Does She Love me? Chap 2


Tittle: Does she love me?

Author: Jaehyunmi a.k.a Lee Hyunmi

Genre: Rommance

Rating: PG

Cast: Shim Changmin, Park Shunyoung and other

CHAPTER 1

****


Seorang namja bernama Shim Changmin terlihat tengah duduk ditempat duduknya dalam diam, ia terlihat asik berkutat dengan pikirannya. Tak dipedulikannya seonsaengnim yang sedang mengajar dikelas, dia pun tetap diam, berpikir keras dan terlarut dalam dunia nya sendiri.

“Jujurlah pada perasaan mu, Minnie-a. Sebelum kau menyesal nantinya.”
“Kau menyukainya kan? Park Shunyoung, teman sebangku mu itu?”
“Jangan terlalu lama berpikir, aku tau kau menyukainya. Terlihat dari mata dan bahasa tubuhmu.”


Ya, kejadian siang tadi dikantin terus berputar putar dikepala Changmin. Ucapan Yoochun dan juga senyum misterius yang dilayangkan Yoochun padanya membuat Changmin bingung. Ia tak mengerti.

Ada apa dengan Yoochun? Mengapa ia bisa tau tentang semuanya? Tentang perasaannya yang… oke, Changmin akui bahwa ia ternyata menyukai teman sebangkunya yang bernama Park Shunyoung itu. Tapi, begitu terbacakah perasaan Changmin pada Shunyoung diwajahnya oleh Yoochun?

Bukan hanya itu, Changmin benar benar merasa heran pada Yoochun. Kenapa Yoochun bisa tau tentang Shunyoung? Bukankah Shunyoung tidak termaksud dalam kalangan yeoja yang terkenal di sekolahnya? Oke, Changmin akui bahwa Yoochun adalah salah satu namja yang selalu dielu-elukan namanya disekolahnya oleh para yeoja dan Changmin pun tau, Yoochun bisa dengan mudah mengetahui tentang Shunyoung dari para fans gilanya yang rela melakukan apapun untuknya.

Tapi yang Changmin tak mengerti, mengapa Yoochun rela meluangkan waktunya yang sibuk itu hanya untuk sekedar mencari informasi tentang Shunyoung? Bukankah aneh seorang Park Yoochun mencari informasi tentang seorang yeoja biasa bernama Park Shunyoung? Itu benar benar bukan kebiasaan Yoochun.

Changmin pun terus bergelut dengan pikirannya sendiri, namun ia masih tak menemukan jawaban atas pertanyaan pertanyaannya. Ia mulai frustasi.

BRAAKK!!!


“Aaarrgghh… Aku tidak peduli, itu tidak penting dan itu bukanlah urusanku!” tanpa Changmin sadari, ia memukul mejanya seraya berteriak keras. Diacak acaknya rambutnya dengan frustasi.

“Shim Changmin!” tiba tiba sebuah suara keras dan dingin membuat Changmin tersadar dari lamunan dan pikirannya, saat itu juga ia sadar dengan apa yang barusan ia lakukan. Ia memukul meja dan berteriak keras ditengah tengah pelajaran! Dan lebih parahnya lagi, semua siswa, siswi dan seonsaengnim (lagi lagi) sedang melihat kearahnya.


Changmin pun langsung mengumpat dalam hatinya, kenapa ia bisa begitu sial? Hari ini, sudah dua kali ia dimarahi oleh guru yang sedang mengajar dikelasnya. Yang pertama karna ia tetidur dikelas dan kedua karna tanpa sadar dia berteriak dan memukul mejanya.

“Shim Changmin! Bisa kau jelaskan mengapa kau berteriak dan bahkan sampai memukul meja dengan keras disaat saya mengajar?” sebuah pertanyaan dari Lee seonsaengnim kembali menyadarkan Changmin dari lamunannya.

