You are Mean to Me chap 1


Title: You are Mean to Me

Cast: park yuchun, shin hyo rin a.k.a inazt, and other

Genre: romance? Entahlah tebak sendiri aja ya

Rating: NC17 entah next chap bakal rubah jd NC21 apa gak, gmn nanti deh ya/straight

Author : Eun ri a.k.a chinatsu

a/n: hehehe author datang dengan ff baru. pdhl yg laen aja belom kelar tp gpp lah yg laen untuk sementara diabaikan dulu


 

AUTHOR POV


 

Kini yeoja itu tengah duduk di samping jendela kamarnya memandang keluar. ia melihat beberapa pengawal berjaga-jaga di depan rumah, ia mendesah pasrah untuk kesekian kalinya. Ia merasa tak nyaman di rumah yang besar ini tapi ia tak dapat berkata apa-apa.


Ya yeoja itu tinggal di rumah besar itu karena ia di beli oleh yuchun, ia mengingat kembali masa lalunya yang pahit dan kejadian tadi. dulu ia bekerja di sebuah bar, ia menjadi seorang penari striptis. Ia hanya menari tidak lebih, ia tak mau melayani para pria hidung belang itu. jika di haruskan memilih ia tak mau bekerja seperti itu tapi apa boleh buat appa-nya terlilit hutang dengan pemilik bar itu. ia di haruskan bekerja di bar sampai hutang appa-nya lunas tapi ia sempat berpikir jika ia harus bekerja di bar itu seumur hidup karena hutang appa-nya sangat banyak.


Beberapa minggu setelah ia bekerja di bar ia mendapatkan appa-nya bunuh diri, appa-nya menulis pesan terakhir padanya yang berisi permintaan maaf. Yeoja itu sangat sedih setelah sepeninggalan ayahnya, kini ia hidup seorang diri. Sedangkan umma-nya sudah meninggal sejak ia umur 5 tahun.


Beberapa bulan setelah appa-nya meninggal, ia semakin giat bekerja di bar. Itu ia lakukan agar hutang mendiang appa-nya cepat lunas tapi ia tetap tak mau melayani pria yang membookingnya walaupun pemilik bar itu sering memukulnya akibat selalu menolak. Tapi siksaannya itu tak bertahan lama karena seorang namja bernama yuchun membayar semua hutang appa-nya dan membawanya pergi dari tempat terkutuk itu. yeoja itu sebenarnya sadar saat ia menari di bar, namja yang menolongnya ini selalu datang untuk melihatnya.


 

***


Yeoja itu kembali menatap keluar jendela, ia tersenyum melihat banyak lampu-lampu di luar rumah itu yang sangat indah. Ia tak menyangka sama sekali jika tadi ia sudah terbebas dari lilitan hutang, dibayar oleh seorang namja tak di kenalnya yang ia tau hanya namanya saja, yuchun. kini ia mempersiapakan hatinya jika namja itu datang, ia berpikir jika pasti namja itu menginginkan tubuhnya sama seperti namja-namja lain di bar yang selalu berusaha membookingnya. Yeoja itu pasrah jika namja itu akan mengambil barang berharga yang sampai detik ini ia jaga, ia menghembuskan napasnya dan kembali melihat ke luar jendela


indahnya” ucap yeoja itu. tak lama ia tersentak karena seseorang mengelus rambutnya dengan lembut. Ia melihat orang yang mengelus rambutnya yang ternyata namja yang menolongnya. Namja itu menatapnya tanpa melepaskan tangan yang mengelus rambutnya.


kau suka lampu-lampu itu?” tanya namja itu. yeoja itu mengangguk tanpa menjawabnya, ia takut.


namaku yuchun” namja itu memperkenalkan dirinya


ne, aku tau. Tadi saat kau berbicara dengan pemilik bar, beberapa temanku memberitahukanku namamu, tuan.” Jawabnya. Yuchun memegang dagu yeoja itu dan menatapnya tidak suka.


jangan memanggilku dengan sebutan tuan, aku membencinya. Panggil aku yuchun.” yeoja itu mengangguk mengerti.


mian” ucap yeoja itu.


hmmm… sebaiknya kita tidur sudah malam” namja itu menggenggam tangan yeoja itu ke ranjang. Ia menyuruh yeoja itu tidur, yeoja itu menurut dengan ketakutan yang tampak di wajahnya. Melihat yeoja itu sudah berbaring namja itu pun berbaring di ranjang sebelahnya. Ia mendekati yeoja itu dan memeluk pinggangnya.


