecil, mengingat bagaimana aku berlatih menyanyi ditemani Yunho. Bagaimana ia mengataiku ketika ia merasa nyanyianku terdengar jelek di telinganya. Kenangan kenangan itu mengisi malamku ini. Tak kusangka cepat yang manajemen itu maksudkan adalah besok aku harus segera berangkat ke Seoul. Mereka telah menyiapkan tiket keberangkatanku.

Besok. Besok aku meninggalkan tempat ini dan pergi ke Seoul. Besok aku melangkah lebih dekat ke mimpiku. Menjadi seorang penyanyi terkenal. Besok aku akan meninggalkan semuanya. Senyum di wajahku tiba tiba pudar.

Meniggalkan semuanya? Itu  berarti umma, appa, teman temanku, Yunho. Aku baru menyadari hal itu. Meninggalkan semuanya untuk menggapai mimpiku. Air mata mengalir di wajahku. Aku terisak pelan.

Apakah untuk menggapai mimpi aku memang harus meniggalkan semuanya? Kenapa akuharus meninggalkan semuanya untuk menggapai mimpi? Apakah memang harus begini?

Aku menghapus air mataku ketika aku mendengarlangkah kaki mendekatiku. Aku membalikkan wajahku dan tersenyum pada umma dan appa di belakangku.

“appa bangga padamu Jae” appa berkata padaku.

Tanpa menunggu lebih lama lagi aku segera memeluk appaku dan menangis didalam pelukannya. Umma mengelus kepalaku dengan lembut. Aku tahu ia juga pasti meneteskan air matanya.

“kau harus jaga dirimu baik baik ya Jae” appa berkata dengan suara bergetar menahan emosinya.

“ne” aku menjawab pelan dan tetap terisak.

“kau harus sering menelpon ya Jae” umma berkata dengan suara tertahan.

Aku memandang kearah umma dan segera memeluknya. “umma” aku terisak pelan.

“o ya Jae, Yunho menunggumu di luar” appa berkata sambil menghapus air matannya.

Aku melepaskan pelukanku pada umma. “Yunho” aku memandang appa.

“ya ia sepertinya ingin mengajakmu keluar. Temuilah dia” appa menepuk pundakku.

Aku menghapus sisasisa air mataku dan tersenyum kepada kedua orang tuaku sebelum aku berlari ke arah luar menemui Yunho.

“Yunho” aku menyebut namanya. Ia berbalik memandanggku dan tersenyum memperlihatkan deretan gigi putihnya.

“ayo Jae” ia menarik tanganku dan mengajakku berlari.

Kami menuju ke arah padang rumput itu lagi. Di tempat paling tinggi kami berdiri dengan napas yang tersengal.

“ki- kita mau apa kesini?” kataku masih tersengal.

Sambil tertawa ia menunjuk ke arah sebotol soju di atas rumput dengan dua gelas kosong. “soju?” aku menatapnya keheranan.

“ya. Kau ingat kan kita berjanji untuk menikmati soju bersama untuk pertama kalinya ketika kita berusia 20 tahun?” ia tersenyum kecil.

Ya aku ingat janji itu. “lalu kita menghabiskan malam bersama megobrol tentang apa saja” ia melanjutkan lagi.

Aku mengangguk lagi. Ya, aku masih mengingatnya, janji itu. “dan sepertinya kalau kita menunggu saat itu datang itu tidak mungkin sekarang” ia tertawa kecil. Ya itu sepertinya memang tidak akan terjadi, karena besok aku sudah harus pergi dan tidak tahu kapan aku bisa kembali.

“karena itu maukah sekarang kita menepati janji itu” ia bertanya sambil melihat ke arah bintng di atas kami. Aku tahu kau sedang menyembunyikan rasa sedihmu. Kenapa kau selalu menyimpannya sendiri bodoh.

“ayo” ia duduk di atas rumput dan mengambil soju. Ia membuka tutupnya dan menuangkan soju ke dalam gelas gelas kosong itu. “ayo duduk” ia menepuk rumput di sampingnya.

Aku segera duduk dan mengambil gelas yang ia sodorkan padaku. Ia meminum soju itu dalam satu tegukan. Aku memperhatikan wajahnya yang langsung memerah. Aku tertawa melihat ia yang menjulurkan lidahnya. “aish rasanya sedikit pahit dan tenggorokanku serasa terbakar” ia menggerutu.

“lihat aku” kataku penuh percaya diri dan meminum soju itu sekaligus seperti yang baru saja Yunho lakukan.