Lee seonsaengnim menatap Changmin tajam. “Oh saya tau.. Apa karna kamu merupakan siswa paling pintar disekolah ini, kamu merasa lebih hebat dari saya, begitu? Kamu merasa pelajaran yang saya terangkan ini tidak penting, begitu Shim Changmin?” Tanya Lee seonsaengnim dengan nada yang sungguh menusuk hati.

Changmin memberanikan diri melirik kearah Lee seonsaengnim yang masih menatapnya tajam, keringat dingin mulai mengucur dari dahinya. ‘Shit! Kenapa aku bisa sesial ini sih???’ batin Changmin.

“Lee seonsaengnim, mianhae.. bukan maksudku untuk ikut campur. Tapi.. tolong jangan salahkan Changmin, dia tidak bersalah.” Ucapan seorang yeoja disebelah Changmin membuat Changmin menoleh kearahnya. Didapatinya Shunyoung yang tengah menatap Lee seonsaengnim.

“Apa maksud perkataanmu barusan, Park Shunyoung?” tanya Lee seonsaengnim. Shunyoung melirik kearah Changmin sebentar dan kembali menatap Lee seonsaengnim. Dia pun mengangguk pasti.

“Ne, seonsaengnim. Sejujurnya.. tadi aku lah yang membuat Changmin sampai berteriak bahkan memukul meja dengan keras. Itu karena aku memaksa Changmin mengajariku pelajaran yang sedang seonsaengnim ajarkan tadi karna aku tak mengerti. Changmin menolak, tapi aku memaksa. Dan akhirnya Changmin kesal dan berbuat seperti tadi. Jadi jangan salahkan Changmin, Lee seonsaengnim. Aku yang salah.”

Deg!

Jantung Changmin terasa berhenti berdetak mendengar ucapan Shunyoung barusan. Apa ia salah dengar? Apa mungkin ia bermimpi?

Seorang Park Shunyoung.. orang yang tak pernah akur dengannya, tiba tiba rela berbohong hanya demi menyelematkannya dari hukuman yang pasti akan diberikan Lee seonsaengnim padanya.

“Kau tidak berbohong, Park Shunyoung? Karna kau tau kan apa akibatnya bila ada murid yang ketahuan berbohong hanya demi menyelamatkan temannya?” Tanya Lee seonsaengnim.

Shunyoung menelan ludah dengan susah payah, dikumpulkannya keberanian dan kembali menatap Lee seonsaengnim. “Ne seonsaengnim, aku tidak berbohong.” bohong Shunyoung. Lee seonsaengnim pun langsung menatap tajam kearah Changmin.

“Apa benar yang dikatakan oleh Shunyoung barusan, Shim Changmin?” pertanyaan Lee seonsaengnim secara tiba tiba itu membuat  Changmin bingung harus menjawab apa. Diliriknya Shunyoung yang sedang menatapnya tajam seakan akan menyuruhnya mengangguk.

Dengan ragu, Changmin pun mengangguk. “Ne seonsaengnim. Itu semua benar.” ucap Changmin. Lee seonsaengnim menatap tajam kearah Changmin dan Shunyoung secara bergantian, setelah itu ia kembali kedepan kelas tanpa bicara apa pun.

“Baiklah anak anak.. kita lanjutkan pelaja….” ucapan Lee seonsaengnim terputus karna tiba tiba bel berbunyi yang menandakan bahwa pelajaran hari itu telah selesai. Lee seonsaengnim mendesah pasrah.

“Baiklah.. sepertinya memang cukup sampai disini pelajaran hari ini. Sekarang kalian boleh pulang.” ucap Lee seonsaengnim pasrah, dia pun bergegas keluar kelas dan diikuti oleh siswa siswi lainnya.

“Park Shunyoung tunggu.” Changmin menahan lengan Shunyoung disaat Shunyoung hendak beranjak dari kursinya. Shunyoung menatap Changmin bingung.

“Waeyo? Ada yang salah?” Tanya Shunyoung.

Changmin pun langsung mengangguk. “Tentu saja.” ucap Changmin, ditatapnya Shunyoung tepat kemaniak matanya. Jantung Changmin kembali berdetak keras tanpa ia sadari. Shunyoung pun balas menatapnya.

