For Us (The Sequel of My Step Dongsaeng)


Title:              For Us (The Sequel of My Step Dongsaeng)

Author:        Kei Evilkei

Genre :        Straight, Romance

Length:      1shoot

Rating :       No NC


Cast:

Kei Evilkei as Jung Eun Cha

Shim Changmin as Kim Chang Min

Kim Key Bum ‘SHINee’ as Ki Bum

 


Annyeong readers~

Ini dia sekuelnya ff My Step Dongsaeng

Mianhe kalo kei kelamaan buatnya…

Kei sempat mandek ide buatnya.

 


^ The Story ^

 

“Ngggghhhhhh… Mi…nie…”

 

“Hmmm”

 

Minie melepaskan tautan bibir kami lalu menjilat bibir bawahku. Aku membuka kedua mataku.

 

“Aku ada kuliah pagi”

 

“Mau aku mandiin?”


PLETAK

 

“Awwww…”

 

“Dasar yadong”

 

Aku langsung mendorongnya menjauh dariku dan membuka selimut yang sejak tadi malam membungkus tubuhku. Aku beranjak dari tempat tidur dan meninggalkan Minie yang masih mengusap-usap kepalanya yang tadi ku jitak ke kamar mandi yang ada di dalam kamarku.

 

*********

 

Sebulan telah berlalu sejak kejadian aku menyerahkan diriku seutuhnya pada dongsaengku. Kebiasaannya membangunkanku setiap pagi memang tidak berubah. Namun caranya membangunkanku yang berubah. Biasanya ia akan mengetuk pintu kamarku. Sekarang,, ia akan memberikanku morning kiss untuk mengembalikanku dari dunia mimpi. Cara yang manis untuk membangunkan seorang yeojachingunya namun cara yang tidak etis menurut orang lain. Karena aku adalah noonanya. Walaupun hanya noona tirinya.

 

Yah… Kami bukanlah saudara kandung melainkan saudara tiri. Hubungan inilah yang membuatku bersikeras pada Minie untuk merahasiakan hubungan kami berdua dari orang lain. Tak ada yang tahu dan tak ada yang menyadarinya karena kami bersikap seperti biasa sebelum kami saling menyatakan perasaan. Namun…. Sampai kapan rahasia ini akan terus tersimpan?

 

“Hmmmm… Sudah sebulan ya…” gumamku tanpa sadar.

 

Sebulan kami berhubungan. Sikapnya yang dulu selalu cuek dan ketus padaku telah berubah. Tentu sajakan, dia sekarang adalah namjachinguku. Sikap cuek dan ketusnya padaku hanyalah topeng untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya padaku. Changmin bahkan memberikan sebuah sebuah cincin yang saat ini berada di leherku tepat sebulan hubungan kami 2 hari yang lalu. Kenapa sebuah cincin berada di leherku? Minie bilang ia akan memasangkan cincin itu dijariku saat orangtua kami merestui hubungan kami. Sebelum hal itu terjadi, ia memasangkan sebuah rantai pada cincin itu dan melingkarkannya di leherku. Ia juga mengatakan kalau aku tak boleh melepaskannya. Karena cincin itu melambangkan perasaan kami. Bila aku melepaskannya, itu berarti aku telah melepaskan perasaanku padanya.

 

CUP

 

Aku merasakan sesuatu menyentuh pipiku. Aku melihat ke samping dan menemukan wajah Minie tepat di depan wajahku. Omoo. Ini kan di kampus.

 

“Minie,, apa yang kau lakukan? Ini di kampus. Bagaimana bila ada yang melihat?”

 

“Kau tidak lihat kalau di kelas ini hanya ada kita berdua?”

 

Aku memandang sekelilingku. Benar apa yang dikatakan Minie padaku. Di kelas ini hanya ada kami berdua.

 

“Kau terlalu asik melamun hingga tak menyadari kalau kuliah telah berakhir dan semua temanmu telah meninggalkan kelas”

 

“Eh?”. Jadi kelas sudah selesai? Bagaimana bisa aku tak menyadarinya??

 

“Apa yang kau lamunkan? Apa kau melamunkan namjachingumu yang tampan ini?”

 

“Aishhh… Jangan kege-eran deh”

 

“Tapi mengapa wajahmu memerah, chagiya?”

 

“Yak!! Sudah ku bilang jangan memanggilku seperti itu di depan umum!” kesalku padanya.

