Doushite kimi wo suki ni natte shimattan darou? Chap 2


Tittle : Doushite kimi wo suki ni natte shimattan darou?

Author : Jaehyunmi a.k.a Lee Hyunmi.

Genre : *tentukan sendiri*

Rating : PG

Cast : Kim Jaejoong, Shim Changmin, Jung Eun Cha, Seo Hyun Ji, Jung Yunho, Kim Yoora and other

CHAPTER 1

***

Seorang lelaki terlihat berlari dengan tergesa gesa memasuki sebuah rumah disalah satu komplek perumahan paling elit di kota Tokyo. Wajahnya yang putih terlihat pucat, seakan baru mengalami sebuah kejadian yang sangat menegangkan.


Ya.. tentu saja. Laki laki itu baru saja mengalami sebuah kejadian yang sungguh menengangkan. Ah tidak.. Lebih tepatnya sebuah kejadian yang sungguh mengerikan, setidaknya hal mengerikan itu berhasil membuat laki laki itu benar benar kacau.

“Oniisan.. kau baik baik saja?” sebuah suara lembut membuat langkah laki laki itu terhenti. Ditatapnya seorang gadis remaja yang tengah berdiri dihadapannya dengan raut kekagetan tergambar jelas diwajahnya.

Laki laki itu memejamkan matanya sesaat sebelum kembali menatap gadis dihadapannya dengan lirih, seulas senyum lemah menghiasi wajahnya. “Hai, aku baik baik saja. Kau tidak perlu menghawatirkan ku, Yoora.” ucap laki laki itu pada gadis dihadapannya.

Gadis yang dipanggil Yoora itu pun menatap laki laki dihadapannya yang tidak lain adalah kakaknya sendiri dengan heran, bagaimana mungkin kakaknya itu baik baik saja? Wajahnya terlihat sungguh pucat, tubuhnya terlihat bergetar dan keringat terlihat membasahi seluruh tubuhnya. Kakaknya itu terlihat tidak baik baik saja bagi Yoora.

“Oniisan, kau serius? Kau terlihat tidak baik baik saja.” Tanya Yoora khawatir, sedangkan laki laki dihadapannya hanya tersenyum lemah dan mengangguk.

“Hai, aku serius. Aku baik baik saja, Yoora. Hmm.. dimana Yunho? Apa dia sudah pulang dari kuliahnya?” tanya laki laki itu, mencoba mengalihkan pembicaraan. Yoora mengangguk pasti.

“Yunho oniisan ada dikamarnya.” ucap Yoora seraya tersenyum, laki laki itu pun ikut tersenyum.

“Baiklah. Ah ya, okaasan dan otoosan sudah pulang?” tanya laki laki itu, seketika senyum Yoora pun hilang saat mendengar pertanyaan kakaknya. Yoora menggeleng pelan.

“Belum, oniisan. Tadi Okaasan menelpon, dia bilang okaasan dan otoosan masih ada urusan yang masih belum selesai di Korea. Jadi mereka belum bisa kembali ke Jepang. mereka juga bilang belum tau kapan mereka akan pulang.” jelas Yoora, bisa dipastikan dari nada bicaranya bahwa gadis itu merasa kecewa. Laki laki itu pun terdiam. Tangannya terkepal menahan amarah.

“Aish… lagi lagi mereka mengingkari janji. Mereka benar benar egois!” ucap laki laki itu kesal. Ia pun menatap Yoora yang masih terlihat kecewa. Dengan lembut diusapnya puncak kepala Yoora dengan tangannya dan tersenyum.

“Hah.. yasudahlah Yoora. Aku tau kau kecewa, aku pun juga begitu. Tapi mau bagaimana lagi? Okaasan dan otoosan memang seperti itu, mereka egois. Lebih mementingkan pekerjaan dari pada kita. Tapi walaupun begitu, kau tidak boleh sedih seperti itu, oke?” ucap laki laki itu seraya tersenyum. Yoora menatap kakaknya itu sejenak sebelum mengangguk pasti.

“Hai.. baiklah, Jaejoong oniisan.” Ucap Yoora seraya tersenyum.

“Hhaha.. itu baru adikku. Kalau begitu, aku ke kamar Yunho dulu ya. Kau masuk kekamarmu dan cepat tidur, ini sudah malam. Mengerti?” tanya laki laki yang bernama Jaejoong itu.

“Hai..” ucap Yoora, dia pun segera masuk kekamarnya. Sedangkan Jaejoong bergegas menuju kamar Yunho.

Tok tok tok

“Siapa?” tanya sebuah suara yang berasal dari dalam kamar.

“Ini aku, Jaejoong.”