namamu hyo rin kan?” yeoja itu mengangguk gugup. Tak lama yuchun mempererat pelukannya dan kini kepala yeoja itu berada di dada yuchun, ia dapat merasakan degup jantung namja itu. perlahan dengan ragu ia membalas pelukan yuchun, entah mengapa ia merasa hangat dalam pelukan namja itu.


tidurlah” ucap yuchun


hmmm” jawab hyo rin. tak lama yeoja itu benar-benar tertidur di pelukan yuchun


 

***


Paginya yeoja itu terbangun dengan yuchun sudah tidak ada di sebelahnya. Ia beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Selesai mandi yeoja itu duduk di sofa kamarnya, ia tak berani keluar dari kamarnya. Ia takut jika ia keluar kamar yuchun akan marah lagi pula menurutnya rumah ini sangat besar dan ia tak mau tersesat di dalam rumah besar ini. ia melihat sebuah buku yang menarik di rak buku, ia mengambil dan membacanya. Saat ia sedang asik membaca seseorang masuk ke dalam kamarnya, ia melihat ternyata yuchun yang masuk. Ia mendengar jika yuchun memerintahkan pembantu untuk membereskan kamarnya jika ia sedang tak ada dikamar. Setelah itu ia menghampiri yuchun.


aku bisa membereskan kamar ini sendiri kau tak perlu repot menyuruh pembantu membereskan kamar ini” ucap yeoja itu


kau tak boleh membereskan kamar ini sendiri, aku sudah menyuruh pembantu untuk membereskannya. Aku tak mengijinkannya, mengerti?” yuchun terlihat sedang kesal di mata hyo rin jadi yeoja itu hanya bisa mengangguk


aku tadi mengambil buku ini untuk dibaca, mian aku mengambilnya tanpa meminta ijin darimu dulu yuchun-sshi”


tidak apa, kau tak perlu ijinku jika ingin membaca semua buku itu. yang aku tak ijinkan adalah kau melakukan apa yang harus pembantu lakukan dan satu lagi jangan memanggilku dengan formal seperti itu”


ne. boleh kukatakan sesuatu?” tanya yeoja itu ragu


hmmm apa?”


kulihat sepertinya kau sedang kesal, apa kau sedang ada masalah?” yuchun sedikit kaget dengan apa yang dikatakan yeoja di hadapannya ini.


tau dari mana?”


matamu” yuchun tersenyum kecil mendengar jawaban hyo rin yang kini menunduk. Ia menggenggam tangan yeoja itu ke meja makan untuk sarapan. Selama sarapan yeoja itu diam tak bicara, ia tak tau apa yang harus di bicarakan. Saat sedang sarapan ia mendengar suara dering telepon dari ponsel yuchun, ia lihat yuchun berdiri menjauh menerima telepon itu.


Selesai sarapan ia mencari yuchun di seluruh ruangan, langkahnya terhenti saat ia mendengar percakapan yuchun dengan seseorang yang sepertinya menelepon yuchun tadi. ia mendengar yuchun berteriak marah, ia merasa jika yuchun sedang dalam masalah.


hyo rin, masuklah” ucap yuchun membuat yeoja itu kaget. Ia pun perlahan masuk dengan tertunduk.


mi mianhae, aku tak sengaja mendengarnya. A aku tadi “


kemari” ucap yuchun mememotong perkataan hyo rin, yeoja itu pun menghampirinya. Kini yeoja itu berdiri di sebelah yuchun yang tengah duduk di sofa sambil menatap hyo rin. yuchun menyuruhnya duduk, yeoja itu pun duduk di sebelah yuchun.


bukan disitu” yuchun mengangkat tubuh hyo rin hingga kini yeoja itu duduk di atas pangkuan yuchun. yeoja itu kaget dengan apa yang di lakukan yuchun. ia merasa jika yuchun akan merampas barang berharga yang ia miliki sekarang, ia pasrah jika itu terjadi karena memang ia sudah di beli oleh namja yang kini menatapnya tajam. saat hatinya sudah pasrah, ia melihat mata namja itu. matanya terlihat kesepian, sakit, marah dan takut jadi satu, ia tak tega melihatnya. Walaupun namja itu berusaha menutupinya tapi yeoja itu bisa melihat semuanya. Di pegangnya pipi namja itu dan membelainya halus, matanya terus menatap mata namja itu. entah mengapa hatinya ikut sakit melihat kepedihan di mata yuchun, tanpa di sadari air matanya keluar. ia ingin sekali membuat semua kepedihan yang ada di mata yuchun menghilang. Perlahan ia mendekatkan wajahnya menautkan bibirnya dengan bibir namja itu. namja itu membalas ciumannya, mereka berciuman dengan lembut


