BAD-GOOD VALENTINE [1shoot]


Title: BAD-GOOD VALENTINE

Cast: kim  jaejoong

Genre: tentuin sendiri

Rating: PG13/ straight

Author : Maretta Damayanti


 

 

If you love something let it go,
If it comes back to you, it’s yours,
It it doesn’t, it never was

 

 

-Eunri POV-

 


Aku benci valentine!! Ya aku membencinya. Kenapa? Bnyk hal yang tak ku suka dari valentine. Hmm.. Aniyo! Sebenarnya hanya ada 1 hal yang membuat aku membenci ini. Alasan aku tak menyukainya karena di penuhi warna pink, membuat mata rabun! Lalu banyak sekali pasangan yang memadu kasih di sana sini. Aku akui aku merasa iri.


Alasan utama nya adalah.. Oh tidak. Apakah aku harus mengingatnya lagi? Okelah akan aku ceritakan semua. Dulu aku adalah yeoja yang benar2 bahagia. Ya sangat bahagia. Bahkan aku merasa terbang melayang karena tidak ada beban pada ku. Tetapi aku terlalu senang dan terjatuh. Rasanya benar-benar sakit. Dulu hidupku sangat sempurna. Bagaimana tidak? Para namja di kampus memperebutkanku, aku berkecukupan, aku juga bisa dibilang pintar, aku mempunyai tubuh yng indah juga, dan satu lagi.. Aku mempunyai seorang namja cingu yang sangat baik, tampan, dan semua syarat yang yeoja inginkan ada padanya. Dulu kami sangat dekat. Tetapi memang di dunia ini ada racun juga ada penawarnya. Ada alfa, ada omega. Ada pertemuan, ada perpisahan. Aku di tempat ini lagi, tempat yang penuh kenangan. Di sebuah taman yang sangat sepi. Kututup mata ku dan mulai kuulang semuanya.

 

*Flashback (full story-not only eunri POV)*


-Jaejoong POV-


“oppa! Oppa! Coba tangkap aku!” teriak eunri.
Aiissshh dia menantang ku rupanya? Apa dia tak tau kalau para namja lebih gesit dari para yeoja? Oke, kalau itu maunya. Aku pun mulai berlari menuju eunri. Dia berlari kesana sini. Akh! Dia yeoja pengecualian. Susah sekali dia di tangkap, sedangkan aku sudah lelah. Akhirnya aku menemukan cara yang sangat manjur, untuk membuatnya mendekat kepadaku tanpa mengejarnya.

 

-Eunri POV-

 

Tiba-tiba jae oppa berhenti mngejarku, dan yang lebih mngejutkan lagi, dia tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Aigoooo!!! Bagaimana ini, tempat ini sepi, tidak ada yang bisa kulakukan. Aku berlari mndekatinya.


“oppa!! Oppa!!” Kuletakkan kepalanya dipangkuanku. Ku tepuk-tepuk pipinya lembut.


“oppa.. Waeyo?? Gwenchanayo?” tanyaku panik.
Dia tetap diam. Membuatku semakin panik saja.


“Oppa!! Kau kenapa?? Bangun!! YA!! Kim Jaejoong!!” teriakku mulai panik sambil mengguncangkan tubuhnya. Mataku sudah mulai kabur. Kuliat sekelilingku tak ada orang. Kuraba sakuku, aku tak membawa posel. Kuraba saku jaejoong oppa tidak membawa ponsel juga.. otthokae?? Akhirnya hal terakhir yang bisa dilakukan para yeoja umumnya jika merasa putus asa adalah menangis..

Tiba-tiba aku mendengar suara yang kukenal..


“Eunri-a.. cium aku, maka aku akan sadar..”
Aku langsung menghentikan acara menangis dan mengucek mata. Dan mengalihkan perhatianku padanya.


“Jadi.. kau.. kau hanya..” Dia tertawa terbahak-bahak..


“Eunri-a seharusnya kau melihat ekspresimu sendiri saat kau panik.. kau sangat lucu.. kau bahkan sampai menangis..” katanya sambil tertawa.