Beberapa detik kemudian pintu kamar pun terbuka dan terlihat lah Yunho. Tanpa permisi, Jaejoong pun langsung masuk kedalam kamar Yunho, dan disusul Yunho dibelakangnya setelah ia menutup pintu.

“Ada apa Jae? Tumben sekali kau datang kekamarku?” tanya Yunho.

“Ada sesuatu yang ingin kuceritakan padamu, Yunho. Tapi ini rahasia, dan aku ingin kau membantu ku.” ucap Jaejoong seraya duduk dipinggir tempat tidur Yunho, sedangkan Yunho duduk di kursi yang berada didekat tempat tidur.

“Sesuatu? Apa itu?” tanya Yunho penasaran.

“Aku…. Um, jadi begini ceritanya…”

~Flashback~

Seorang laki laki berjalan dengan tergesa memasuki sebuah cafe yang terbilang cukup besar didaerah itu. Di edarkannya pandangannya kesekeliling cafe itu. Sedetik kemudian, pandangannya terhenti pada seorang wanita yang sedang duduk dipojok cafe itu. Tanpa ragu, laki laki itu pun berjalan menghampiri wanita itu.

“Konnichiwa.” Sapa laki laki itu, wanita dihadapannya pun langsung menoleh padanya dan tersenyum.

“Konnichiwa. Akhirnya kau datang juga.” ucap wanita itu.

“Kau sudah menunggu lama?” tanya laki laki itu seraya duduk disebelah wanita tersebut.

“Iee.. Aku juga baru datang 5 menit yang lalu. Tapi kau tau kan aku paling tidak suka menunggu barang semenit pun, jadi aku lega akhirnya kau datang juga.” Ucap wanita itu seraya terkekeh. (iee = aniyo)

“Gomen-ne, tadi aku ada urusan sebentar jadi telat. Ah ya, apa kabar?” tanya laki laki itu.

“Buruk.. benar benar buruk. Ada sesuatu yang terjadi dihidup ku dan membuatku benar benar terpukul dan merasa bersalah.” ucap wanita itu.

“Nani? Ah, doushite? Ceritakan padaku apa yang terjadi.” saran laki laki itu, wanita disebelahnya itu pun langsung menoleh padanya. (Nani? = Mwo?, Doushite? = Waeyo?)

“Kau ingat Changmin? Adikku kandung.. ah iee, maksudku adik tiriku?” tanya wanita itu.

“Hai, tentu saja aku mengingatnya. Ah, sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Bagaimana kabar____”

“Changmin meninggal, Jaejoong-a.”

Deg!

Seketika laki laki yang bernama Jaejoong itu membeku ditempat, bibirnya terkatup rapat seakan akan tak mampu bicara lagi setelah mendengar pernyataan yang keluar dari bibir wanita disebelahnya itu.

“Na.. nani???” tanya Jaejoong lirih.

“Jawab aku, apa maksudmu itu, Seo Hyunji?” tanya Jaejoong lemah kepada wanita disebelahnya yang bernama Hyunji itu. Wanita itu terlihat menundukkan kepalanya, menahan air mata yang kapan saja dapat keluar membasahi pipinya.

“Kalau kau ingin bercanda jangan seperti ini, Hyunji-a. Ini tidak___”

“Aku tidak bercanda Kim Jaejoong.” potong Hyunji lirih. Hal itu pun berhasil membuat Jaejoong kembali terdiam.

“Apa karena kanker itu?” tanya Jaejoong pelan. Ya, hanya kata kata itu lah yang berhasil meluncur dari bibir Jaejoong, ia terlalu shock. Baginya ini terlalu cepat, lagi lagi ia harus kehilangan orang yang ia sayangi. Seorang laki laki bernama Shim Changmin, laki laki itu benar benar sudah dianggapnya seperti adiknya sendiri. Tapi kenapa laki laki itu harus pergi?

“Hai.. sou desu. Ternyata selama ini Changmin membohongiku. Kau tau? Selama beberapa bulan sebelum kematiannya, dia tidak pernah lagi ikut terapi yang memang harus dijalaninya. Dan kau tau apa penyebab dia menjadi seperti itu? Itu hanya karena seorang gadis, seorang gadis yang ternyata sangat ia sayangi.” Ucap Hyunji dengan suara serak, air matanya kini telah jatuh setetes demi setetes membasahi pipinya. (Sou desu = Begitulah)

“Karena gadis itu Changmin rela tidak mengikuti terapi yang seharusnya dijalaninya. Gadis itu lah yang membuat keadaan Changmin semakin parah dan akhirnya setelah aku memaksanya, Changmin mau kembali mengikuti terapi itu. Namun semuanya sudah terlambat, kankernya telah menjalar hampir keseluruh tubuhnya. Dan akhirnya Changmin.. akhirnya Changmin meninggal. Changmin pergi.. dia pergi Jaejoong-a.” Isak Hyunji, tangisannya pun pecah begitu saja.