 

“Ayo pulang”

 

Ia tidak menanggapi kekesalanku dan malah menggenggam tanganku. Aku berusaha melepaskan genggaman tangannya, tapi tidak bisa karena genggamannya yang sangat erat.

 

Disepanjang perjalanan menuju tempat parkir, semua yeoja yang berpapasan dengan kami berbisik-bisik. Mungkin mereka heran melihat kami yang bergenggaman tangan. Karena biasanya Minie tak pernah seperti ini padaku. Selama sebulan kami berpacaran, kami tidak pernah memperlihatkan kemesraan kami di depan umum walau hanya berpegangan tangan seperti sekarang. Jadi, wajar saja kalau para yeoja itu heran dan memandangku dengan sinis.

 

Haaahhh

 

Aku harus mempersiapkan diri untuk besok. Berita ini pasti kan menyebar dengan cepat di kampusku. Mungkin aku harus mengadakan konferensi pers terhadap para yeoja itu.

 

*********

 

Chang Min yang melihat yeojachingunya hanya diam saja di dalam mobilnya sambil melihat ke luar jendela jadi bingung sendiri. Karena biasanya yeojanya itu sangatlah cerewet. Eun Cha akan menceritakan apa saja yang telah ia lakukan selama di kampus. Chang Min lalu menghentikan laju mobilnya di depan sebuah toko cake & chocolate.

 

Chang Min mengelus puncak kepala Euncha yang membuat yeoja itu berpaling ke namja di sampingnya yang sedang terseyum manis.

 

“Kita sudah sampai Minie?”

 

“Kau melamun lagi chagiya? Kau tidak sadar kita berada dimana?”

 

Euncha mengalihkan pandangan matanya dan menatap keadaan luar yang terhalang kaca mobil. Ia mengernyitkan alisnya saat melihat ke samping. Bukan rumahnya. Yang ditemukannya adalah sebuah toko yang sering ia kunjungi.

 

“Kenapa kita ke sini?”

 

Minie tak menjawab pertanyaan Eun Cha dan memilih keluar dari mobilnya. Eun Cha semakin bingung dengan kelakuan dongsaeng sekaligus namjachingunya. Minie berjalan menuju Eun Cha dan membukakan pintu mobil untuk Eun Cha.

 

“Ayo” Chang Min mengajak Eun Cha seraya mengulurkan tangannya pada Eun Cha.

 

“Kemana?” tanya Eun Cha yang masih diliputi kebingungan.

 

“Aku ingin membelikan coklat untukmu chagi”

 

“Tapi… Aku…”

 

Belum sempat Eun Cha menyelesaikan perkataannya, Chang Min telah memotong perkataan Eun Cha.

 

“Kau ingin aku menggendongmu?”

 

“Aish..”

 

Eun Cha mengulurkan tangannya ke tangan Chang Min yang menyambutnya dengan senyuman dan menggenggam tangan Eun Cha. Mereka bergandengan tangan berjalan ke dalam toko. Saat Chang Min membuka pintu toko, aroma kue dan coklat langsung menyergap hidung Eun Cha. Wangi yang sangat ia sukai.

 

Eun Cha langsung menarik Changmin ke dalam toko. Ia sudah tidak sabar ingin melihat-lihat coklat yang ada di dalam toko. Toko itu menyediakan berbagai kue dan coklat, tapi yang paling Eun Cha sukai dari toko itu adalah produk coklatnya.

 

Eun Cha berkeliling toko. Tentu dengan ditemani Chang Min yang masih setia disamping Eun Cha yang asik memilih-milih coklat-coklat yang akan ia beli. Sesekali Eun Cha mengambil sampel coklat yang belum pernah ia coba dan mencicipinya, lalu memberikan setengah coklat yang telah ia gigit pada Chang Min.

 

“Bagaimana?”

 

“Hmmm.. Rasa coklat”

 

“Aishh… Tentu saja rasa coklat. Maksudku, apa kau menyukainya? Atau lebih menyukai yang tadi?”

 

“Kalau kau suka dua-duanya, ambil saja keduanya”

 

“Aku ingin tahu pendapatmu Minie… Mana yang lebih kau suka? Yang ini atau yang tadi?”

 

Changmin nampak berpikir lalu terseyum dan menjawab, “Aku lebih menyukaimu chagi”.

