Doushite Kimi wo Suki ni Natte Shimattan Darou? (Chap 1)


Hallo…

Hhaha.. saya post ff baru lagi nih😀

Silahkan baca, moga suka ^^


Tittle : Doushite kimi wo suki ni natte shimattan darou?

Author : Jaehyunmi a.k.a Lee Hyunmi.

Genre : Romance

Rating : PG

Cast : Kim Jaejoong, Shim Changmin, Jung Eun Cha, Seo Hyun Ji and other

***

~Prolog~

Apakah kalian pernah merasakan yang namanya kehilangan orang yang benar benar berharga dalam hidup kalian? Bila pernah, kalian pasti tau bagaimana rasanya saat orang yang paling berharga dihidup kalian pergi meninggalkan kalian.

Sakit?
Tentu saja, rasanya benar benar sakit..


Dan itulah yang sedang dihadapi oleh seorang yeoja bernama Jung Eun Cha. Dia tahu persis bagaimana sakitnya kehilangan orang yang benar benar berharga dihidupnya.


Putus asa?

Ya, kata itu mungkin cocok untuknya saat ini. Iya benar benar putus asa, frustasi lebih tepatnya..

Kau tau? Mungkin yeoja yang bernama Euncha itu memang manusia yang sempurna, ia memiliki semua yang diimpikan oleh seluruh yeoja didunia. Wajah yang cantik, tinggi tubuh yang proposional, otak yang pintar, dan juga berasal dari keluarga yang cukup terpandang. Namun, apa arti dari semua kesempurnaan itu apabila jiwanya kosong? Hatinya kosong?

Ia bahkan tak memiki semangat lagi untuk hidup. Yang bisa dilakukannya hanyalah menangis dan menangis. Tak dipedulikannya nasihat ataupun perhatian yang diberikan oleh orang orang terdekatnya padanya. Hanya untuknya.


Miris?
Tentu saja. Hal itu benar benar miris.

Yeoja itu tau akan hal itu, ia tau hidupnya benar benar miris. Namun sekali lagi, apa yang bisa ia perbuat? Apa yang bisa ia perbuat untuk meneruskan hidupnya bila orang yang benar benar berharga dan juga merupakan masa depannya sekarang telah pergi meninggalkannya? Pergi meninggalkannya untuk selama lamanya dan takkan kembali?

Dan apakah yang terjadi bila suatu hari, takdir mempertemukannya dengan seorang namja yang tak pernah disangka sangka oleh yeoja itu sebelumnya. Bermula dari rasa kasihan, cinta pun mulai tumbuh dihati namja tersebut. Cinta yang tulus untuk yeoja tersebut.

Namja itu berusaha dengan keras untuk membahagiakan yeoja itu. Mencoba membuat yeoja itu sadar bahwa walaupun orang yang ia cintai telah pergi, mau tidak mau, yeoja itu harus terus menjalani hidupnya seperti layaknya manusia normal lainnya, bukan sebagai mayat hidup yang sama sekali tak memiliki semangat untuk hidup. Namja itu pun mencoba membuat yeoja itu sadar, sadar bahwa dirinya mencintai yeoja itu, mencintainya dengan tulus, tanpa paksaan.

Namun, jalan manakah yang akan dipilih oleh yeoja itu disaat namja tersebut menyatakan perasaannya padanya? Mungkinkah yeoja itu akan memilih jalan yang lain?  Walaupun ia tau bahwa ia akan menyesalinya suatu saat nanti?


Sekali lagi..
Ya.. Sekali lagi Tuhan sedang menguji yeoja itu.

Namun kali ini, apakah yeoja itu dapat melewati segala ujian yang diberikan Tuhan kepadanya? Karna bila ia gagal, ia pasti akan menyesal seumur hidupnya. Menyesal karna lagi lagi, ia tak dapat mengubah takdir yang tuhan berikan padanya dan mungkin ia akan kembali kehilangan seseorang yang berarti dalam hidupnya.

***

Sore itu..