Dengan cepat Jaejoong pun menarik Hyunji kedalam pelukannya. Membiarkan Hyunji melepaskan semua kepedihannya, kesedihannya dan rasa kehilangannya. Jaejoong tau persis apa yang dirasakan oleh Hyunji, dia tau persis bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat dicintainya.

Karena Jaejoong pernah merasakan hal itu. Kehilangan keluarga yang sangat dicintainya, yaitu Ibu kandungnya. Dia kehilangan ibunya disaat ia berusia 10 tahun, dan itu benar benar membuatnya terpukul dan depresi. Di usia sekecil itu, Jaejoong harus hidup hanya berdua dengan ayahnya dan tanpa kasih sayang dari seorang ibu.

Hal itu membuat Jaejoong menjadi anak yang liar dan terkesan menutup diri. Dia sama sekali tak memiliki teman karena ia selalu menghindar dari teman temannya. Namun semua itu berubah setelah ayahnya menikah lagi dengan seorang wanita yang merupakan teman bisnisnya.

Wanita itu memberikan kasih sayang yang tulus pada Jaejoong, kasih sayang seorang ibu yang tak pernah didapatkan kembali oleh Jaejoong sejak ibu kandungnya meninggal. Perlahan tapi pasti, sifat Jaejoong mulai berubah. Ia kembali menjadi dirinya yang dulu.

Setetes demi tetes air mata pun jatuh, ya.. itu adalah air mata dari seorang laki laki bernama Kim Jaejoong. Air mata yang tak pernah lagi keluar selama lebih dari 10 tahun itu kembali keluar tanpa ia sadari. Dieratkannya pelukannya pada Hyunji, berharap hal itu bisa membuat gadis dihadapannya sedikit lebih tenang.

Setelah cukup lama, Hyunji melepaskan pelukan Jaejoong dan menyeka air matanya. Jaejoong pun juga menyeka air matanya. Setelah itu, Hyunji menatap Jaejoong lalu tersenyum lemah.


“Arigatou ne, Jaejoong-a. Kau benar benar sahabat yang baik, aku beruntung bisa memiliki sahabat sebaik dirimu.” ucap Hyunji. Jaejoong mengangguk, namun tiba tiba sebuah senyum jahil menghiasi wajahnya. (Arigatou ne = Gomawo)

“Kau yakin kita hanya sahabat? Bukankah sebentar lagi kau akan menjadi keluarga ku, Hyunji-a?” tanya Jaejoong masih terus tersenyum jahil.

“Na.. nani??? Apa maksudmu, Kim Jaejoong???” tanya Hyunji bingung.

“Ah.. kau jangan pura pura bingung seperti itu, Seo Hyunji. Aku tau kau menyukai sepupu ku kan? Jung Yunho itu?” dan yap.. pertanyaan Jaejoong barusan benar benar tepat sasaran. Seketika wajah Hyunji berubah merah padam, jantung Hyunji pun berdetak keras saat itu juga. Pipinya terasa mulai memanas.

“A.. apa maksudmu, hah? Aku.. aku sudah tidak menyukai Yunho dan.. dan mana mungkin aku masih menyukainya! I-itu tidak mungkin!” tegas Hyunji salah tingkah.

“Ah.. kau tidak mungkin berbohong padaku, Hyunji. Aku tau kau memang menyukai sepupuku. Tenang saja, kau tidak perlu takut. Sepupuku memang benar benar bodoh, saat itu ia menolakmu. Tapi apa kau tau? Dia menolakmu karna dia juga menyukai mu, Seo Hyunji.” ucap Jaejoong santai, Hyunji pun langsung terbelakak kaget.

“Aish, kau tidak perlu kaget seperti itu. Dia menolakmu karna ia tak mau kau, gadis yang ia sukai, dikucilkan oleh semua gadis dikampus hanya karena kau berpacaran dengannya.” ucap Jaejoong. Hyunji pun menatap Jaejoong kaget.

“Hallo, Seo Hyunji? Apa kau masih disini?” tanya Jaejoong seraya mengguncang tubuh Hyunji, Hyunji pun langsung tersadar dari lamunannya.

“Go.. gomen-ne, Jaejoong-a.”

“Hai.. tidak masalah. Yasudah, kita kembali ke topic pembicaraan kita awal tadi. Apa aku boleh tau siapa gadis itu? Karena aku benar benar penasaran dengan gadis yang berhasil membuat Changmin sampai melakukan hal gila seperti itu.” tanya Jaejoong, Hyunji terdiam sejenak lalu menghela nafas panjang.