 

“Yak!! Kau ini…”

 

Wajah Eun Cha seketika memerah mendengar pernyataan Chang Min tadi. Namun ia juga sedikit kesal dengan Chang Min yang tidak menjawab pertanyaannya. Eun Cha memajukan bibirnya dan menggeret Chang Min mencari coklat lagi.

 

Eun Cha sudah memilih beberapa coklat yang akan ia bawa pulang. Namun sama sekali tak berbicara pada Chang Min ataupun sekedar enanyakan pendapat Chang Min mengenai coklat. Chang Min hanya tersenyum melihat Eun Cha yang masih mengerucutkan bibirnya tanda ia masih kesal. Ia menggemaskan saat seperti ini, pikir Chang Min.

 

“Annyeong agashi… Sudah lama saya tak melihat anda datang ke toko kami” sambut seorang yeoja di meja kasih.

 

“Annyeong~ Aku sibuk dengan tugas kuliah, jadi tak sempat ke sini”

 

“Anda sudah mencoba beberapa coklat baru kami?”

 

“Ne aku sudah mencobanya. Benar-benar lezat. Aku sampai bingung memilihnya. Aku juga membeli beberapa”

 

“Saya akan memberikan bonus untuk anda karena telah menjadi pelanggan tetap kami”

 

“Benarkah? Kamsahamnida”

 

“Dan… Ini pesanan Tuan Kim untuk anda?”

 

“Tuan Kim? Untukku?”

 

“Ne. Namjachingu anda memesannya kemarin. Ia juga mengatakan kalau akan mengambilnya bersama anda agashi”

 

Eun Cha langsung memandang Chang Min. Chang Min hanya tersenyum lalu membayar pesanannya untuk Eun Cha dan coklat yang tadi dipilih Eun Cha.

 

“Kamsahamnida Tuan Kim. Silahkan berkunjung kembali”

 

“Ne. Pasti”

 

*********

 

Eun Cha melihat pesanan Chang Min untuknya ketika mereka sudah sampai di rumah dan ia tengah berada di dalam kamarnya sendiri. Pembungkusnya sebuah kotak berwarna hitam dengan dihiasi gambar bunga mawar berwarna hijau. Eun Cha tak dapat menahan senyumnya. Ia meraba gambar bunga di kotak itu. Ia tahu bahwa Chang Min lah yang melukis sendiri gambar bunga mawar hijau itu. Karena Eun Cha memang menyukai warna hijau dan Chang Min yang hobinya melukis tentu dengan mudah melakukannya.

 

Eun Cha membuka kotak dan terkejut melihat isinya. “I..ini..”. Euncha tak sanggup lagi mengeluarkan kata-kata dari dalam mulutnya. Sesuatu yang berada di dalam kotak seolah membuatnya tak mampu lagi berkata-kata.

 

Sebuah kue berbentuk bulat dengan diameter 20cm terdapat di dalam kotak. Kue tersebut dihiasi cream berwarna hijau yang pada sisinya dilapisi potongan coklat-coklat tipis yang tebalnya tak sampai 1/2cm yang dipotong melebihi tinggi kue sehingga potongan coklat-coklat tipis itu menyembul keatas. Di atasnya yang juga berlapiskan cream warna hijau, setengah lingkarannya terdapat berbagai buah-buahan yang di sukai Euncha, kiwi dan stroberi, dan setengah lingkaran lagi terdapat tulisan dari coklat, ‘I Love U Euncha. Forever or Never’.

 

Forever or Never.

 

Itulah janji yang diucapkan Minie padanya saat memberikan cincin padaku. Tulisan itu juga yang terdapat pada bagian dalam cincin itu.

 

Forever or Never

Chang Min & Eun Cha

 

“Selamanya Chang Min milik Eun Cha. Jika tidak, maka tak ada seorangpun yang dapat memiliki Chang Min karena Chang Min telah memberikan satu-satunya hati yang ia miliki sepenuhnya pada Eun Cha”. Itu adalah ucapan Minie saat memberikan cincin padaku. Dia telah berubah dari seorang dongsaengku yang cuek dan ketus menjadi seorang namjachinguku yang sangat romantis.

 

KRIET

 

Aku melihat ke arah pintu dan menemukan Minie di sana. Aku langsung meletakkan kue itu di tempat tidurku dan berlari ke arahnya. Aku langsung saja menubruknya.

 

“Wowowo… Pelan-pelan baby..”