“hahahahaha” aku tertawa keras. “panas sekali. Tapi kenapa orang orang suka sekali minum minuman ini” aku tetap tertawa.

Yunho ikut ikutan tertawa. Kami menghabiskan minuman itu dengan cepat. Kepalaku sedikit pusing tapi aku merasa senang. Kami terdiam memandang ke langit.

“Jae” Yunho memanggilku. “eh” aku menjawab pelan.

“enak ya jadi bintang” katanya dengan senyum yang manis.

“apanya yang enak?” tanyaku aneh.

“tentu saja enak. Setiap malam muncul bersama sama. Tak pernah berpisah” ia terdiam.

Sekarang aku mengerti. Ya ketika kau menjadi bintang memang tak ada perpisahan. Kemana mana selalu bersama sama.

Tak terasa air mata mengalir membasahi wajahku lagi. “mian Yunho” aku berkata terisak.

“eh kenapa kau menangis? Lalu untuk apa minta maaf?” ia terkejut melihatku menangis.

“aku akan meninggalkan semuanya besok” “tapi kau akan kembali kan?” ia memotong kata kataku.

Aku mengangguk.”ya aku pasti akan kembali” aku tersenyum ke arahnya.

“ya aku tahu itu. Kau memang harus kembali, karena di sini adalah rumahmu. Ingat itu baik baik, apapun yang terjadi kami semua akan selalu menerimamu dengan tangan terbuka. Karena itulah keluarga”

“aku akan kembali sebagai Kim Jaejoong seorang penyanyi. Tunggu aku ya” aku memeluknya dan menangis dalam pelukannya. “ya aku pasti menunggumu temanku.”

—————–

“Jae ingat kau harus jaga kesehatanmu ya” umma membenarkan letak jaketku.

“jaga dirimu baik baik ya Jae” appa menepuk pundakku.

Aku menanggukdengan senyuman untuk memberitahukan mereka dengan senyumanku aku akan baik baik saja.

Yunho tersenyum kearahku. Ia berdiri di belakang kedua orang tuaku. Aku membalas senyumannya.

“ingat janjimu. Jadilah penyanyi sukses, dan pulanglah sebagai Kim Jaejoong si penyanyi sukses” ia memeluk tubuhku.

“ya pasti” kami berpelukan erat.

Tak lama kemudian suara dispeaker memberitahukan kalau pesawat yang akan membawaku ke Seoul akan segera berangkat. Aku berjalan memasuki tempat ruang tunggu pesawat. Sebelum tubuhku benar benar masuk aku kembali menatap mereka.

‘tunggulah sampai kita bertemu lagi, di hari itu kita akan tertawa lagi, bersama sama seperti bintang bintang itu’

END

———-

Yeah berhasil memisahkan Yunjae. Lari dulu ah lihat cassies pada bawa samurai. Bye, see you in other FF. Please comment ya, kamsahamnida. Nyusul Jae oppa naik pesawat.

35 thoughts on “Till We Meet Again

  1. kei evilkei berkata:

    annyeong mandy..
    kei imnida..

    ceritanya bagus.. tapi kenapa yunjae pisah??

    kasih kritik dikit mengenai tulisannya..
    ada kata2 yg salah..

    • Anyeong kei..

      Iya bru tahu tuh ad yg slh ktik pas udh keluar.. Thanx ud dpratiin..

      Ya emg hrs pisah, krn Jae oppa kan buat aku. Hehehe..

      Itu kan sesuai jdulnya till we meet again, smpai kta bertemu lagi. Mknya aku pshin.. Lgian emg bgt knytaannya antra aku ma tmn aku. Bkln psh ga tau ktmuny kpn lg.. Huhuhu nangis dipojokan.

      Thanx ya chinggu ud mau mampir

  2. ini ksahnya chingu ya? duh mga cpet ktemuny ya! kykny pershbtan klian udah dket bgt deh, jd inget shbt ndira #nangis bombay.. slam knal jg! yak ayo nulis lgi! bgus ko

    • Anyeong..

      TVXQ pasti akan bersama sama lagi. Persahabatan mereka lebih kokoh dari apapun. Hanya, ‘tunggulah sampai hari itu tiba, maka kita akan tertawa bersama sama lagi’ as cassies, as them. AKTF!