“Nama gadis itu Jung Euncha. Salah satu teman kuliah Changmin saat ia meneruskan kuliahnya di sini, di Tokyo, beberapa tahun yang lalu. Gadis itu biasa dipanggil Euncha, seorang gadis manis yang sangat cantik dan juga baik. Ibunya berdarah Jepang dan ayahnya berdarah Korea. Namun, sejak lahir sampai sekarang Euncha tinggal di Jepang. Walaupun ia lahir dan tinggal di Jepang, ayahnya bersikukuh tetap menamainya dengan nama orang Korea. Dan Euncha juga sangat fasih berbahasa Korea.” Jelas Hyunji panjang lebar. Dia terdiam sebentar sebelum merogoh sesuatu didalam tasnya dan mengeluarkan selembar foto.

“Apa ini?” tanya Jaejoong saat Hyunji memberikan selembar foto itu pada Jaejoong.

“Ini foto.” Ucap Hyunji singkat.

“Ya aku tau ini foto, maksudku siapa gadis yang ada difoto ini?”

“Apa yang kau pikirkan saat melihat wajah gadis ini?” tanya Hyunji tanpa mempedulikan pertanyaan Jaejoong, Jaejoong mendengus kesal. Dia pun memperhatikan gadis yang ada di foto itu.

Seketika Jaejoong terdiam. Gadis itu.. Gadis di foto itu terlihat begitu mempesona. Rambutnya yang panjang, kulitnya yang putih, wajahnya yang manis dan pipi nya yang chubby, semua itu membuat gadis di foto itu terlihat sempurna dimata Jaejoong.

“Beautiful.” Jaejoong bergumam tanpa sadar, terus ditatapnya wajah gadis yang ada di foto tersebut. Tiba tiba Jaejoong mendengar Hyunji tertawa, sebuah tawa yang terdengar sungguh memilukan.

“Doushite?” tanya Jaejoong heran.

“Kau tau? Aku sudah sangat yakin kau akan merespon seperti itu. Kau benar, gadis ini benar benar cantik dan dia juga sangat baik hati asal kau tau. Karena itu lah Changmin benar benar mencintainya, jauh lebih mencintainya dari pada dirinya sendiri.” ucap Hyunji lirih, dia ambilnya selembar foto tadi dari tangan Jaejoong dan memperhatikan gadis di foto tersebut. Dia pun tersenyum lemah.

“Ja.. jadi gadis ini____”

“Hai.. gadis di foto ini adalah Euncha. Jung Euncha.” ucap Hyunji.

~Flashback end~

“Na.. nani??? Ja.. jadi Changmin…”

“Hai, Yunho-a. Changmin meninggal. Dia sudah pergi.” Ucap Jaejoong lirih, ditatapnya Yunho yang tengah menatapnya tak percaya.

“Doushite? Kenapa harus Changmin? Kenapa harus orang sebaik dia?” tanya Yunho.

“Aku tidak tau, Yunho-a. Aku juga sepertimu, benar benar tak percaya dengan apa yang terjadi. Aku juga sempat berpikir bahwa Tuhan benar benar tak adil, tapi aku akhirnya sadar bahwa inilah yang terbaik.”

“Apa maksudmu? Semua kejadian ini adalah yang terbaik? Bagaimana mungkin bisa, Changmin telah pergi, dan kau bilang ini yang terbaik, Jaejoong-a???” tanya Yunho dengan suara bergetar.

“Yunho-a. Aku tau kau benar benar sedih. Tapi kau juga harus ingat, bahwa dengan Tuhan mengambil Changmin dari kita, bukankah Changmin tidak akan menderita lagi? Apa kau bisa bayangkan betapa sakitnya Changmin karena dia harus menahan rasa sakit ditubuhnya karena kanker yang dideritanya? Karena Tuhan benar benar sayang pada Changmin, dia mengambil Changmin dari kita.” ucap Jaejoong, Yunho pun terdiam.

“Kau benar. Kau benar Jae.” ucap Yunho akhirnya.

“Hah.. sudahlah Yunho-a. Kita tidak bisa bersedih terus, aku yakin Changmin tak ingin melihat orang orang yang disayanginya menangis.”

“Hai. Eh tapi tunggu… aku ingin bertanya padamu. Kau tidak benar benar menceritakan pada Hyunji tentang perasaanku padanya kan?” selidik Yunho.

“Menurutmu bagaimana?” tanya Jaejoong seraya tersenyum jahil.

“Hyaa.. apa apaan kau Kim Jaejoong! Bisa bisa nya kau membeberkan perasaan ku dengan semudah itu pada Hyunji, kau gila Kim Jaejoong!”