Saat yeoja itu sadar, ia langsung melepaskan ciumannya. Ia memegang bibirnya sambil menatap namja di depannya.


mianhae, aku tak sengaja” ucapnya


kenapa kau menangis?” tanya yuchun sambil menyeka air mata hyo rin


anni” jawab yeoja itu cepat, ia tetap memegang bibirnya. Ia tak menyangka ciuman pertamanya akan seperti ini. ia merutuk dirinya sendiri dalam hati karena perbuatan bodohnya itu. yuchun melepaskan tangannya yang sejak tadi memegang bibirnya, tangan yuchun memegang pipinya dan mengarah agar mendekat padanya. mereka kembali berciuman, ciumannya kini tak seperti tadi.


yuchun mencium yeoja itu sangat ganas, pikiran namja itu sangat kacau hingga ia butuh untuk melampiaskannya dan ia memutuskan untuk melampiaskannya pada yeoja itu. ia ingin menghabiskan hari ini dengan yeoja itu, dengan tetap mencium yeoja itu yuchun meraih ponselnya. Saat mendapatkannya ia melepas ciumannya, ia segera menelepon kepala pembantu agar semua pembantu di rumah dipulangkan sekarang juga karena ia ingin sendirian hari ini. selesai menelepon ia melempar ponselnya kesamping dan kembali mencium yeoja itu dengan ganas. tangannya meremas bokong yeoja itu membuat pemiliknya mendesah di sela-sela ciuman mereka.


 

HYO RIN POV


Saat kurasakan ia meremas bokongku, aku sedikit mendesah dan saat itu juga aku tersadar dari ciuman yuchun  yang membuatku terbuai. Aku berusaha melepaskan ciumannya tapi ia menahanku, ia malah semakin membabi buta menciumku. Tangannya terus meremas bokongku, tak lama tangannya yang lain meremas payudaraku. Lalu ciumannya kini turun keleherku, aku hanya bisa menahan desahanku.


Ia berusaha untuk membuka kaos serta braku, setelah berhasil ia mencium, menjilat bahkan menyedot payudaraku seolah-olah bayi yang sedang menyusu. Saat ia menggigit nippleku aku berteriak kecil. Aku meremas rambutnya menahan desahanku. Ia kembali menciumi leherku ia memberi banyak kissmark disana.


mendesahlah” ucapnya di telingaku membuatku geli dan sedikit menjauhkan tubuhku darinya. Kutatap matanya, sama seperti tadi yang kulihat hanyalah kepedihan di matanya.


Ia kembali menciumku, ciumannya kini sangat kasar. Aku hanya bisa mendesah di sela-sela ciumannya. Tangannya kembali meremas bokongku


ahhh mmmpphh” ia mencium bibir, leher serta payudaraku dengan kasar, aku hanya bisa menahan sakit atas apa yang ia lakukan. Saat tangannya hendak membuka celana yang kupakai aku menahannya dan mendorong kecil tubuhnya. Ia menatapku tidak suka


ja jangan. A a aku takut.” ucapku tapi ia hanya diam dan menatapku tajam


a aku belum pernah melakukannya, ja jadi aku takut. kumohon beri aku waktu, aku tau aku tak berhak mengatakan ini karena kau telah membeliku tapi aku mohon beri aku waktu.” Ucapku dan menunduk


ciuman tadi saja ciuman pertamaku” gumamku pelan


jadi tadi saat kau menciumku, itu ciuman pertamamu?” tanyanya. Aku mendongak dan menatapnya


aish dia dengar. Pabo kau hyo rin’ batinku


n ne” jawabku gugup. Kulihat ia hanya mendesah panjang


mi mianhae” ia menatapku dan merapikan rambutku yang berantakan dengan tangannya lalu ia mengelusnya dengan lembut. Sikapnya yang perhatian seperti ini membuatku tak percaya dengan tindakan kasar saat ia mencumbuku tadi. ia mengambil baju serta braku dan menyuruhku memakainya. Saat aku hendak turun dari pangkuannya ia menahanku dan mengatakan jika aku harus memakainya di pangkuannya, aku hanya mengangguk dan memakai pakaianku.