Ditaman itu…

Seorang gadis tengah duduk termenung di salah satu bangku taman sendirian. Ia terdiam, menatap kosong kedepan. Tatapannya menerawang, namun tersirat penderitaan yang cukup dalam dimatanya. Sebuah penderitaan yang harus ia tanggung akibat penyesalannya dimasa lalu. Penyesalannya karna tak sanggup mengubah takdir dan membuatnya kehilangan seseorang yang sangat berharga dihidupnya.

Setetes demi tetes air mata pun jatuh dari pelupuk gadis itu, jatuh membasahi pipinya yang chubby. Diletakkannya tangannya didadanya, rasanya sakit. Dadanya terasa sesak setiap mengingat setiap kenangan indah dimasa lalunya. Kenangan indah bersama seseorang yang sangat berharga dihidupnya.

Sekelebat ingatan pun muncul silih berganti dikepalanya, mulai dari pertemuan pertama gadis itu dengan namja itu, perkenalan mereka, pertemanan mereka, kebersamaan mereka… dan sampailah ingatannya pada sebuah kejadian yang membuat tangisan gadis itu makin menjadi. Sebuah kejadian dimasa lalu yang berhasil merenggut nyawa orang yang benar benar gadis itu cintai..

~Flashback~

Seorang namja duduk disalah satu bangku taman sendirian, menunggu seseorang. Diliriknya jam ditangannya, sebuah jarum panjang menunjuk angka 12 dan sebuah jarum pendek menunjuk keangka 10.

Namja itu pun tersenyum, dirapikannya lagi baju dan rambutnya yang sebenarnya sudah rapi. Dia pun kembali menunggu dengan jantung yang berdetak keras. Entah mengapa, dia merasa benar benar nervous.

Dipikirannya saat ini hanya ada seorang gadis yang benar benar ia sayangi, tak ada yang lain. Senyum gadis itu.. suara tawanya.. wajahnya yang sangat manis dengan pipinya yang chubby.. semua hal itu membuat namja itu kembali tersenyum. Sebuah senyum yang begitu tulus.

Tiba tiba saja namja itu terbatuk batuk, tangannya dia gunakan untuk menutupi mulutnya. Saat ia melihat telapak tangannya, dia tercengang melihat darah mengotori telapak tangannya. Dengan cepat, di ambilnya sapu tangan miliknya disaku kemejanya dan langsung membersihkan noda darah itu ditelapak tangannya.

‘Oh Tuhan.. aku mohon, jangan sekarang.’ Pinta namja itu dengan sangat. Ia takut.. Amat sangat takut..

Changmin-a…” lamunan namja itu seketika buyar disaat seorang gadis berteriak memanggil namanya seraya menghampirinya. Namja itu menatap gadis dihadapannya yang terlihat sedang mengatur nafasnya akibat berlari. Namja itu pun sekali lagi kembali tersenyum. “Tidak, baru saja sampai.” Ucap namja yang dipanggil Changmin itu. Changmin pun dengan cepat memasukkan sapu tangan miliknya kedalam saku kemejanya kembali.

Gadis itu menghela nafas lega, sebuah senyum manis terukir diwajahnya. “Syukurlah, aku kira kau sudah menunggu lama. Mianhae.. tadi aku sempat tersasar, kau kan tau sudah lama aku tidak kembali ke Seoul sejak 4 tahun yang lalu dan aku baru beberapa hari disini jadi aku sedikit lupa dengan jalanan disini yang sudah banyak berubah. Sekali lagi mianhae, Changmin-a.” Gadis itu membungkukkan badannya dan meminta maaf.

“Aish.. sudahlah Euncha, kau tak perlu meminta maaf padaku seperti itu. Lebih baik kita pergi sekarang, bagaimana?” Tanya Changmin, gadis manis yang dipanggil Euncha itu pun memangguk.

Changmin langsung menggenggam jari Euncha erat dan menariknya berjalan beriringan bersamanya menuju kemobilnya. Tanpa Changmin sadari, jantung Euncha berdetak tak karuan saat Changmin menggandeng tangannya.

Minnie-a.” Panggil Euncha setelah mereka ada didalam mobil milik Changmin. Changmin pun melirik kearah Euncha. “Ne?” Tanya Changmin seraya menjalankan mobilnya.