  3. Jjessie72 berkata:

    Yunjae pisah???
    *bawa golok bwt cincang ayam drumah*
    tega2 author m.misahkn yunjae..
    Nnti gmna nsib.a min??
    *min nangiz dpojokn*

    • red909 berkata:

      Mau ngantri ayamnya ah.. Ntar mau di greng di rumah..

      Ngemeng2 yunjae pisah knp min yg jadi ssah ya =.=.. Udah ah min oppa sni jgan nangis cup cup cup..

  4. red909 berkata:

    Masa sih sedih? *bca lg ffnya* hehehe, jujur wktu ktikin emg author jg mau ngis, ngbygin mnggalkn smuany, apalagi pas bagian appanya ngomong ke Jae oppa, krna appanya author udah ga ada. Kok jd curhat… ^^. Ini one shot kok, emg pgen di sbung lgi ya?

  5. bru kali ini baca ff yunjae yg dipisahin kyk gini…hehehe

    jeje ke seoul bukan mau j penyanyi doang tp mau ngelamar aq jd istrinya cos bosen m auno *di gampar reader*

    • Aku baru kali ini bikin ff yunjae yg crtanya msuk akal.. *angguk2 kepala*

      APAAA?! Jae nglamar eon… Aku kirim bom buku sebagai hadiahnya… NYEHEHEHE…

  6. ama chan berkata:

    uwaa..mwo??
    jae yunho dipisah?? apa kt dunia..??*plak*
    yun..khan jae ke seoul dmi u jg..ntar sapa yg ksi u makan..*ditabok author*
    daebak..daebak..acungin jmpol tangan kaki..

  7. Tanjunxiu berkata:

    Kok yunjae pisah sih,, hiks..yunpa kamu mending ma aq aja, aq g’ bkal ninggalin kamu kya jaema..#ditendang jae ke kasur suie
    adakah lanjutan.y?? *ngarep*

  8. teecasshawol berkata:

    annyong C: I’m new reader here. yeyeye ! lagi hoby baca FF ni😄
    ni ff bagus, xixixi. YunJae gbole pisah dooong T.T

    • Mau dilanjutin lg? (0~0)… Pdahal author hanya pengen bikin one shot aj. Tp ud dpkrin kok kalo bnyk yg mau, tp kmgkinan bsar author bkal bkin di blog author sdri pki english. Ga tau knp author pgen nlis pke english ^^

  9. Aduh ni kumi onn ikut ikutan lg ==’… Mkin bingung jdny… Ga rela banget sih yunjae pisah *ga rela jg sih* tp kan jeje emg buat aku *peluk yoyo kucing baru na’ jeje sbil mewek di ketek jeje*.

    Aku pengen pk english cm d blog aku kok eon abis yg ininya ud diketik pke english di blog aku hnya blum diterbitkan. Kan aneh kalo satu english satu indonesia. Oke l entar ta’ liat l kalo waktunya ada aku terbitin di sini dlu. Doain ya. Amin~ ^^

  10. CassiELF115 berkata:

    aaahhh, perpisahan memang selalu menyedihkan;'(

    klo yunho pengen ketemu jae, suruh yunho jadi artis jg aja. jadi bisa ketemu di tv….
    kasihan yunho di tinggal ndiri di kampung;D

    author nyusul jae ke pesawat, aku nemenin yunho aja. aku sediakan pundakku buat dia bersandar melepas sedihnya, kekeke

  11. novashinki berkata:

    ada pertemuan ada perpisahan
    ada saat kebersamaan ada juga saat kehilangan
    wlu sedih tpi emg kenyataan hidup
    yunjae dipisahin tpi bakal ktemu lg…buat lanjutannya yah yah yah…
    hmmmm…..yunho tenang ada aqu disamping mu
    jj fighting

  12. sedih banget baca ff yang ini, berhubung aku juga mau lulus2an aku jadi pengen nangis bacanya. Haaaah sedih juga ya harus pisah sama sahabat sendiri, apalagi sampe keluar kota. Ini sama kayak aku, cuma bedanya aku yang ditinggal pergi sama sahabatku ke Jogja ^^ semoga aku sama dia bisa ketemu lagi amiiin!!😀 author daebak!

  13. YunPpa JaeMma berkata:

    Annyeong, gua reader baru dsni…
    Sumpah gag pake boong, gua nangiz baca ff ni sama ky’ wkt baca Because i’m leader of TVXQ TT.TT
    Tp gua pcy, suatu saat mrk bakalan b’5 gy…
    DBSK lahir b’5, mpe akhr pun ruz te2p b’5…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s