Setelah selesai, kulihat matanya kembali seperti tadi membuat hatiku ikut sakit, aku memegang dadaku bingung mengapa hatiku bisa sakit melihatnya seperti ini. kupegang ke dua pipinya dengan lembut.


boleh kutanya sesuatu?” ia mengangguk


apa yang kau lakukan jika sedang sendiri seperti ini?”


menyelesaikan pekerjaan kantor, membaca di perpustakaan atau mengobrol tentang bisnis dengan sahabatku”


jika tidak melakukan ke tiganya? Apa yang kau lakukan?” ia mengerutkan dahinya


tidak ada, memang kenapa?” tanyanya


jujur kegiatanmu itu sangat membosankan” saat aku akan mengatakan sesuatu, ponselnya berbunyi membuatku melangkah turun dari pangkuannya. Kulihat ia seperti sedang serius jadi aku keluar ruangan itu. aku kembali kekamarku, untung saja ruangan tadi dengan kamarku tak terlalu jauh jadi aku tak usah bingung meningat dimana kamarku.


Didalam kamar aku duduk di samping jendela dan menatap keluar. pemandangan diluar sangat kusukai, sangat indah. Lama-lama aku merasa bosan berada di dalam kamar terus menerus, untuk menghibur diri aku bersenandung kecil menyanyikan lagu yang menjadi favoritku.


 

YUCHUN POV


Setelah aku menerima telepon dari salah satu rekan bisnisku aku beranjak keluar dan mencari gadis itu. gadis yang membuatku tertarik saat melihatnya bekerja di bar sebagai penari striptis.


Semalam entah mengapa setelah mendengar dari pelayan bar jika gadis itu bekerja karena lilitan hutang appa-nya, aku langsung membantunya dan membawanya pergi dari tempat itu. aku memang sering datang ketempat itu untuk melihat mereka para gadis menari striptis selain itu juga untuk melepas penat di otakku. Sampai suatu saat kulihat gadis itu menari, yang kutau saat itu ia gadis baru di bar itu. pertama kali melihatnya sudah membuatku tertarik, ada sesuatu yang berbeda dari gadis itu yang membuat mataku tak bisa lepas darinya.


Saat sampai kamar kulihat ia sama seperti semalam, duduk di samping jendela dan menatap keluar. tak lama kulihat ia sepertinya bosan lalu bersenandung kecil, suaranya merdu. Ia tersenyum kecil melihat keluar jendela, aku tetap berdiri di depan pintu menatapnya.


suara yang merdu” ucapku setelah ia selesai. Ia menatapku kaget dan tak lama ia tersenyum lebar lalu berlari kecil kearahku. Ia langsung memelukku, aku tersentak dengan apa yang dilakukannya ini tapi aku membalas pelukkannya. Ia membenamkan kepalanya di dada bidangku.


ah mi mianhae. A aku reflek memelukmu, mi mian” ucapnya dan melepas pelukannya


tidak apa tapi kenapa kau tiba-tiba memelukku seperti itu?” tanyaku penasaran


aku senang karena tadi kulihat matamu tak seperti tadi.” jawabnya


seperti tadi?”


n ne. tadi saat diruangan itu kulihat matamu penuh dengan kepedihan, ada sakit, marah, takut dan kesepian menjadi satu. Tapi kulihat tadi semua itu tak ada, seperti lenyap tak bersisa, apa kau  mendapat kabar baik sehingga semua itu hilang? Mianhae jika aku terkesan sok tau” ucapnya menundukkan kepala. Aku tersenyum mendengar perkataannya, ini kedua kalinya ia mengetahui perasaanku hanya dengan melihat mataku. Gadis yang benar-benar menarik dan perlahan sepertinya aku menyukainya.


tidak apa jangan meminta maaf seperti itu. biasanya apa yang kau lakukan jika saat seperti ini? sebelum kau bekeja di bar tentunya.” Ia mengangkat kepalanya


dulu biasanya aku kerja paruh waktu” jawabnya terlihat senang. Kutarik tangannya ke sofa, agar kami berdua berbicara di sofa.