“Apa alasan mu mengajakku ketaman bermain itu? Bukankah masih banyak gadis gadis lain yang bisa kamu ajak? Contohnya saja kau bisa mengajak Hyunji onnie kan?.” Tanya Euncha.

Changmin pun tertawa kecil mendengar pertanyaan Euncha. “Ya Jung Euncha, apa kau lupa? Hyunji noona itu noona ku. Aku masih waras asal kau tau. Mana mungkin aku mengajak kencan noona ku sendiri, kau ini bagaimana?” Tanya Changmin seraya terkekeh.

Seketika mata Euncha membulat. “M.. mwo? Ja.. jadi kau sama saja mengajakku kencan?” Tanya Euncha kaget, ditatapnya Changmin yang masih terus focus menyetir. Namun Euncha tau, Changmin pasti mendengar pertanyaannya.

“Tentu saja.” Ucap Changmin akhirnya, nada bicacaranya tegas namun lembut.

Changmin melirik Euncha yang tertunduk dengan pipi yang bersemu merah, Changmin kembali tersenyum lalu kembali memfokuskan diri menyetir mobil. Sekitar setengah jam kemudian, mereka pun sampai ditaman bermain itu.

Mereka membeli karcis lalu mereka pun masuk kedalam taman bermain seraya bergandengan tangan.

Changmin-a, kita akan mencoba wahana yang mana terlebih dahulu?” Tanya Euncha.

Changmin menatap Euncha sebentar lalu tersenyum lembut. “Terserah padamu saja, aku takkan masalah wahana mana yang akan kita coba terlebih dahulu. Kau saja yang menentukan. Yang pasti.. hari ini kita akan bersenang senang.” Ucap Changmin.

“Hhmm.. baiklah.. Kalau begitu, bagaimana kalau kita naik wahana itu terlebih dahulu?” Tanya Euncha seraya menunjuk sebuah wahana yang.. eerrr… bisa dibilang cukup memacu adrenalin.

Changmin pun mengangguk. Ditariknya Euncha mendekat dan ia pun langsung merangkulnya. “Baiklah, ayo kita naik wahana itu.” ucap Changmin riang, mereka pun berjalan menuju wahana itu dengan Changmin masih merangkul Euncha.

Jantung Euncha pun kembali berdetak keras saat Changmin merangkulnya, namun ia mencoba bersikap normal walaupun rasanya ia ingin sekali berteriak kegirangan karna Changmin merangkulnya.

Mereka berduan pun mencoba segala wahana yang tersedia ditaman bermain itu, tak mereka pedulikan antrian panjang yang terjadi hampir diseluruh wahana ditaman bermain tersebut.

Mereka melewati hari itu penuh dengan canda dan tawa, mereka berdua pun benar benar merasa nyaman disaat mereka bersama seperti itu. Tak terasa, hari pun berganti sore.

Euncha, bagaimana kalau kita naik bianglala?” Tanya Changmin.

Seketika mata Euncha pun membulat. “Andwae! Aku tidak mau naik itu!” tolak Euncha, Changmin pun langsung menatap Euncha dengan tatapan aneh.

“Waeyo? Apa salahnya kalau kita naik bianglala?” Tanya Changmin.

Euncha pun langsung menunduk, tak tau apakah ia akan berani mengatakan alasan mengapa ia menolak dan memilih menjauh dari wahana yang satu itu kepada Changmin. “Euncha, kenapa kau malah diam?” pertanyaan yang berasal dari Changmin pun langsung membuyarkan lamunan Euncha.

“Ma.. masalahnya…. Masalahnya aku tak pernah berani menaiki wahana itu. Aku takut.” Jujur Euncha.

Changmin menatap Euncha sebentar, mencoba mencerna ucapan Euncha. Sedetik kemudian, Changmin langsung tertawa terbahak bahak. Euncha menatap Changmin kesal. “Ya Shim Changmin! Kenapa kau tertawa hah?”