“Lalu kenapa kalau aku gila? Kau mau protes? Bukankah bagus? Kau dan Hyunji bisa bersama kan kalau begitu? Dan kau harus tau, Hyunji masih menyukaimu, jadi perasaanmu terbalaskan.” ucap jaejoong.

“Kau serius? Hyunji masih menyukai ku?” tanya Yunho, Jaejoong pun mengangguk.

“Hmm.. ah ya, aku lupa memberitau. Kau tau? Aku bertemu dengan Euncha, Jung Euncha.. Gadis yang dicintai Changmin.” ucap Jaejoong.

“Nani? Bagaimana bisa? Apa kau mendatangi rumahnya? Atau kau___”

“Kecelakaan.”

“Eh? Apa maksudmu Jaejoong-a?”

“Gadis itu mengalami kecelakaan.”

Deg!

Seketika Yunho terdiam. Apa ia salah dengar? Apa maksud Jaejoong barusan? Kecelakaan??? Apa ia sedang bercanda?

“Jaejoong-a, kau bercanda kan? Bagaimana kau bisa tau bahwa gadis yang mengalami kecelakaan itu adalah gadis yang sama yang dicintai Changmin?”

“Aku tak mungkin salah, Yunho-a. Karena aku… melihat sendiri kecelakaan itu dengan ke dua mataku. Kecelakaan itu terjadi begitu cepat sampai aku tak yakin aku benar benar melihatnya.” ucap Jaejoong, ditatapnya Yunho yang sedang menatapnya tak percaya.

“Dan kau tau? Aku dan Hyunji lah yang membawa gadis itu kerumah sakit. Jadi aku tak mungkin salah karena Hyunji tau betul bahwa gadis itu adalah gadis yang dicintai Changmin.” ucap Jaejoong pelan. Di alihkannya pandangannya kearah jendela yang memang sengaja dibuka oleh Yunho, laki laki itu mencoba mengatasi perasaan aneh yang tiba tiba melandanya.

Sekelebat bayangan mengenai kecelakaan yang dilihatnya mulai bermunculan dan berputar putar dikepala Jaejoong. Dan pikirannya pun melayang pada kejadian dimana kecelakaan itu terjadi.

~Flashback~

Seorang laki laki bernama Kim Jaejoong tengah berjalan keluar dari sebuah cafe didaerah itu bersama seorang wanita, wanita itu adalah sahabatnya, Seo Hyunji.

“Hyunji-a, bagaimana kalau kuantar kau kerumahmu? Ini sudah hampir malam, tidak baik seorang wanita pergi sendirian disaat hari sudah mulai gelap.” tawar Jaejoong.

“Hhmm.. baiklah, kalau begitu antarkan aku ke apartementku.”

“Eh? Ke apartement mu? Aku kira kau tinggal dirumah keluargamu disini.”

“Iee. Aku masih belum sanggup tinggal dirumah, karena dirumah itu tersimpan banyak kenangan tentang Changmin. Jadi aku masih belum sanggup. Dan kau masih ingat kan dimana apartement ku?” tanya Hyunji.

“Hai, aku masih ingat.” Ucap Jaejoong.

“Tapi, bagaimana kalau kita mampir terlebih dahulu ketaman kota? Sudah lama kita tidak kesana karena terlalu sibuk dengan pekerjaan kita masing masing, bukan?” tawar Hyunji.

Jaejoong terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya ia setuju dengan tawaran Hyunji. Jaejoong dan Hyunji pun langsung masuk kedalam mobil Jaejoong dan berangkat menuju taman kota.

Sesampainya disana mereka berdua hanya berjalan jalan mengelilingi taman dalam diam. Keduanya larut dalam pikirannya masing masing.

“Huh, sepertinya kita salah datang ketaman ini sekarang.” ucap Hyunji memecah keheningan, Jaejoong pun menatap heran kearah Hyunji.

“Apa maksudmu?”

“Kau lihat saja kesekeliling kita, tidak ada siapa siapa lagi ditaman ini kecuali kita berdua.” ucap Hyunji.

“Hhmm, sepertinya memang begitu.” timpal Jaejoong. Mereka pun terus melanjutkan jalan mereka dalam diam.

“Hah sudahlah, tak ada gunanya kita berlama lama disini. Kalau begitu antarkan aku pulang sekarang, kau tidak keberatan kan?” tanya Hyunji.

“Baiklah.” ucap Jaejoong. Mereka berdua pun berjalan menuju mobil Jaejoong. Jaejoong pun membukakan pintu mobil untuk Hyunji, disaat Hyunji akan masuk kedalam mobil, Hyunji tiba tiba terdiam seraya melihat kearah pintu keluar taman tersebut. Tempat dimana seorang gadis tengah berjalan keluar dari taman.