 

Aku memeluknya sangat erat. Ia balas dengan sebelah tangannya mengusap puncak kepalaku dan  sebelah tangannya lagi memeluk pinggangku.

 

“Saranghae chagiya”

 

“Eh? Kau memanggilku chagiya? Bukankah kau lebih suka memanggilku Minie, chagi?”

 

“Kau tidak suka?” aku cemberut di dalam pelukannya.

 

“Aniyo. Aku sangat menyukainya”

 

Ucapannya membuatku terseyum dalam di dada bidangnya. Aku sangat mencintai Minie. Minie juga sangat mencintaiku, bahkan melebihi rasa cinta yang kumiliki padanya. Namun kenapa aku selalu ragu akan hubungan kami. Aku takut akan anggapan orang-orang tentang kami. Terutama kedua orangtua kami. Aku takut mereka akan marah dan menyuruh kami mengakhiri hubungan kami. Andwe!! Aku menggelengkan kepalaku. Aku tidak mau itu terjadi. Aku ingin selalu bersama Minie.

 

“Kenapa menggelengkan kepalamu chagi? Kau sakit?”

 

“Ani. Aku tak apa-apa”

 

Kedua orang tua kami yang sedang pergi ke pesta salah satu rekan appa, membuat kami agak leluasa berdua malam itu. Minie mengabadikan kue yang diberikannya padaku dengan kamera handphone-nya. Setelah itu, kami memakan kue bersama dan sesekali berpose di depan kamera.

 

*********

 

Kebahagiaan. Itulah yang kurasakan dan yang selalu Minie berikan padaku selama kami berpacaran. Bukan berarti sebelumnya aku tidak bahagia. Aku juga pernah berpacaran sebelumnya. Aku bahagia waktu berpacaran dengan mantanku itu. Namun kebahagiaan yang kurasakan saat ini berbeda dengan yang kurasakan saat bersama dengan mantanku. Aku merasa kalau Minie adalah orang yang tepat untukku. Aku selalu merasa nyaman saat bersamanya. Walaupun begitu, entah kenapa aku merasa takut. Aku takut kalau ini hanyalah sebuah kebahagiaan yang semu. Aku takut apabila tiba-tiba kebahagiaan ini terenggut dariku. Aku takut bila membayangkan suatu saat Minie tak ada lagi disisiku. Dan ketakutanku terbukti setelah tiga bulan kami menjalani hubungan dan menutupinya dari orang lain.

 

“Tunangan??”

 

“Ne. Kau akan bertunangan dengan anak dari salah satu rekan appa”

 

“Tapi aku tidak mencintainya umma. Bagaimana aku bisa bertunangan dengannya?”

 

“Eun Cha.. Chagiya.. Mengertilah.. Kalian berdua kakak-adik. Umma tahu kalian saling mencintai. Umma bukannya tidak setuju dengan hubungan kalian, tapi pikirkan tentang appamu. Bagaimana tanggapan orang lain tentang hubungan kalian? Bagaimana reaksi rekan-rekan bisnis appa bila mengetahuinya? Umma tidak ingin menghancurkan appamu. Kau tahukan kalau appa Minie sangat baik pada kamu, chagi. Dia juga sangat mencintai umma dan kamu”.

 

Aku hanya diam saja menanggapi perkataan umma. Karena semua yang dikatakan umma adalah kebenaran. Apa aku harus melepaskan Minie? Jawabannya tentu saja iya. Aku tak ingin membuat kedua orang tuaku susah karena hubungan kami. Apa aku bisa merelakannya? Aku masih belum tahu jawabannya. Yang pasti aku memang harus melepaskannya demi kebaikanku, dirinya dan kedua orang tuaku.

 

“Baiklah umma. Aku setuju”

 

“Gomawo chagi”

 

Umma langsung memeluk tubuhku erat. Aku hanya bisa terseyum kecut menanggapinya di dalam pelukan umma.

 

*********

 

Malam ini, kami sekeluarga, aku, Minie dan kedua orang tuaku akan makan malam dengan calon tunanganku. Aku gugup sekali malam ini. Bukan karena calon tunanganku dan calon mertuaku. Aku gugup karena takut dengan reaksi Minie saat mengetahui aku akan ditunangkan dengan orang lain.