Changmin mencoba berhenti tertawa, dipegangnya perutnya yang terasa sakit akibat terlalu banyak tertawa. “Ah tidak.. aku hanya merasa aneh saja. Kau ini aneh, kamu berani mencoba semua wahana yang terbilang cukup ekstrim bagi laki laki sekalipun, tapi kau sama sekali tak berani mencoba naik bianglala. Itu benar benar aneh bukan?” Tanya Changmin.

“Aish, jangan mengejekku. Aku memang benar benar tak berani mencoba wahana itu. Aku takut.” Ucap Euncha.

“Jangan pernah berkata seperti itu sebelum mencoba, ayo… kita naik bianglala. Aku bisa jamin takkan terjadi apa apa, percaya padaku.” Ajak Changmin lembut, dijulurkannya tangannya pada Euncha.

Euncha terdiam, memandang tangan Changmin yang terulur padanya. “Kau janji?” Tanya Euncha akhirnya, dia sebenarnya benar benar takut, namun ia tak mungkin bisa menolak ajakan Changmin. Terlebih dia berkata dengan sangat lembut.

Changmin pun mengangguk. “Ne, aku janji.” Janji Changmin, dia pun tersenyum pada Euncha, senyum yang benar benar tulus.

Euncha tertegun melihat senyum Changmin, entah mengapa… tiba tiba dia merasakan firasat buruk. Dia merasa, hari itu adalah terakhir kalinya ia akan melihatnya, mendengar tawanya, melihat senyum tulusnya…

Bayangan bayangan aneh pun mulai berputar putar dikepala Euncha, ia menelan ludahnya.. Ia takut.. benar benar takut.. Takut akan kehilangan orang yang berada dihadapannya saat ini, orang yang benar benar berharga dalam hidup Euncha.

Euncha?” sebuah suara halus yang memanggil namanya berhasil membawa dirinya kembali ke dunia nyata. Ditatapnya laki laki dihadapannya dengan ragu.

Dengan segenap keberanian, Euncha pun mengangguk. Digenggamnya erat tangan laki laki itu. “Baiklah.” Ucap Euncha akhirnya.

Changmin pun tersenyum, ditariknya Euncha dengan menuju tempat antrian Bianglala. Antriannya cukup panjang, namun akhirnya giliran mereka pun tiba. Didalam bianglala itu, selain Euncha dan Changmin, ada seorang namja dan seorang yeoja lagi.

Changmin dan Euncha pun berkenalan dengan 2 orang itu, yang ternyata bernama Hyunmi dan Junsu. Mereka berdua ternyata adalah sepasang kekasih, dan mereka berdua terlihat begitu kompak dan romantis.

“Pantas saja, wajahmu tak terlihat seperti orang Korea asli, ternyata kau punya darah campuran Jepang Korea. Tapi, bahasa Korea mu bagus sekali.” Puji Hyunmi setelah ia mengetahui bahwa Euncha memiliki darah campuran Jepang dan Korea.

“Hhaha, ne… Gomawo, Hyunmi-ssi..” Euncha berterima kasih, ia merasa senang karna ada yang memuji kemampuan bahasa Koreanya. Perasaan Euncha pun menjadi rileks, karna firasat buruknya tak terjadi. Dan Euncha bersyukur akan hal itu.

Tiba tiba saja bianglala itu berhenti dan terjadi sedikit guncangan, itu tanda bahwa para petugas sedang memberhentikan Bianglala agar orang orang yang ada dibawah bianglala mereka bisa turun dan itu merupakan hal biasa.. namun bagi Euncha yang tak tau tentang hal itu, membuatya kaget. Refleks Euncha pun langsung berteriak dan tanpa sadar, dia memeluk tubuh Changmin yang ada disampingnya dengan erat.

Hyunmi dan Junsu terheran heran melihat Euncha ketakutan seperti itu, Changmin juga terlihat kebingungan.. Bukan karna kenapa Euncha terlihat ketakutan seperti itu, tapi karna Euncha yang memeluknya erat saat ini.

Setelah beberapa saat, Euncha pun melepaskan pelukannya dengan ragu. Dia pun melihat Hyunmi, Junsu dan juga Changmin melihatnya dengan tatapan ‘Ada apa denganmu, Euncha?’