“Hyunji? Kau kenapa? Ayo masuk, kenapa kau hanya diam?.” tanya Jaejoong. Namun Hyunji masih bergeming, dia pun menggeleng pelan. Matanya menatap nanar kearah seorang gadis yang tengah berjalan keluar dari taman itu.

“Jaejoong-a, gadis itu.. Aku harus mengejarnya.” ucap Hyunji tiba tiba, suaranya bergetar dan air mata mulai menggenang di pelupuk matanya.

“Eh? Apa maksud____” belum sempat Jaejoong melanjutkan kata katanya, Hyunji telah berlari meninggalkannya.

“Hyaaa Hyunji tunggu dulu.” Jaejoong berteriak, dia pun berlari mengejar Hyunji dengan bingung. Jaejoong berusaha mengejar dan menahan tangan Hyunji. Dan berhasil, Jaejoong berhasil menahan tangan Hyunji. Hyunji pun langsung meronta ronta, mencoba melepaskan tangan Jaejoong yang menahan tangannya.

“Lepaskan aku, Jaejoong. Aku mohon, aku ingin menyelematkannya. Aku ingin menyelamatkan Euncha.” teriak Hyunji.

“Apa maksudmu, Hyunji?” tanya Jaejoong tak mengerti.

“Jaejoong-a, apa kau buta??? Coba kalu lihat didepan sana! Gadis itu, gadis yang akan menyebrang jalan itu adalah Euncha, Jung Euncha! Dan apa kau tidak lihat, hah??? Ada truk yang sedang melaju kearahnya. Apa kau buta, apa kau buta Kim Jaejoong????” teriak Hyunji.

Jaejoong pun melihat kearah depan, dan ia melihat seorang gadis yang tengah menyebrang jalan. Dan saat ia melihat kearah kiri, ia melihat sebuah truk tengah melaju dengan cepat kearah gadis itu. Namun Jaejoong yakin, gadis itu tak sadar akan adanya truk yang tengah melaju kencang kearahnya.

“Jaejoong, lepaskan. Kenapa kau diam saja, hah??? Lepaskan aku! Aku ingin menyelamatkannya.” bentak Hyunji, dia masih terus memberontak karena truk itu terus melaju kencang dan semakin dekat dengan Euncha itu.

“Kau tidak mungkin menyelamatkannya. Kalau kau tetap nekat, kau yang akan tertabrak. Kau jangan gila Seo Hyunji!!” bentak Jaejoong, namun Hyunji masih terus meronta ronta. Hyunji takut.. ia takut, takut dengan apa yang akan terjadi apabila dirinya tak menyelamatkan Euncha.

Hyunji terus memberontak dan mencoba melepaskan tangan Jaejoong yang menahan lengannya, dia benar benar panik karena saat ini jarak truk itu dan Euncha semakin dekat. Ia takut.. Ia ingin menyelamatkan Euncha, namun Jaejoong masih saja menahan lengannya. Dan beberapa detik kemudian, apa yang ditakuti oleh Hyunji terjadi. Kejadian itu terjadi begitu cepat. Begitu cepat sampai ke dua orang itu tak yakin apa yang baru mereka lihat, benar benar terjadi.

Truk itu..

Truk tersebut menghantam tubuh gadis yang bernama Euncha itu dengan keras dan begitu cepat.

Dan gadis itu..

Gadis itu terhempas dengan keras di jalanan, tubuhnya terseret beberapa meter dari tempatnya. Dan darah.. ya, darah segar mengucur dengan deras dari kepalanya yang terbentur aspal.

Sedetik kemudian, suara jeritan terdengar dari mulut seorang wanita bernama Seo Hyunji. Wanita itu menjerit melihat kejadian yang terjadi dihadapannya, jeritan yang terdengar sungguh memilukan.

Tiba tiba Jaejoong merasakan tangannya yang menahan Hyunji terlepas dan ia melihat Hyunji yang berlari dengan cepat kearah seorang gadis yang tak lain adalah Euncha yang tergeletak jalanan dengan tubuh penuh darah seraya terisak.

Jaejoong terdiam, tubuhnya terasa kaku. Ia tak tau harus berbuat apa sekarang. Yang ia tau saat ini adalah bahwa ia baru saja menyaksikan sebuah kecelakaan yang sungguh mengerikan baginya.

Beberapa saat kemudian Jaejoong pun sadar akan satu hal. Truk itu.. Truk yang menabrak gadis itu tak ada, dan satu yang pasti.. pengemudi truk itu melarikan diri. Dan sekarang.. dan sekarang apa yang harus ia lakukan? Apa yang harus Jaejoong lakukan? Apakah ia hanya akan diam?