 

Namun aku tak melihat ekspresi terkejut saat umma memperkenalkan Ki Bum sebagai tunanganku. Jangan-jangan ia sudah tahu kalau aku akan ditunangkan dengan Kibum. Kalau benar ia sudah tahu, kenapa dia diam saja dan tak marah padaku? Apa ia rela aku bertunangan dengan orang lain?

 

*********

 

Hari ini hari minggu. Minie mengajakku keluar. Aku tahu tujuannya untuk meminta penjelasan dariku. Aku sudah mempersiapkan semuanya jauh-jauh hari bila saat ini tiba. Kami duduk di salah satu bangku taman. Sudah sepuluh menit kami duduk di sini. Satu kata pun belum keluar dari mulut kami berdua. Kami asik dengan pikiran kami masing-masing hingga suara dering handphone-ku memecahkan kaesunyian yang tercipta diantara kami berdua.

 

Ki Bum Calling….

 

“Yeoboseyo… Ki Bum-ah”

 

“……”

 

“Aku tidak tahu”

 

“…..”

 

“Belum”

 

“……”

 

“Ne”

 

“…..”

 

“Nanti malam saja ya.. Jemput aku jam 7 di rumah”

 

“….”

 

Setelah berbicara dengan Ki Bum, aku mengembalikan lagi handphone-ku ke dalam tas yang kubawa.

 

“Ki Bum-ah??” tanya Minie.

 

Aku menoleh ke samping memandangnya. Dia memandangku dengan wajah yang bertanya, siapa itu kibum-ah.

 

“Eh? Oh.. Kim Ki Bum” jawabku gugup.

 

Ya ampun.. Kenapa aku bisa keceplosan memangggil Ki Bum dengan Ki Bum-ah sih? Kembali kesunyian menghampiri kami. Namun tak bertahan lama. Karena suaraku memecah kesunyian itu.

 

“Kau sudah tau kalau aku akan ditunangkan dengan Ki Bum sebelum makan malam itu?”

 

“Ne. Appa memberitahukannya padaku saat makan siang bersamanya”

 

“Pantas saja aku tak melihat keterkejutan di wajahmu tadi malam..”

 

“Kata appa, dia tak pernah memaksamu untuk menerima Ki Bum sebagai tunanganmu. Appa hanya ingin kau bertunangan dengan anak rekan kerjanya itu. Karena rekan kerjanya itu adalah sahabat Appa. Appa memberikanmu kebebasan untuk menolaknya. Namun kenapa kau menerimanya? Kau tidak mencintaiku lagi?”

 

“Bukannya aku tak mencintaimu lagi Minie. Namun hubungan kita memang harus berakhir. Aku adalah noonamu. Tak sepantasnya kita yang saat ini telah menjadi kelurga dan saudara mempunyai hubungan kekasih. Orang-orang tak akan menerima semua ini Minie”

 

“Aku tak peduli dengan anggapan orang lain. Aku mencintaimu dan kau juga mencintaiku. Apa dua orang yang saling mencintai tak pantas untuk bersatu? Kita bukanlah saudara kandung? Jadi tak akan ada masalah bila kita mempunyai hubungan lebih dari saudara”.

 

“Lalu,, bagaimana dengan kedua orang tua kita?”

 

“Aku akan menjelaskan semuanya pada mereka. Aku tahu mereka akan mengerti dan akan merestui kita”

 

“Tidak Minie. Aku tak ingin melihat mereka cerai”

 

“Kenapa mereka harus bercerai?”

 

“Tentu saja untuk menjaga nama baik keluarga Minie. Walau aku belum lama mngenal appa, namun aku tahu sifatnya. Ia pasti akan berkorban apa saja untuk orang yang disayanginya. Apalagi bila menyangkut dirimu. Ia pasti akan mengorbankan dirinya termasuk pernikahannya agar bisa melihatmu bahagia. Aku tak mau itu terjadi Minie. Umma-ku baru saja merasakan kebahagiaan bersama appa. Aku tak ingin menjadi orang jahat yang merampas kebahagiaan mereka hanya demi kebahagiannku, Minie. Aku tak bisa melihat mereka yang terpisah satu sama lain dan menderita sementara aku sendiri bahagia bersama denganmu. Aku tak bisa Minie”

 

Eun Cha menangis. Ini pertama kalinya bagi Minie malihat yeojachingunya itu menangis. Langsung saja ia mendekap Eun Cha erat.