Tiba tiba saja Changmin merasa suhu udara disekitar dirinya dan Shunyoung berubah drastis, berubah menjadi lebih panas atau apalah Changmin tak mengerti. Suasana pun hening karna dikelas itu tidak ada siapa siapa lagi kecuali dirinya dan Shunyoung.

Diperhatikannya yeoja yang ada dihadapannya dengan seksama. Matanya.. Hidungnya.. Pipinya.. dan juga bibirnya yang merah. Yeoja dihadapannya terlihat begitu cantik.

“Changmin-a, apa yang sedang kau lakukan?” sebuah suara yang sudah tak asing lagi Changmin membuat tersadar dari lamunannya, siapa lagi kalau bukan suara milik salah satu sahabatnya, Kim Jaejoong.  Dengan cepat, Changmin pun melepaskannya tangannya yang menahan lengan Shunyoung.

Dan benar saja, saat Changmin menoleh kearah sumber suara, terlihatlah 4 orang namja berjalan menghampirinya dan juga Shunyoung dengan raut wajah bingung. Mereka adalah Jaejoong, Yunho, Yoochun dan Junsu.

“Ah, hyung. Mengagetkanku saja.” ucap Changmin setelah ke 4 namja itu sudah berada disamping Changmin.

“Mianhae kalau kami mengangetkanmu.” ucap salah seorang dari ke 4 namja itu yang bernama Yunho.

Changmin pun mengangguk, diliriknya Shunyoung yang terlihat sedang menatap… Yoochun dengan ekspresi yang sulit diartikan, Yoochun pun juga menatap Shunyong. Mereka berdua terlihat seakan akan sedang berkomunikasi lewat mata.

Dan entah mengapa, hal itu membuat Changmin marah. Ia tak suka Shunyoung menatap Yoochun seperti itu, terlebih Yoochun juga sedang menatap Shunyoung. Dikepalkan tangannya kesal, mencoba menahan amarah.

“Changmin-a, kau kenapa?” Tanya Jaejoong heran karena melihat ekspresi Changmin yang tiba tiba saja berubah.

Changmin pun menggeleng. “Ah, aniyo hyung.” bohong Changmin.

“Ah iya, siapa yeoja ini? Pacar baru mu kah, Minnie-a?” celetuk Junsu yang berhasil membuat Shunyoung dan Changmin kaget.

“Aniyo!” ucap Changmin dan Shunyoung bersamaan. Semuanya (kecuali Yoochun) menatap Changmin dan yeoja disebelahnya (baca: Shunyoung) dengan ekspresi bingung. Sedangkan Yoochun terlihat tersenyum penuh arti.

“Lalu, kenapa tadi kami lihat kau memegang lengannya? Dan kalian bertatapan seperti itu? Kau tau kan, tatapan penuh cinta dari seorang namja pada seorang yeoja, begitu juga sebaliknya.” kali ini Yoochun yang angkat bicara setelah dari tadi ia hanya diam, menonton seraya tersenyum penuh arti.

Dan kata kata Yoochun itu berhasil membuat Changmin dan Shunyoung terdiam. Jantung Changmin kembali berdetak diluar kendali mendengar ucapan Yoochun barusan. Diliriknya Shunyoung yang tengah menunduk dengan pipi yang memerah, Changmin pun kembali menatap Jaejoong, Yunho, Yoochun dan Junsu dengan gugup.

“A-aniyo. Tadi aku.. tadi aku hanya ingin berterima kasih padanya, hyung. Lagi pula.. selama disini aku belum memiliki pacar.” ucap Changmin, yang lain pun mengangguk mengerti.

“Kalau begitu, bagaimana kalau kau mengenalkan yeoja itu pada kami, Minnie-a?” saran Jaejoong. Changmin pun mengangguk.