“ahhh.. eunri-a oppa tidak bisa bangun, karena kau belum mencium oppa…” katanya manja. Dia hanya membohongiku???

 

-Jaejoong POV-


Dia hanya diam. Tetapi aku melihatnya menutup wajahnya lagi dan tubuhnya sedikit tergoncang. Dia menangis semakin parah. Sekarang aku yang mulai panik. Aku langsung bangun dan mendekatinya. Menundukkan wajahku agar sejajar dengan wajahnya.


“Eunri-a.. kau kenapa? Kenapa kau menangis lagi? Apa ada yang terluka? Atau oppa terlalu keterlaluan? Maafkan oppa eunri-a.. oppa tidak bermaksud mengerjaimu..”
“hiks.. hiks..” dia melanjutkan tangisnya. Sama sekali tidak mengindahkan kata-kataku.


“eunri-a tolong jangan menangis. kau tidak seperti ini biasanya. kau boleh menghukumku atau melakukan apapun kepadaku sesukamu, tapi tolong jangan menangis..” aku merasa bersalah. Kupeluk dia.


“oppa…” panggilnya.


“ya eunri.. ya ada apa? katakan sesuatu.” akhirnya dia mulai berbicara.


BBUUUGGGG!!!


Dia memukul lenganku. Hmhm.. pukulannya lumayan kencang.


“oppa!! Kau ini benar-benar menyebalkan! Tidak masalah jika kau mengerjaiku! Kau sudah berkali-kali melakukan tetapi aku tidak sampai seperti itu. Tapi, leluconmu yang tadi berbeda oppa. Kau benar-benar membuatku khawatir. Bagaimana kalau seandainya kau tadi pingsan sungguhan? Apa kau mau mengajakku mati bersamamu???”


“mianhe eunri-a oppa benar-benar tidak berpikiran sampai sejauh ini. mianhe eunri…”

 

-Eunri POV-


Aku benar-benar panik saat melihatnya jatuh tiba-tiba. Tetapi ternyata dia hanya bercanda??!! Apa dia ingin membunuhku? Dan apa? Tadi dia memintaku menciumnya?


“oke.. aku maafkan. Tetapi tak ada ciuman untukmu. Itu hukuman karena kau sangat menyebalkan.” Jawabku sambil mengusap air mata dan mendorong tubuhnya. Dan berjalan meninggalkannya.


“Ya!! Eunri-a jangan marah. Kenapa kau ini sensitif sekali?”

 

-Author POV-


Hari itu eunri dan jaejoong menikmati hari yang tidak enak di pihak jaejoong. Eunri tidak menggubris terlalu perhatian dengan jaejoong karena masih merasa tertipu. Berkali-kali jaejoong merayu eunri agar mengubah sikapnya yang ketus.

 

-Jejoong POV-


Akhirnya kita sampai di rumah eunri. Hari ini dia galak sekali. Dia mengacuhkanku. Bahkan dia tidak menungguku membukakan pintu mobil untuknya. Tetapi sebelum ia masuk ke rumah, aku menariknya dan menghadapkannya ke arahku.


“eunri-a maafkan oppa ya.. kau ini begitu saja marah, kau bisa liat kan kalau oppa sehat-sehat saja?”


“ck.. oppa kenapa kau ini tidak tau banyak penyakit di dunia ini? bagaiman kalau kau mengalami sudden dead? Kan aku juga tidak tau!!”


“Yaa!! Eunri-a kau melah menyumpahiku sudden dead! Kau mengharapkanku cepat mati?”


“tentu saja tidak! Ahh.. sudahlah sudah malam. Pulanglah.”


Aku menatap matanya dalam. Kudekatkan wajahku ke wajahnya dan memiringkan kepalaku sedikit. Tetapi belum saja bibirku sampai di tempat ‘tujuan’ dia menutupkan tangannya di bibirku.


“NO KISSING!!” jawabnya galak.