 

“Uljima”

 

Eun Cha semakin terisak dalam dekapan Minie. Chang Min mengusap kepalanya dengan sayang. Ia merasa sedih melihat yeojachingunya yang menangis karena dirinya. Apa yang harus ku lakukan?, pikirnya.

 

Setelah tak terdengar isakan keluar dari bibir Eun Cha, Chang Min melonggarkan pelukannya. Ia mengangkat dagu Eun Cha. Terlihat mata Eun Cha yang bengkak akibat menangis tadi dan hidungnya yang juga memerah. Chang Min menatap Eun Cha.

 

“Apa aku harus melepasmu?”

 

“Ne. Itulah yang terbaik” jawab Eun Cha mantap.

 

“Baiklah kalau itu memang maumu. Tapi….” Chang Min menggantungkan kalimatnya.

 

“Tapi…. tapi apa?”

 

“Boleh aku minta ciuman. Ciuman perpisahan”

 

“Ne”

 

Chang Min tanpa ragu mendekatkan wajahnya pada wajah Eun Cha. Eun Cha memejamkan kedua matanya. Mereka berciuman lama. Sebuah ciuman perpisahan dari dua orang yang saling mencintai namun tak dapat menyatukan cinta mereka.

 

^ FIN ^


Next –––––––> Our Love (The Sequel of My Step Dongsaeng & For Us)

 

Special Cast 4 next chap:

Amadorie as Park Shun Young

Chap terakhir di protek.

PW seperti biasa, minta via sms (0899 218 4049) atau fb Kei Evilkei

56 thoughts on “For Us (The Sequel of My Step Dongsaeng)

  1. ama chan berkata:

    hwakakakak..gomawo unn..he he..
    morning kiss??mau..*pletak..nyadar umur donk..=,=”

    keren..bgung dah mo bilang ap lg..he he..
    acungin 2 jempol tangan n kaki buat kei eon..he he..

  2. endingnya kok begini? ==’
    keeeeeeeei cpt publish Our Love (The Sequel of My Step Dongsaeng & For Us) jgn bikin org mati berdiri abis baca ff ini…. kasian tau changminnya….klo ga mau kasih aq aja deh

  3. Jjessie72 berkata:

    Tnyta ujung2.a euncha ma key..
    Tp gpp, drpd min kwin ma nuna.a sndri

    Trz min jgn2 next chap bkal di embat sma ama,
    tp tq apalah drpd min ngjomblo,
    No nc??
    Bgai sayur tnp nasi
    LOL

  4. Jjessie72 berkata:

    Tnyta ujung2.a euncha ma key..
    Tp gpp, drpd min ma nuna.a sndri

    Trz min jgn2 next chap bkal di embat sma ama,
    tp tq apalah drpd min ngjomblo,
    No nc??
    Bgai sayur tnp nasi
    LOL

  5. Huahaha… onnie, sequelnya keren >o<
    Tapi kok euncha sama minpa putus??? T^T
    Kasian minpa nya, gak tega….
    Hhaha.. tapi gpp juga sih. Entar minpa sama ama onnie aja, eon.. *diomelin onnie gara2 nyuruh2*

    Lanjuuttt eon😀

  6. Nimas Ayu | Kim Hyun Rin berkata:

    Tak ada yg bisa memisahkan cinta, waktupun tak kan tega, Euncha dan Changmin bersama, selamanya.

    Yupz mereka itu kan saling cinta, apapun halangan’y kan mereka akan tetap bersma mempertahankan cinta mereka.

    Lanjutan’y cepetan ya unn.. Ga sabar nich…

  7. Huhuhu,, org yg saling m”cntai t”Pshkn? *nan9is dipelukan jae*,,wkwkwk #pletak

    Jwbn changmin gokil beud al ckLt ,,
    Euncha : bAgaimana??
    Changmin : rasa cokLat . . . . .😄

    UnNie lanjuT ,, pnsRan!! ><

  8. Huhuhu,, org yg saling m”cntai t”Pshkn? *nan9is dipelukan jae*,,wkwkwk #pletak

    Jwbn changmin gokil beud al ckLt ,,
    Euncha : bAgaimana??
    Changmin : rasa cokLat . . . . .😄

    UnNie lanjuT ,, pnsRan!! >< ..