paruh waktu?” tanyaku


ne aku bekerja paruh waktu. Sisa waktunya kulakukan untuk berjualan, menjual hasil pekerjaan anak-anak panti asuhan di dekat rumah. Aku merupakan salah satu sukarelawan di panti asuhan. Aku senang membantu mereka dan di sana banyak anak-anak kecil yang lucu-lucu. Dan jika waktuku kosong seharian aku akan bermain di rumah panti dengan anak-anak dan mengajari mereka sesuatu yang menarik” ucapnya antusias.


kau suka anak-anak?”


sangat suka. mereka itu malaikat-malaikat kecil yang lucu dan tidak berdosa.” kami terdiam cukup lama.


bolehkah aku pergi keluar?” tanyanya sambil menatapku, kulihat ia sepertinya gugup


mau kemana?”


aku mau jalan-jalan, aku merasa bosan di kamar terus. Apa kau juga mau ikut denganku?” aku terdiam cukup lama


bagaimana? Boleh tidak?” tanyanya lagi


baiklah kau boleh pergi tapi jangan pulang terlalu malam.” Jawabku


lalu kau?”


ya di rumah” jawabku santai


sendirian? Apa tidak bosan? Ikut saja, akan kutunjukkan tempat-tempat yang menarik yang mungkin belum pernah kau kunjungi.” Ia membujukku hingga akhirnya aku mengangguk


***


 

Ia benar-benar membawaku ketempat yang menarik yang belum pernah kudatangi. Ia terus saja tersenyum senang saat kami berdua jalan-jalan. Ia berlari ke sebuah toko lalu ia melambaikan tangannya agar aku mendatanginya. Ia mendatangi sebuah toko benang rajutan, ia memintaku menunjuk warna yang kusukai. Aku menunjuk beberapa dan ia mengambilnya lalu mengambil beberapa warna lagi. Saat kami akan keluar langkahku terhenti saat melihat seorang gadis berjalan dengan seorang namja. Ia tersenyum riang tapi namja itu diam saja.


jadi ia berbohong padaku. Kenapa tak jujur saja? padahal ia tau aku benci jika dibohongi’ batinku


Aku tersentak saat hyo rin mengibas-ngibaskan tangannya di depanku, ia terlihat khawatir melihatku yang sejak tadi diam.


kau sakit?” ia memegang keningku yang tidak panas. Aku hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaannya


lalu kenapa kau diam saja? kita pulang saja ya, sepertinya kau butuh istirahat.” Ia mengajak pulang tapi kutahan


tapi bagaimana dengan jalan-jalannya? Bukankah kau masih ingin jalan-jalan?”


aish kau masih memikirkan itu, itu tidak penting. Aku bisa jalan-jalan lain waktu sekarang yang penting kesehatanmu. Kau sepertinya sangat butuh istirahat sekarang lagi pula sudah hampir malam” aku mengagguk. Aku menatapnya yang terus menggenggam tanganku dengan wajah khawatir. Baru kali ini aku bertemu gadis yang sangat mengkhawatirkanku seperti ini, padahal kami baru saja bertemu tadi malam


Selama perjalanan ia tak henti-hentinya menyuruhku ke dokter karena melihat wajahku yang terlihat pucat padahal aku baik-baik saja. sampai di rumah ia langsung menyuruhku kekamar dan beristirahat, ia menyuruhku untuk berbaring di ranjang. Aku berbaring lalu ia membuka sepatu yang kupakai, ia terlihat seperti seorang istri yang mencemaskan suaminya.


istri’ batinku sambil tersenyum miris


Ia mengatakan jika ia akan pergi ke dapur sebentar, aku hanya mengangguk. Aku tersenyum kecil saat melihat ia pergi. setelah melihatnya pergi aku bangun dan bersandar di ranjang. Aku kembali mengingat apa yang kulihat tadi tanganku mengepal menahan amarah, walaupun aku tak menyukainya tapi paling tidak ia harus jujur padaku. Aku benci di bohongi. Tak lama hyo rin datang dengan membawa nampan, ia menaruh nampannya di meja samping ranjangku.


aku harap kau suka yuchun-sshi, ah maksudku yuchun. kau harus makan dan beristirahat, tadi aku mencoba mencari obat untukmu tapi tidak kutemukan. makanlah” ucapnya sambil mengambil makanan itu dan memberikannya padaku. Hatiku hangat mendapat perlakukan seperti ini darinya. Aku memakan masakan yang ia buat perlahan.