“Jaejoong-a.. Jaejoong-a cepat tolong aku.” sebuah suara membuyarkan lamunan Jaejoong. Ia pun langsung menoleh kearah sumber suara dan mendapati Hyunji yang tengah tertunduk dijalanan seraya memeluk seseorang yang Jaejoong yakini adalah Euncha.

Dengan cepat Jaejoong pun berlari kearah Hyunji. Dia pun langsung mengangkat tubuh Euncha yang berlumuran darah dan membawa nya dengan cepat menuju mobilnya dengan diikuti oleh Hyunji dibelakangnya.

Hyunji membantu Jaejoong membukakan pintu mobil dan membaringkan Euncha didalam mobil, lebih tepatnya di jok belakang. Jaejoong pun langsung masuk dan duduk dikursi pengemudi, sedangkan Hyunji duduk dijok belakang, memeluk tubuh Euncha seraya menangis dan teris. Jaejoong pun mulai menjalankan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.

~Flashback end~

“Jadi bagaimana keadaan gadis itu sekarang?” tanya Yunho bingung.

“Kritis.. Keadaannya benar benar kritis, Yunho-a.”

“Kritis? Kau serius, Jaejoong? Lalu apa kau sudah menghubungi orang tuanya?”

“Aku lupa memberitahu mu ya? Orang tuanya telah meninggal, keluarga yang ia miliki sekarang hanyalah bibi, paman dan adik laki lakinya. Tapi aku dan Hyunji masih belum bisa memberitaukan keadaan Euncha pada adiknya karena aku dan Hyunji sama sekali belum bertemu dengan adiknya. Jangankan bertemu, memiliki nomor ponsel adik dari Euncha saja tidak. Bahkan aku dan Hyunji sama sekali tak tahu dimana Euncha tinggal.”

“Dan tentang paman dan bibi Euncha.. Mereka tinggal di luar negri sehingga tak mungkin memintanya datang ke Jepang karena mereka pasti takkan percaya begitu saja tentang apa yang terjadi. Dan juga mereka memiliki bisnis yang tak mungkin ditinggalkan” lanjut Jaejoong.

“Eh? Kenapa bisa begitu? Lalu apa yang akan kau dan Hyunji lakukan?”

“Wakaranai.. Aku dan Hyunji benar benar tak tau harus melakukan apa.” (Wakaranai = Aku tidak tau)

“Hhmm.. kalau boleh aku tahu, siapa nama adik Euncha itu? Mungkin saja aku bisa membantu mencarinya.” tawar Yunho.

“Namanya Yoochun… Park Yoochun.”

BRAAKK!!!

Tiba tiba saja pintu kamar Yunho terbuka. Yunho dan Jaejoong pun langsung menoleh kearah sumber suara dan mendapati seseorang tengah berdiri dan terdiam menatap Yunho dan Jaejoong dengan raut kekagetan tergambar jelas diwajahnya.

~TBC~

Ea ea.. hahaha, segini dulu ya chap 2 nya😀

Mianhae kalau terlalu pendek, kkkk

Untuk kei onnie, mianhae onnie.. onnie disini dikit banget. semoga onnie puas dengan chap yg ini >o<

Untuk Nka onnie, onnie.. hhehe, kebanyakan kah onnie disini? semoga onnie suka ^^

Untuk semua readers, please coment. Aku cuma butuh coment kalian kok, gak lebih.

Gomawo ^^

20 thoughts on “Doushite kimi wo suki ni natte shimattan darou? Chap 2

  1. annyeong reader bru🙂
    aq g rla min ny mninggl T.T
    hyunji cptlh jdian ma uno😄
    mnrtqu nt jj jdny ma eunca /plak
    nyo lnjt😀

    • annyeong😀
      hueee… chingu salah admin di fan3less ya? admin min kan?
      Wah senengnya, ff ku dibaca sama author senior kaya chingu >o<
      gomawo chingu udh mau baca ff ku😀

  2. Jjessie72 berkata:

    Hhaha.. Krendzz >o<
    aqu suka.. Suka..
    Tau aja klw aq suka ma uno jga..
    Tp ttp cinta.a ma jj..

    akhr.a hyunji ktmu ma jj jga..
    Truz dpluk..
    Wlau hrz mratapi kmatian namdongsaeng sndri..😥
    msh ga rela c.min is dead..

    Kpn hyunji ktmu ma uno??
    C.abang knp aneh gtu sih??
    =.="
    cpetan tembak c.hyunji bang..

    c.euncha msh skarat apa udah…??
    *lngsng dtendang ma euncha*
    hhaha..