Euncha pun memandang mereka dengan bingung. “Wa… waeyo?” Tanya Euncha bingung. Baru mereka akan menjawab, pintu Bianglala pun terbuka. Hyunmi, Junsu, Changmin dan tentu saja Euncha pun keluar dari Bianglala.

Mereka ber-empat pun berjalan berdampingan seraya tertawa geli saat Changmin memberitau Hyunmi dan Junsu alasan mengapa Euncha ketakutan seperti tadi sedangkan Euncha hanya dapat tersenyum kecut saat mereka meledeknya.

“Ah ya, setelah ini.. kalian akan kemana?” Tanya Euncha iseng.

Hyunmi dan Junsu pun tersenyum. “Kita akan pergi kepantai, kalian mau ikut?” Tanya Junsu. Ya, taman bermain itu memang terletak didekat pantai. Jarak dari pintu utama taman bermain itu menuju pantai hanya berjarak sekitar 500 meter *?*

Sontak Euncha dan Changmin pun menggeleng pasti sedangkan Hyunmi dan Junus memandang Euncha dan Changmin bingung. “Waeyo? Bukankah bagus kalau kita berempat pergi ke pantai bersama? Pasti itu sangat menyenangkan.” Tanya Hyunmi berseri seri.

Mata Euncha dan Changmin pun membulat seketika. “Aniyo.” Tolak mereka bersamaan, namun sepertinya Hyunmi dan Junsu tidak peduli dengan penolakan Euncha dan Changmin, karna mereka langsung menarik dan membawa Euncha dan Changmin bersama mereka.

Sesampainya dipantai, Hyunmi dan Junsu langsung berlari lari, saling mengejar satu sama lain seraya tertawa. Euncha dengan lesu pun duduk dipantai seraya memainkan pasir dengan tangan kosong, Changmin ikut duduk disebelahnya.

“Pasangan yang benar benar lucu dan kompak.” Ucap Changmin yang langsung membuat Euncha menoleh padanya. Changmin tersenyum lalu menunjuk kearah Junsu yang terlihat sedang mencoba menangkap Hyunmi dan berhasil… Junsu pun langsung memeluk Hyunmi erat saat dirinya berhasil menangkap Hyunmi.

“Ne, kau benar.” Timpal Euncha akhirnya, ia pun tersenyum saat melihat Hyunmi meronta ronta dipelukan Junsu seraya tertawa lepas. Mereka berdua benar benar terlihat bahagia.

“Seandainya kita bisa seperti itu.”

Deg! Jantung Euncha serasa behenti berdetak saat ia mendengar ucapan yang keluar dari mulut laki laki yang berada disebelahnya. ‘Ya Tuhan.. apa mungkin aku salah dengar?’ batin Euncha.

Ditolehkannya kepalanya pada Changmin yang sedang menatapnya lembut, seketika jantung Euncha pun berdetak jauh lebih cepat dari biasanya. Tatapan lembut Changmin tadi cukup memberitahunya bahwa namja itu serius.

Euncha pun berusaha bersikap normal walaupun sudah bisa dipastikan bahwa saat ini pasti pipi nya telah merona merah. “Hhaha… kau ini aneh aneh saja, Changmin-a. Bukankah kita sudah seperti mereka? Aku dan kau benar benar dekat sebagai sahabat, bukankah itu sama saja?” Tanya Euncha seraya tertawa garing.

Changmin menatap Euncha sebentar lalu mengallihkan pandangannya. “Aniyo, aku ingin lebih dari itu. Aku ingin lebih dari sahabat.. aku ingin kau menjadi yeojachingu ku, Euncha. Bukan sebagai sahabat, karna aku mencintaimu.”

Jedeerr!!!!! Tubuh Euncha seketika serasa disambar petir, tubuhnya pun terasa kaku setelah mendengar pernyataan cinta Changmin kepadanya. Ia terdiam.. Ia bingung.. Bukankah seharusnya ia merasa senang karna perasaannya selama ini ternyata terbalas?

Tapi kenapa Euncha merasa… takut?

Ia merasa bahwa Changmin akan pergi meninggalkannya?