  9. Kyaaaaa…..koq euncha ma changmin nyerah gitu ja ceh, harusnya mrka mempertahankan cinta mrka hingga tetes terakhir *ky iklan susu kental manis ja/PLAK*

    Btw, keren bgt ni ff, unn sukaaaaaaa………

  10. Miss kwon berkata:

    Huaaaa
    putus ya????
    Andweeeeeeeeeeee
    hiks hiks hiks
    Lia imnida lam kenal *kok malah kenalan*
    pngen baca lanjutanny
    sukaaaaaaa bgt ma ni ff

    • kei berkata:

      yupz…
      mereka putus chingu..

      kei imnida..
      author nih FF..
      lam kenal chingu..

      kalo mou minta pw untuk lanjutannya,, our love,, sms aja ya ke no nih
      0899 218 4049

  11. niita changminnizer berkata:

    huwaaa..morning kiss tiap pagi..omooo..

    huweee..npa musti d.jodohin sgla sii..mereka rus putus..andwee..

  12. Chaesung berkata:

    G nyangka bgt bkaln pisah !!

    Dri ff yg aku bca tntg ksh cinta adk kakak byasa.y drestuin..

    Kasian eun cha n chngmin . .

  13. changmimi berkata:

    Forever or Never ^^

    Suka banget ama kata2 itu^^

    andai ajah changmin bilang itu padaku🙂
    penasaran nih ama lanjutan’y🙂
    Author Daebak !!😀

  14. ehm ehm ehm

    omona pagi2 dikasih morning kiss sama changmin, mauT^T *manyuninbibirmintadicium* /plak

    pas dikasih coklat sama changmin, aku iri bgt deh pen juga diksh coklat kyk gtu masa-_-a

    seru bgt thor chap yang ini ‘ ‘

    • kei berkata:

      andwae.. itu kan suami2 author di dbsk.. *hug jaemin*

      yaudah kalo gak mau.. kei jual aja dah si chun..
      *tereak pake toa* dijual murah.. di jual murah.. seorang namja bernama park yoochun… bagi yang berminat, silahkan hubungi kei… wkwkwkw *ditimpuk bini2 chun*

  15. shaakimchi berkata:

    yuhuu..another romantic fanfic..!!!🙂
    akhirnya sedih bangeeettt…
    aku harap mereka bisa bersatu lagiii >.<
    ko umma appanya ga marah sih ?
    baik banget dong mereka..
    hmm…

  16. hee hee heee berkata:

    HUAAAAAAAAAAAAA SEDIIIIH !!!
    nanti jadi nya happy ending kaaaan??

    kalo ga happy ending saya tuntung author nya –___–
    *reader ga tau diri ><

  17. d bgean ini romance nya dpt bgt , hem . . Kasian changmin nya d tnggal tnangan . . .
    Gmana ni akhirnya plih siapa ya euncha ? Mending changmin kalo menrut aku mah
    hehe

  18. irma berkata:

    changmin romantis dan so sweet bget..
    ngasi cincin#akujgmau

    aku bgung mau ngmng apa soal Eun cha,
    dia brpkir cukup bijak menurtku..
    tp kasian changmin T.T

    mga aja mrka ga jd pisah

  19. Tiikabluwiy berkata:

    aarrgh knapa jadi sama key,udah sama changmun aja toh sodara tiri ini..komenny galau yak,yg chapter sebelumny aja pake acara gak setuju,hehe mianhae…

  20. Waaahhh…kl blh jujur c crta kyk gni agk bnyk y…
    Tp yg aku sk dr crta ini tuh si mimin yg agk2 bandel tp sweet gtu…astajiiimmm,,kok dongsaeng jmn skrg charming bgt y hahaha.
    Dan euncha jg baik..rela ngelepasin mimin demi ortu ny…

    Thor,,aku penasaran bgt sm ending ny,,ntr aku sms km deh utk mnt password…

  21. chunnie_man berkata:

    Minnie kasihan dirimu ditolak sama noona!!ini crta bgus bgt,emng pcrn yang lbh tua cwe itu lbh bnyk.krn cwenya bs bimbing cwonya ky adil apalagi si minnie juga ade tiri klop deh..next izin bca

  22. wiwied_chan berkata:

    oh.. ada sequel ny lagi yah?
    haduh.. kasihan banget sih akhir cerita cinta mereka berdua.
    secara changmin udah suka sejak pertama kali bertemu dg euncha.
    aigo.. tpi keputusan euncha ada benarny biar orangtua ny nda menderita krn cinta mereka berdua.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s