Setelah selesai makan ia membawa nampan berisi piring kotor itu pergi. tak lama ia kembali dengan membawa minuman hangat untukku, ia duduk di samping ranjangku. Ia menatapku khawatir.


bagaimana dengan obatnya? Aku tak bisa menemukannya. Apa kubelikan saja di toko obat? Katakan padaku obat apa yang harus kubeli” ia terus saja bertanya hingga akhirnya aku memegang pipinya menghadapku. Ia terlihat sangat cemas, membuatku tersenyum.


aku baik-baik saja. aku tidak sakit, kau tak usah khawatir” ucapku menenangkannya


bagaimana tidak khawatir wajahmu tadi sangat pucat. Benar kau baik-baik saja?” aku mengangguk. Ia mendesah lega, kupeluk ia dengan erat. Aku benar-benar senang dengan perhatiannya, melihatnya mengkhawatirkanku, membuatkan makanan untukku.


sesak” ucapnya. Aku kaget dan mengengendurkan pelukanku yang tadi memeluknya sangat erat.


mian” ia menggeleng kecil di dadaku.


kau tau ini pertama kalinya aku merasakan ini. hatiku terasa hangat saat bersamamu, semua perhatianmu membuatku senang. Sebelumnya aku tak pernah merasakannya. Aku ingin kau selalu berada disampingku menemaniku” ia hanya diam tak menjawab. Saat aku melepaskan pelukkanku ponselku berbunyi. Aku meminta tolong padanya untuk mengambilkan ponselku yang berada di saku jaket. Saat ia melihat ponselku ia terdiam dan tak lama melangkah ke arahku dengan wajah sendu.


ada apa?’ batinku. Ia memberikan ponselku lalu menjauh. kulihat id callernya membuatku membelalakkan mata dan menatapnya.


hyo rin-a” panggilku. Ia menengok kearahku dengan wajah sendu.


angkatlah dulu, nanti dia menunggu. Siapa tau penting” ia pergi keluar. kuangkat telepon dan berbicara dengannya. Ia mengatakan jika hari ini ia kan pergi ke jepang yang kutau jika itu semua hanya kedoknya saja. segera setelah berbicara dengannya aku menutup teleponnya dan beranjak dari tempat tidur mencari hyo rin.


 

Tbc


 

Gimana? Gaje kah? Sebenernya masih pengen lanjut cos jalan cerita di otak berjalan terus nih tapi ngeliat udah 13 halaman jd stop dulu deh takut kepanjangan.


Ini bakal lanjut kalo pada komen and no silent reader.

39 thoughts on “You are Mean to Me chap 1

  1. okeeh

    Inazzt?? Bukannya inazt biased jj? /plaak
    *mian oot*

    Okeh
    Hyorin penari striptis?? =.=’
    Ketemu sama yoochun hemm..
    Trus dibawa pulang ke rumah? Si uchun beli penari striptis? *pervert mode on*
    Okeeh lanjuut

    • hehehe emang si inazt biasnya jj tp nyobain eon pasangin ma uchun… *kabur sebelom yg request baca*

      hahaha bru chap 1 aja dah pervert mode on nih…

      ok tar bakal lanjut tunggu aja

  2. ellYChun9 berkata:

    Huwaaaa inazt ma uchun?? Ntar uchun bisa ketularan stress kyk inazt!!! Gak boleh gak boleh,

    chun dpet telp dri spa? Dari cweknya ya?

  3. inaztcengengzcassie berkata:

    hueeeeeeeeeeeeeeee…
    mian unn baru coment…
    tadi pagi mau koment inet lg eror…
    aq bingung mau koment aja..
    yg jelas aq bukan penari striptis atau apalah itu…
    aq anak baik2…
    ehehehe

    aq pnasaran lanjutannya unn.. haha..
    lanjutkan !!!

    @ elly unn : mwo??? aq stress? bukannya unn ya yang stress??
    *kabuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuur*

  4. Nugu??
    Wkwk,cast cwenya inazt? Pngn ktwa ngakak jdnya *ditimpuk inazt*

    Yuchun kbnykn dpt peran yadong mulu ya!? Eh tp ga terlalu yadong bngt sh dsni ..
    Hyorin ‘n yuchun bru knl tp udh saling membrikn perhatian,hhe..