“Jaejoong hyung, Yunho hyung, Yoochun hyung, Junsu hyung, kenalkan ini Park Shunyoung, teman sebangku ku. Shunyoung, kau pasti tau mereka kan tanpa perlu aku beritau?” Tanya Changmin, Shuunyoun pun mengangguk. Setelah itu mereka berkenalan.

“Uumm.. mianhae Changmin-a, mianhae Jaejoong sunbae, Yunho sunbae, Junsu sunbae dan.. umm Yoochun sunbae, sepertinya aku harus pulang sekarang. Ini sudah sore, aku takut membuat umma ku khawatir. Kalau begitu, aku permisi.” ucap Shunyoung.

“Perlu kuantar, Shunyoung-a?” Tanya Yoochun tiba tiba.

“Mwo? Hyung bilang tadi apa? Shunyoung-a?” Tanya Changmin heran, semuanya pun ikut heran. Yoochun dan Shunyoung terlihat kebingungan.

“Ah um.. itu.. maksudku, Shunyoung-ssi. Mianhae, aku salah ngomong.” ucap Yoochun. Yang lainnya pun mengangguk, kecuali Changmin yang masih tetap menatap Yoochun curiga.

“Um, gomawo atas tawarannya, Yoochun sunbae. Tapi aku bisa pulang sendiri, kalau begitu aku permisi.” Shunyoung pun langsung bergegas pergi dari situ.

“Jaejoong hyung, Yunho hyung, Junsu-a, Minnie-a.. sepertinya aku juga harus pulang sekarang. Aku baru ingat kalau malam ini umma ku memintaku menemaninya ke pesta temannya, jadi aku harus pulang. Kalau begitu, sampai jumpa.” ucap Yoochun, dia pun berlari meninggalkan Jaejoong, Yunho, Junsu dan Changmin yang menatapnya curiga.


***

Changmin merebahkan tubuhnya ditempat tidur, entah mengapa minggu minggu belakangan ini merasa terbebani akan sesuatu. Sesuatu yang membuat Changmin bingung.

Shunyoung.. Park Shunyoung..

Changmin benar benar tak pernah mengerti dengan yeoja itu. Yeoja itu seperti mempermainkan dirinya. Terkadang ia bersikap benar benar baik, tapi tak jarang yeoja itu bersikap begitu dingin padanya, yeoja itu pun juga seringkali terlihat menghindar darinya. Tentu saja menghindarinya tanpa alasan.

Dan ada beberapa hal lagi yang membuat Changmin tak mengerti. Tentang hubungan Yoochun dengan yeoja yang disukainya itu. Entah mengapa, akhir akhir ini mereka terlihat akrab dan seperti menyembunyikan sesuatu darinya.

Bukan hanya mereka, Junsu, Yunho, dan Jaejoong pun juga bersikap seperti itu. Tak jarang Changmin memergoki Jaejoong, Yunho, Junsu dan Yoochun sedang membicarakan sesuatu tanpa mengajaknya bergabung.

Namun disaat Changmin mendekat dan mencoba bergangung, mereka terlihat seperti menutupi sesuatu. Mereka dengan cepat langsung mengganti topic pembicaraan seraya tersenyum gugup ataupun tertawa garing.

“Every day and night with you.. Chiisana kimino te wo nigirishimerukara.” tiba tiba ponsel Changmin berbunyi, diambilnya ponsel miliknya dan melihat sebuah nama tertera dilayar ponsel tersebut,

Dengan malas, Changmin pun mengangkat telponnya. “Yeobosyeo.” ucap Changmin setelah ia mengangkat telepon.

“Wae, Jaejoong hyung? Mwo? Sekarang? Dimana? Ah tapi aku malas, hyung. Ya, tapi hyung….” ucapan Changmin terhenti karena orang yang menelponnya barusan langsung mematikan telponnya dan melempar ponselnya kesamping dirinya.

Dengan kesal, Changmin pun turun dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari pakaian. Dia memilih beberapa baju dan memakainya. Setelah siap, dia pun mengambil ponsel, dompet dan kunci mobilnya dan berangkat menuju tempat yang telah diberitahu oleh Jaejoong ditelpon.