Euncha?” sebuah suara lembut pun membuyarkan lamunannya, saat ia menoleh kesampaing, tubuhnya seketika kembali kaku saat dilihatnya wajah Changmin hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya. Changmin terlihat khawatir.

Refleks Euncha pun mendorong Changmin menjauh dan ia langsung memalingkan pandangannya. Changmin memandang Euncha bingung. ‘Apakah aku salah? Apa mungkin Euncha memang tak memiliki perasaan yang sama terhadapku? Oh Tuhan..’ batin Changmin bingung.

Eun____”

“Aku mau….” Potong Euncha cepat, diliriknya Changmin yang sedang membeku seraya menatapnya tak percaya.

“M.. mwo?” Tanya Changmin tak percaya.

“Aku bilang aku mau.” Ucap Euncha, dia pun berdiri, diliriknya Changmin yang masih menatapnya tak percaya. Euncha tersenyum simpul lalu dia pun berlari kearah Hyunmi dan Junsu.

Seketika Changmin tersadar dengan perkataan Euncha. Euncha menerimanya, menerima pernyataan cintanya, dan Euncha juga mencintainya.

Changmin pun merasa sangat bahagia, namun sedetik kemudian… dia merasa takut dan merasa bersalah pada Euncha.

‘Ya Tuhan, apakah aku tega mengubah senyum manis dan canda tawa itu menjadi sebuah tangisan suatu saat nanti? Apakah aku terlalu egois memintanya menjadi milikku walaupun aku tau bahwa aku takkan mungkin memilikinya selamanya?’ batin Changmin sedih.

Ditatapnya Euncha yang tertawa lepas bersama Hyunmi dan Junsu, Changmin pun langsung menggeleng.

‘Aniyo, aku tak boleh berpikir seperti itu. Aku dan Euncha akan selamanya bersama.’ Batin Changmin, dia pun mencoba tersenyum lalu dia berdiri, berlari kearah Euncha dan langsung memeluknya.


~2 bulan kemudian~

Euncha mencoba menghubungi ponsel Changmin sedari tadi, namun tidak berhasil. Tiba tiba perasaan takut menyergapnya, dia pun berjalan mondar mandir dikamarnya sendirian.

Ini sudah hampir 24 jam, tapi Changmin belum menghubunginya juga. Biasanya Changmin akan menghubunginya hampir setiap jam, tapi kenapa dia sampai saat ini belum menghubunginya???

Ya, Euncha sekarang berada di Jepang. Ia kembali ke Korea hanya untuk liburan selama 2 minggu disana. Dan selama ia di Jepang, ia dan Changmin berpacaran jarak jauh.

Euncha pun duduk dipinggir tempat tidurnya, diliriknya foto dirinya bersama Changmin yang terbingkai rapi dimeja dekat tempat tidurnya. Di ambilnya bingkai foto itu namun tiba tiba saja bingkai foto itu jatuh kelantai dan kaca pun pecah berserakan dilantai.

Air mata pun mulai menggenang dikedua sudut mata Euncha, dia berjongok dan dengan hati hati membereskan pecahan kaca itu, namun..

“Ouch..” Euncha meringis kesakitan disaat jarinya tergores pecahan kaca itu, darah segar pun keluar dari tangannya bersamaan dengan air mata yang mulai membanjiri pipi Euncha.

Ya, Euncha menangis. Ia benar benar takut terjadi apa apa dengan Changmin. Dengan masih menangis, ia membereskan semuanya dan mengobati lukanya. Setelah itu, ia kembali mengambil ponselnya dan menghubungi sebuah nomor di ponsel itu.

“Yeobosyeo, Hyunji onnie..” ucap Euncha serak saat orang disebrang sana mengangkat telponnya.

“Yeobosyeo, umm mianhae.. nuguya?” tanya orang diseberang yang bernama Hyunji.

“Onnie.. ini aku.. Euncha, Jung Euncha. Onnie, aku hanya ingin tau keadaan Changmin. Bagaimana keadaannya? Dia baik baik saja kan?” tanya Euncha to the point. Hyunji pun terdiam.

“Onnie… onnie kenapa diam?” tanya Euncha panik.