  5. Onnie.. mian baru coment….
    Huaaa, chun >o<
    Ternyata ada nc nya, aku kira enggak. kkk
    biarku tebak, jangan jangan yang nelpon itu pacarnya yoochun lagi? apa jangan2 malah istrinya? / plak
    haha, lanjut eon😀

  6. Jjessie72 berkata:

    Hhaha.. Klw inaz yg maen jd..
    Kya plecehan thdp anx dbwh umur..

    Hyorin, tbahknlah htimu..
    C.uchun emng gtuh,
    tp saranku, ati2 aja ma uchun

  7. keren dah nih ff..

    yg nelpon si uchun tuh pacarnykah??atw??
    si hyo rin sptny dah mulai suka y sama uchun???
    hmmm..makin penasaran nih..

    di tunggu lanjutannya..😀

  8. TriaJJcassie berkata:

    Hyo rin perhatian bgt ma YC oppa, hebat dia bsa tau perasaan orng hnya dg Meliht MTa nya…
    Siapa tuh yg tlp yeoja yg tdi diliht YC oppa ma namja lain ya? Nugu, yeojacingu nya kah? Lnjut onn…

  9. mickyjunsu berkata:

    Lnjutkan!!! sby mode on^^

    gw suka bgt karakternya uchun ganteng, kaya, baik bener2 perfect namja gw /plakk, next chap dibikin lbh seru lg yah chingu^^?

  10. nyit2 berkata:

    aduuu tokoh yoochun dsni misterius ya….#halah#
    hyorin beruntung bngt d beli sama yoochun…..
    ayo dilanjutkan…..xixixi

  11. xiahmiN88 berkata:

    cerita na seru plus bikin penasaran nih onn…,,
    siapa yang nelpon yuchun tuchh?? pengen baca lanjutan na..,, go go author

  12. linasuhadi berkata:

    Huaaahh..keren…author daebak..
    Author..crtain donk..siapa sih cewek yg d liat ucun pas jln2 ama hyorin..
    Trs apa hyorin apa uchun bakal slg jatuh cinta (ky’a soh iia)..xixixix
    Author..jgn lama2 part brkt nya..okeh..
    Smgt ya author buat part slnjutnya..

  13. Lady_kyuwon berkata:

    Wah hyo rin prhtian bgt…br knl tp bs tw gmn keadaan yuchun lwt mt’y,ajrin donk…
    Udah yuchun nikahin ja hyo rin biar da yg perhatiin trus tiap saat…

  14. eun ri onniee!! daebak ceritanya!
    chunnie beli penari striptis? aigoo~ cwe baik2 kyk aq kan msh banyak! beli aq aj napa! *lho?*
    yg nelpon chunnie siapa sih onn? jgn2 istrinya chunnie y?
    ayo dong onn lanjutannyaaa >_<

  15. Annyeonghaseyo,new reader disini muehehe~

    Jinja,kenapa ya chunnie sedih begitu?
    Gara2 kerjaan yang numpuk atau hidupnya begitu sepi?u,u
    Untung ada hyorin :3 ga nyangka perempuan sebaik dia pernah kerja d bar di penari strips.
    Btw author,ini hyorin sistar? :O

  16. desi retina berkata:

    Eonni ceritanya bagus lanjutin donk
    Masa aq jd ngayal lanjutan ff ini
    Eon buat lanjutannya ya…
    Jebal jebal jebal…
    Hehehe

  17. anna (niniez) berkata:

    waaaahhhh,, abang jidat misterius,, knpa hyorin sedih,, sypa seh yang telpon,, jangan2 yoochun udah punya istri lagi,, waduh,, jadi berspekulasi sendiri ini,, lanjut dong min,, penasaran parah nih ama abnag jidat,, hahahha

  18. eon. teganya dikau menggantungkan fafnfict ini. . .
    bener-bener bikin penasaran.
    wahh, belum2 abang jidat sama hyo rin ngelakuin adegan cukup panas. *saya tegaskan, hanya cukup😀
    untung hyo rin bisa nge-rem, kalo ga ya. . . bisa dibayangkan sendiri. . . *pikiran saya lagi mesum

  19. lanjutin dong… Dr semua fanfic yg kubaca disini, fanfic ini yg paling aku ingin baca sampe selesai… jd keep writing y… n.b:lanjuting dulu yg ini #hasut

  20. waaa definitely waiting for an update for this one >0.<
    i love it the way chun can look so vulnerable in front of hyorin~and chun stop being that hot to everyone!! *nosebleed
    niceee!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s