    • loh? onnie suka sama yunho oppa juga?
      wahaha, pas banget, untung aku bikinnya onnie suka yunho oppa😀
      Kapan hyunji ketemu sama uno? kapan kapan dong eon /Plak
      hhaha.. kalau mau tau, tunggu lanjutannya ya eon😉

  3. kei evilkei berkata:

    kyaaaaa
    jj kenapa gak nolongin aku *ngambek ma jj* *selingkuh k kyu*

    gak papa saeng kalo eon cuma dikit disini.. eon suka kok ceritanya.. ^^
    tapi ada yg salah tulis saeng.. d atas ada nama hyunmi n junsu..

    huahaha
    ngakak deh pas baca si chun yg jadi dongsaeng kei..
    nggak pernah kebayang chun jadi dongsaeng kei..

    gomawo saeng..
    udah muji2 eon n ngelanjutin ni ff..

    • Aaaa mianhae eon, aduh ternyata masih ada yang salah.. itu tadinya namanya hyunmi tapi aku ganti yoora. yang yunho sebenernya tadinya itu junsu. padahal udah aku cek, ternyata masih ada yang salah T^T

      Hahaha..
      sebenernya aku juga ngakak pas bikin chunpa jadi dongsaengnya onnie, tapi akhirnya tetep aku bikin juga chunpa jadi dongsaeng onnie xD

      Ne, sama sama onnie ^^

      • kei evilkei berkata:

        tapi…
        kan marganya eon itu jung..
        nah..
        marganya chun kok malah park??
        eon bingung *garuk2 pala minie*

    • iya eon, emg bener bener tragis nasib euncha. ckck ==a
      siapa yg ngebuka pintu? aku dong eon yg ngebuka pintu, aku kan mau ngunjungin suami ku *baca: jae* / plak xD
      haha, kalau penasaran tunggu lanjutannya ya eon😀
      gomawo udah baca and coment ^^

  4. awalnya bbingung ma ni cerita jd hrs balik lg baca yg chap 1.

    jgn blng klo tar cewenya ma jae?

    btw mau tnya ni ceritanya mereka org jepang asli apa ada campuran koreanya? cos ada dialog yg pke akhiran -a
    setauku klo akhiran di jepang itu -san *mian klo salah*

    cpt lanjut jgn lama2😀

    • hhehe, mian eon bikin onnie bingung >o<

      cewe itu sama jae? masa sih eon? haha, kita lihat saja nanti😀

      Semuanya orang korea tapi ada beberapa cast yg aku buat campuran jepang and korea. dan mereka tinggal dijepang, kalau lagi ngobrol bareng mereka suka pake panggilan akrab kaya misalnya jaejoong-a, bukan jaejoong-kun. kalau yg belakangnya -san itu biasanya kalau mereka baru kenal atau belum deket *kalau gk salah*

      ne eon, tapi aku gak janji cepet soalnya lagi ngelanjutin ff yaoi. kkkk / plak
      ditunggu saja ya eon😀

  5. teph berkata:

    diih sebel lg rame2ny jg >.< kayany yg lg nguping ade-ny jj..naah adekny jj kyny knal nih sm yoochun..pnasaraaaann..uda ad lnjutanny blm si?

    • Huaaa mianhae chingu udah bikin sebel >o<
      adeknya jj? masa sih chingu? / plak
      lanjutannya lagi dalam proses. soalnya lagi ngelanjutin ff ku yang satu lagi, yang Does she love me ^^
      penasaran ya? tunggu aja lanjutannya, oke? / plak
      kkk~ makasih udah baca and coment😀

  6. TriaJJcassie berkata:

    Lanjuut, penasrn. Yg bka pintu itu Yoora kn?
    ¤ Sotoy ¤, tp aku bingung cingu, mang kalo sepupuan Marganya suka beda ya?
    Oia blh kritik dikit? Iee tu setau ku nulisnya gini deh ‘Iie’, tp molla jg sih biz dah lama ga bljr bhsa jepang lagi he he.
    Trs seingatku embel2 san itu jga bsa d gunakn dlm bhsa formal cingu, jd bkn cma buat s’sorng yg bru di kenal aja….

  7. linasuhadi berkata:

    Agak rada2 bingung d chap ini..
    Knp kk nya minie cri euncha..
    Benci kah ama euncha krna gr2 euncha, minnie ga terapi..
    Aih..bgng..
    D tggu chap slnjutnya ya thor..
    Smgt thor…

  8. kasian bgt eunchaaa~ hiks hiks…
    tp koq aneh deh thor. namanya euncah jung euncha, koq adiknya park yoochun? seharusnya dy sodaraan sama yunho.

    o y, yg buka pintu siapa? jgn2 chunie y?
    next partnya donggggg >_<

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s