***


Changmin melangkahkan kakinya dengan cepat kedalam sebuah café yang terletak disebuah mall terbesar di Seoul. Diedarkan pandangannya keseluruh penjuru café yang terbilang cukup luas itu.

Beberapa yeoja yang berada didalam café itu pun menatap Changmin dengan penuh kekaguman.

Ya, tentu saja. Itulah Changmin, dimana saja pasti selalu menjadi pusat perhatian. Walaupun sekarang ia hanya memakai kaos putih biasa yang dipadukan dengan kemeja merah kotak kotak, celana jeans, dan kacamata hitam, ia tetap menjadi pusat perhatian.

Tiba tiba 3 orang namja yang duduk disudut café melambaikan tangannya pada Changmin, Changmin dengan cepat berjalan menuju ke 3 namja itu seraya tersenyum pada yeoja yeoja yang sedari tadi memperhatikannya. Yeoja yeoja itu pun langsung berteriak dan berbisik satu sama lain saat Changmin tersenyum pada mereka.

“Annyeong, hyung. Mianhae lama, jalanan macet.” jelas Changmin, dia pun duduk disalah satu bangku yang masih kosong dimeja itu.

“Ne, tenang saja. Kami juga baru datang.” ucap salah satu namja bernama Yunho. Changmin pun tersenyum.

“Hhaha, kau benar benar eksis, Minnie-a.” ucap salah satu namja yang bernama Jaejoong seraya tertawa renyah.

“Mwo? Aku? Ah yang benar saja, hyung.” ucap Changmin seraya terkekeh.

“Benar yang dikatakan Jaejoong hyung, Minnie-a. Coba lihat kesekelilingmu. Semua yeoja di café ini langsung melihat kearah tempat kita begitu kau datang.” ucap salah satu namja lain yang bernama Junsu. Changmin pun tertawa mendengar ucapan hyung hyungnya.

“Aish, aniyo, hyung. Mereka melihat kesini bukan karna aku, mungkin saja kan mereka melihat kesini karna terpesona dengan keimutan mu hyung, atau karena ketampanan Yunho hyung dan mungkin saja karena mereka iri dengan wajah cantik Jaejoong hyung.” ucap Changmin santai.

“Mwo? Apa kau bilang, Minnie-a? Kau bilang aku apa? Cantik???” tanya Jaejoong tajam, yang ditanya pun hanya tertawa.

“Hhehe.. just kidding, hyung. Begitu saja marah. Ah iya, dimana Yoochun hyung?” tanya Changmin. Mendadak Yunho, Jaejoong dan Junsu terdiam dan saling melirik satu sama lain.

“Hyung, kenapa diam?” tanya Changmin.

“Ah aniyo.” ucap Yunho cepat, dia pun memanggil pelayan café itu lalu memesan minuman untuk mereka ber 4.

“Yoochun sedang pergi, jadi dia tidak bisa ikut.” ucap Jaejoong.

“Lagi? Aish, ini sudah kesekian kalinya Yoochun hyung tidak ikut kita keluar bersama lagi.” ucap Changmin kesal.

“Sabarlah Minnie-a, kau tau kan Yoochun itu orangnya memang suka sibuk. Dan katanya dia memang benar benar tak bisa ikut karna harus menemui…”

“Shunyoung lagi kan?” potong Changmin dingin. Semuanya pun langsung terdiam mendengar ucapan Changmin barusan.

“Mungkin saja, tak ada yang tau pasti.” ucap Yunho seraya mengalihkan pandangannya saat, Changmin pun menatap ke 3 temannya itu curiga.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Ada hubungan apakah Yoochun dan Shunyoung?

Dan mengapa Yunho, Jaejoong, Junsu dan Yoochun seakan akan merahasiakan sesuatu dari Changmin?