“hanya sekali saja tidak boleh?”


“TIDAK!!”


“Baiklah. Aku pulang dulu.”

 

-Eunri POV-


Haha dia hampir saja menciumku. Untung saja aku mempunyai kendali diri yang baik, sehingga aku tidak menerima ciumannya begitu saja. Wajahnya cemberut saat aku menghentikannya. Haha.. inilah pembalasanku oppa!! Oppa, mianhae..


*End of Flashback (full story-not only eunri POV)*

 

-Eunri POV-


Benar-benar kenangan yang indah. Aku bahkan masih bisa merasakan rasa kekhawatiranku saat dia terjatuh tiba-tiba. Dia namja yang humoris. Apakah dia masih seperti itu?

 

*Flashback (full story-not only eunri POV)*


-Eunri POV-


Hmmm… hujan. Bagaimana aku pulang? Hujannya deras sekali. Menerjang? Resiko sakit. Numpang teman? Merepotkan. Telepon jaejoong oppa? Yeoja manja. Telepon taksi? Gak yakin uang cukup. Akhirnya tanpa ba-bi-bu aku menerjang hujan menuju halte bus terdekat. Cih.. lama banget sih bus nya? Aku sudah basah kuyup gini. Tidak bisa diajak kompromi! Ya apa boleh buat. Kutunggu saja. Aigoooo… sungguh gila! Setelah menunggu setengah jam bus baru datang. Sial! Badanku sudah menggigil. Lagi-lagi bus nya berjalan dengan lambat. Apakah tak tau kalau aku sudah kedinginan? Sesampai nya dirumah aku sudah melihat jaejoong oppa menungguku.

 

-Jaejoong POV-


Hujan turun sangat deras. Aku ingat eunri sedang kuliah. Dia sudah keluar setengah jam yang lalu.. bodohnya aku melupakannya.. aku cari di kampusnya dia sdh pergi. Di tempat penungguan bus? Dia sudah menghilang. Akhirnya aku ke rumahnya. Dia juga tak ada. Kemana dia? Karena sudah kucari kemana-mana tetapi nihil, kutunggu saja dia.
Dia datang. Basah kuyup?

 

-Eunri POV-


“oppa apa yang kau lakukan disini?”


“menunggumu. Kau ini kemana saja. Aku sudah mencarimu kemana-mana.”


“mianhae oppa. Tadi hujan aku menunggu bus. Dan busnya jalannya seperti kura-kura.”


“lalu kenapa kau basah kuyup seperti itu?”


“ya tentu saja kehujanan..”


“MWO??? Eunri-a kenapa kau tak menelepon oppa? Oppa bisa menjemputmu kapanpun.”


“mianhae oppa.. aku tidak ingin merepotkanmu..”


“ck.. tidak sama sekali. Kalau kau seperti ini, malah merepotkanku!”


“maksudmu?”


“kau kehujanan, nanti kau sakit, lalu aku selalu memikirkanmu, dan itu membuat kepalaku jadi pusing.”


“paling sakit hanya sebentar. Aku sekarang tidak apa-apa. Pulanglah oppa..”


“baiklah. Telepon kalau terjadi apa-apa.”


“ne oppa. Aku pasti baik-baik saja.”


“kalau kau sampai kenapa-napa awas kau!! Aku akan menghukum mu!”


Aku melihatnya memasuki mobilnya dan berlalu.
Kuganti seluruh pakaianku dan mandi. Sepertinya udaranya memang dingin. Atau aku yang kedinginan? Kuputuskan membuat teh hangat. Hmm.. Setidaknya menghangatkanku walaupun hanya sedikit. Aku mengantuk. Tumben-tumbennya aku cepat mengantuk. Kubereskan tempat tidurku dan mulai memejamkan mataku.