“Minnie… Minnie meninggal, Euncha. Minnie.. Minnie mengidap kanker otak stadium akhir.” Ucap Hyunji pelan, benar benar pelan dan parau, namun hal itu terdengar sangat jelas ditelinga Euncha.

Euncha seketika membeku ditempat, jantungnya bagaikan ditusuk sebilah pedang yang sangat tajam, menusuk sangat dalam. Pundak Euncha mulai bergetar, menandakan bahwa ia mulai terisak. Air mata pun mulai membanjiri pipinya.

“Yeobosyeo.. Euncha, aku masih disana? Euncha, onnie mohon.. jangan menangis.. Jangan menangis.” Isak Hyunji diseberang telpon.

“Onnie mohon Euncha… jangan datang keacara pemakaman Changmin besok siang. Onnie mohon Euncha, Changmin tak ingin kau datang, dia tak ingin kau menangis didepan pusara tempatnya beristirahat untuk selama lamanya. Onnie mohon, onnie mohon… Kabulkan permintaan terakhir Changmin, Euncha.. Onnie mohon, demi Changmin.. demi dirimu…” ucap Hyunji, sedetik kemudian, telpon pun diputus.

Dada Euncha terasa sesak, dia terisak, menangis sendirian..

~Flashback end~


Dan disanalah seorang gadis manis duduk sendirian seraya menangis.. Menangis disaat mengingat kejadian paling memilukan yang pernah dialaminya. Kehilangan orang yang sangat berharga dihidupnya disaat ia membutuhkannya.

Ia menangis dan terisak sejadi jadinya, berharap bila ia melakukannya, penderitaannya akan hilang. Namun ia salah, penderitaannya bahkan menjadi jadi. Dadanya terasa sakit mengingat semua kenangan itu.

Gadis itu pun berdiri, dihapusnya air matanya dengan tangannya. Dia pun pergi melangkah meninggalkan taman tersebut, namun pandangannya kembali buram karena air matanya yang kembali membasahi pipinya.

Gadis itu pun terus berjalan tak tau arah, berjalan sendirian seraya menangis dan terisak. Dan gadis itu pun tak sadar saat sebuah truk besar melaju dengan kecepatan tinggi kearahnya disaat ia menyebrang jalan.

Gadis itu tak sadar, ia hanya tau bahwa ia mendengar suara klakson dari arah kanannya. Dia berhenti lalu menoleh kearah kanan, dilihatnya sebuah truk melaju kencang kearahnya.

Gadis itu pun tersenyum lemah, dia kemudian tertawa tanpa alasan yang pasti. Gadis itu masih tetap berdiri ditempatnya, tiba tiba saja kepalanya terasa sangat sakit dan pandangannya buram.

Yang terakhir ia lihat dan ingat adalah sebuah truk yang melaju kearahnya makin dekat dan dekat, setelah itu.. semuanya gelap.

~TBC~


Hhaha.. Mianhae, disini Jaejoong belum muncul ya?😄

Aku emang sengaja, di chapter 1 gak semua cast muncul. Jadi jangan heran, hhehe

Oiya, buat Kei onnie.. onnie ini ff nya, hhehe. Gimana? Jelekkah? Mian kalau jelek T^T

Buat Nka onnie.. mian eon kalau disini cuma dikit, tp di chap selanjutnya diusahain banyak kok ^^

Dan untuk semuanya yang udah baca, coment please..

Aku cuma butuh coment kalian, terserah itu mau berupa kritikan atau apa asal jangan bashing.

Satu coment kalian sangat berarti buatku, gomawo ^^

23 thoughts on “Doushite Kimi wo Suki ni Natte Shimattan Darou? (Chap 1)

  1. kei evilkei berkata:

    saeng, ada yg salah tulis.. kok ada nama kumiko d prolognya??

    huwee minie-ku…
    d korea cm 2minggu, pacaran 2bulan, jarak jauh pula, minie nya ko’it.. kasiannya diriku..