Kalau mau tau, tunggu chap selanjutnya ^^

Kkkk~ Oiya, sekali lagi please coment. Hargai saya, karena saya buat lanjutan ini dalam waktu beberapa jam disela sela kesibukan sekolah saya dan dengan keadaan yang gak ada mood sama sekali buat bikin ff.

Dan maaf kalau chap ini kependekan T^T

Gomawo🙂

Untuk Ama onnie: Onnie.. ini lanjutannya, hhehe maaf kalau tambah gak memuaskan. Semoga onnie suka ^^

27 thoughts on “Does She Love me? Chap 2

  1. ama chan berkata:

    gethok saeng..gpp saeng..eon sgt puaaaas..
    *duh..musti blg mian dlu ke elly eon n vha eon thu..><

    khan sbk jd..ama ngerasa ni ud pas aj..jd g sbr pngen tau uchun ngapain…
    *tnang min..ama pdmu..

  2. kei evilkei berkata:

    @ama:
    ama emang pada min
    tapi min pada eon
    hoho

    huwaaaaaa
    eon penasaran saeng..
    apa sebenarnya hubungan yoochun ma shunyoung..

    SR
    hargai authornya ya..
    coment plis..

  3. ama chan berkata:

    =,=” ama jg bgung..hub. ma uchun oppa apaan??
    g d ujan g d angin eh tiba2 youngie ma uchun??
    bner2 bikin pnasaran..

  4. Itu si uchun pacaran sama shunyoung diem2 ato di tunangin ma ortu mereka ato mereka rencanain sesuatu buat changmin sakit hati?uno,jae sama su kok diem aja malah nutupin dr changmin sih?cpt lanjut and bikin yg puanjaaaaaaaang ok?hehehe

  5. Jjessie72 berkata:

    Changmin pabbo bgt =.=”
    mrah2 gaje dklz sndrian..
    Ckckck.. Untung ada shunyoung yg baik hti dn tidk sombong..
    Hhahaha

    hyaaa.. Shunyoung ma uchun??
    Eah gpp.. Biar min ma aq ajah..
    kkekeke

  6. nimashinki berkata:

    si yoochun tuh pacaran ama sunyoung ya? kayaknya sih *sotoy*
    changmin bakal ada saingan nih..
    wah tadi si oppa marah dibilang cantik ama changmin.. hehehe
    changmin bener2 ganteng ya… sampe semuanya ngeliatin changmin..

    lanjuuuuuuuuuuut😀

    • yoochun pacaran sama shunyoung? yg bener eon? hahaha.. itu rahasia.😛
      iya dong eon, minpa kan emg ganteng😀
      sip deh eon, ditunggu aja ya eon lanjutannya ^^

  7. Queen_Bee berkata:

    Ada apa sich antara uchun sama sun y0ung??? Pacaran??s0daraan???
    Sabar Yaw Minnie,, ada n0ona disini,, *diLempar sendaL*

  8. CassiELF115 berkata:

    ah, ntar si shinyoung ma minnie kan?
    kira2 apa ya hub antara shinyoung ma chun?
    q barusan baca part 3, tp lum nemu hubungan’y…
    apa aku yg terlalu babo aja ya…?
    hahaha……

  9. Asri berkata:

    Hemm….. jgn2 uchun ma Shunyoung abang ade???? lbh meyakinkan jd abang ade sh,.. ato paling banter spu2an…^^

  10. duuhhhhhhh……… pnsaran nehhh, kmna yaa chunnie oppa, nemuin spa???????
    Shunyoung kc???????/ rncana afu neih yg dilakuin chunnie oppa n the geng..ckjckck
    bkin aq cmbru za… slah2, mian, mksdnya chngmin gtu………..heheh

  11. shunyoung ama chunie hubungannya apa sih? tunangan? mantan pacar? temen dr kecil? apa jgn2 msh sodaraan? secara namanya sama2 park.
    trus ngapain coba si yunjaesu malah ngerahasiain sesuatu gtu dari minnie? bkn org bete aja. kan gk enak jd org 1″nya yg gk tw apa2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s