***


Oh Tuhan.. Keesokan paginya saat ku bangun, aku merasakan seluruh tubuhku lemas tak berdaya. Kepalaku berat sekali dan terasa sangat panas. Saat aku turun dari ranjak, GUBRAAKK aww.. Aku terjatuh. Kepalaku benar-benar pusing. Sepertinya aku demam. Ku ambil ponselku dan aku terkejut oleh jumlah miss call. Ada 10 miss call dan 7 pesan yang semuanya dari jaejoong oppa. Semua isi pesannya bernada kekhawatiran. Dia akan ke rumahku pukul 11. Memangnya ini pukul berapa? MWOOO?? Pukul stngh 11 sbntar lg dia akan dtg. Aku sgra membereskan semuanya. Dah aaissshhh dimana obat penurun demamku? Kepalaku berdenyut kencang. Mataku pasti berair. Bagaimana kalau dia marah, karena aku seperti ini? Dan ‘dok-dok-dok’


“eunri-a.. Buka pintunya.. Gwencanayo?”


“chankaman oppa!!”


Aku segera membuka pintu. Oh apa yang akan terjadi? Mengetuk pintu saja dia seperti memalu paku. Keras sekali. Setelah kubuka dan… Dia langsung memelukku. Dia memelukku sangat erat, sampai-sampai susah untukku bernafas.


“oppa.. Kau..kau ingin membunuhku?”


“biar saja. Salah sendiri membuatku cemas setengah mati!” Untuk beberapa saat kita berpelukan.


“ya! Eunri-a.. Kau demam ya? Badanmu panas.” selidiknya, sambil menatapku tajam.


“hmm.. Begini oppa..”


“eunri-a.. Jawab saja! Iya atau tidak. Tidak usah berbohong, ataupun beralasan.” potongnya cepat. Sepertinya dia tau gelagatku saat ingin berbohong.


“hmm.. Ne oppa.” jawabku lirih.


“benarkan. Kau ingat kata-kata oppa kemaren? Kalau kau kenapa-kenapa, oppa akan menghukum mu!”


“ne oppa.. Aku ingat. Memangnya kau ingin menghukumku apa?”


“kau harus patuh kepadaku. Menuruti semua perintahku & keinginanku. Tidak menolak untuk kuapa-apakan!”


“MWOO?? Kenapa oppa yang memimpin sekarang? Dan apa yang oppa katakan tadi? Aku tidak boleh menolak jika diapa-apakan oleh oppa?”


“ne! Itu semua benar.”


“andweee!! Tentu saja aku akan menolak!”


“pokoknya tidak bisa. Ayo,..” dia menyeretku ke dalam rumah. Apa yang akan dia lakukan? Aku pasti kalah dengannya karena badannya lebih besar.
Dia menyeretku ke tempat tidur dan menidurkanku. Apa yang akan dia lakukan? Dann..,


“ya! Eunri-a kau ini kenapa? Memangnya apa yang kau pikirkan? Aku hanya menyuruhmu tidur saja.. Istirahat. Bukan yang lain-lain. Jikalau aku menginginkan’nya’ aku akan melakukan setelah menikahimu atau saat kau sehat. Mana mungkin aku melakukannya saat kau sakit? Memangnya aku namja yang tak berprasaan? Melihat yeoja cingu nya sakit tetapi memaksanya? Aissshhh buang jauh-jauh pikiran itu. Aku akan disini menjagamu. Sekarang tidurlah.” Dia mengatakan itu kepadaku. Aku tertunduk malu. Sebegitu khawatirnyakah dia? Senangnya diriku.. Sekarang aku bisa tidur dengn nyaman.

 

-Jaejoong POV-


Dia benar-benar membuatku khawatir. Badannya panas sekali. Pasti karena kemarin kehujanan. Hari ini kuputuskan untuk menjaganya saja. Aku sudah memasak bubur untuknya dan menyiapkan obatnya. Kubawa semuanya ke dalam kamarnya. Hihi.. Dia sedang tidur. Lucu sekali wajahnya. Kutaruh nampan makanannya di meja sebelah tempat tidurnya, dan duduk di sebelahnya. Kupandangi saja dia. Entah apa yang merasukiku, tiba-tiba aku menundukan wajahku, memiringkan kepalaku dan menciumnya. Hehe.. Dia kan tidak tau aku menciumnya. Kucium lembut dia, tiba-tiba dia bergerak.