    jiahhh.. kok ada pipi chubby saeng?? eon agak sensi kalo dibilang chubby, karna pipi eon emang ndut..
    kalo orang, makan byk itu beratnya nambah.. kalo eon, berat gak nambah, malah pipinya bengkak.. ==’

    gomawo saeng udah jadiin eon cast utamanya bersama suami & selingkuhan eon.. *bow bareng jj & minie*

  2. ah iya eon, mian itu belum diubah..
    ff ini sebelumnya belum ada castnya dan aku pake nama jepang temenku dan lupa diganti >_<

    Huahaha.. sabar ya eon, kan katanya eon mau sama minnie and jj oppa. makanya jadinya gini/PLAK
    Jeongmal? Aaa mian eon, aku tau.. huaaa, apa perlu aku ganti jadi gak usah pake pipi chubby?
    Hhehe, sama sama eon. Gak masalah kok😀

  3. Jjessie72 berkata:

    Hhaduhh..
    Pke bwa2 nma asli sgala..
    Aq kn jd malu..

    Eh?? Itu C.min?
    Whaat!!
    Swami ke2 ku is dead?
    Hikz ya sdh msh pnya swami p’tma n ke 3
    *jaeho*
    hhahaha

  4. Jjessie72 berkata:

    iya gpp kq,
    gomaweo saeng,
    aq kn kameo dsni crita.a,
    hhuaah??
    Tnyta aq unnie.a min?
    Brasa tue,
    Bhkan lbih tue dr minppa n kei unn
    -.-‘
    tp taq apLah
    hhaha

  5. @Nka onnie: Aaa onnie, mianhae >_<
    Aku ganti deh, mian eon T^T
    Hhaha, ne eon. Itu minpa meninggal, hiks😦
    Sama sama onnie.. ne eon, onnie jadi onnie nya minpa😀
    Hhehe, gomawo onnie udh mau jadi salah satu castnya ^^

  6. Queen_Bee berkata:

    ￴aihhh,,, kasiaaannn Minnie,, kasian Eun Cha, bru pacaran bentar ehh Minnie nya maLah m*ti,,
    Itu ketabrak kah?? Lanjuuut

  7. @Kumiko onnie: Hhaha.. gak apa apa lah eon, eun cha aku bikin menderita dulu.. senengnya nanti belakangan.. wkwkwk *dihajar kei onnie*
    @Queen_Bee: Ne eon, kasian banget mereka. Bukan eon, minnie meninggal karna kanker otak, hueeee *mewek dipelukan chun* T^T

  8. ama chan berkata:

    omo…hiks hiks..*nangis mpe banjir..*
    *pletak..lebay lu ma..><
    min..andwe..hue hiks hiks..
    g sbr nunggu lanjutana..walo min ud k.o..^^

  9. @Ama onnie: huaaa onnie, jangan sedih lah eon.. kan minpa gk mati beneran *yaiyalah*
    hahha, gomawo onnie udah baca and coment. tunggu lanjutannya ya eon😉
    aku usahain cepet, hhehe..

  10. T__T ,, seD¡h bgt !! Iktan nan9is ,, feEl’a 2h dpt,,bnr2 ikt kbwa jd’a ^^
    Eh? Euncha’a ktbrk 2h ? Tp ga mti kn? Hhe
    Apa jj jd dktr ya peran’a?! XP ..

    • minnie gak keluar2 lagi? tenang saja chingu, walaupun dicerita ini minnie udah meninggal, tapi minnie bakal tetep ada kok dicerita ini. hehhe ^^
      makasih udah baca and coment, chingu😀

  11. linasuhadi berkata:

    Sedih bgt..baru 2 bln ech dah d tgl slmanya ama minie..‎​Hiks:'(..
    Kasian..
    Lnjut k part slnjtnya ya author..

  12. Ra_jun_chan berkata:

    Hwaaaaaaa
    MinQ ko’it????
    Otokhe????
    *pLuk2 junchan

    Omooo,awL yg bgs…
    Trus brkarya sisttt
    Dtnggu krya sLanjutnya😀

  13. annyeong author~
    aq readers bru nih. jung yuuri imnida *bow* aq adiknya jung yunho lhoo #PLAAKK

    prolognya menyedihkan nih. huhu~ aq gk rela minnie mati..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s