 

-Eunri POV-


Hmmm… Aku merasakan sesuatu yang lembut, lembab, dan sesuatu yang bergerak-gerak di bibirku. Saat aku membuka mataku, aku terkejut. Bagaimana tidak? Wajah jaejoong oppa sangat dekat di wajahku. Dan posisinya sekarang sedang menciumku. Aku berniat bangun dan mendorong tubuhnya. Tetapi aku terlambat. Dia sudah memegang kedua pundakku dan menahan badanku. Kudorong sekuat tenaga dan sedikit memberontak. Tetapi sia-sia saja dia lebih kuat. Akhirnya aku hanya bisa pasrah.

 

-Jaejoong POV-


Dia terbangun. Tetapi aku tidak berniat untuk berhenti menciumnya. Aku tau pasti dia akan memberontak. Sebelum hal itu terjadi, aku sudah menahan pundaknya terlebih dahulu. Emang awalnya saja dia tidak membalas. Namun lama-lama, aku dapat merasakan bibirnya bergerak membalasku. Detik-detik yang menyenangkan. Setelah cukup, aku menjauh. Wajahnya lucu sekali, dia malu. Namun tiba-tiba..


BUUGG!!


Ia memukul lenganku.


“oppa! Kenapa kau melakukan ini? Tadikan oppa sudah berjanji tidak akan melakukannya bukan?” tanyanya sambil cemberut.
“haha oppa tidak berjanji.. Oppa tidak melakukan hal yang aneh-aneh.. Lagian kau juga menikmatinya bukan? Terlihat dari caramu menciumku.” godaku lagi.


“tidaaakkk!!” elaknya.


“ya! Eunri-a.. Mukamu lebih berwarna setelah kucium. Itu lebih baik daripada mukamu yang pucat.” ejekku sambil tertawa. Eunri tambah memukulku.


“oke.. Oke.. Sekarang makan ya, lalu minum obat, agar cepat sembuh..”


“oppa kau sadari atau tidak caramu menasehatiku seperti nenek-nenek saja. Hahaha..”


“apa yang kau bilang??? Nenek-nenek? Aku ini seorang namja. Lagipula aku juga namja cingumu. Kalau aku nenek-nenek kau adalah seorang lesbian!”

*End of Flasback (full story-not only eunri POV*

 

-Eunri POV-


Kenangan yang indah bukan? Bahkan sebelum tidur pun terkadang kenangan itu masih terulang dengan jelas di pikiranku. Parahnya lagi, aku terkadang melihat jaejoong oppa duduk di pinggir tempat tidurku. Tetapi setelah kugelengkan kepalaku, dia menghilang. Itu hanya ilusiku saja. Jaejoong oppa seorang yang sangat perhatian. Oppa.. Apakah kau masih seperti itu?

 

*Flashback (full story-not only Eunri POV)*

 

-Jaejoong POV-


Udaranya begitu sejuk. Di pinggir danau, pemandangan yang indah. Tentu saja yeoja yang berjalan di sampingku juga melengkapi keindahan ini.


“eunri-a.. Apakah kau sudah mempunyai gambaran tentang hidupmu?”


“tentu saja. Kenapa?”


“hanya bertanya. Seperti apa hidupmu kelak?”

 

“karena aku akan lulus sebentar lagi, maka urusan pendidikan sudah selesai. Setelah itu aku akan hidup dengan namja yang kucintai, mengucapkan janji sehidup semati, tinggal bersama, dan mempunyai anak yang lucu-lucu..”


“kalau kau sendiri, bagaimana oppa?”


“sama sepertimu. Apa kau sudah menemukan namja itu?”


“hm.. Ya sudah kutemukan, aku hanya tinggal menunggunya. Menunggu dia mengajakku mengucapkan sumpah sehidup semati. Bagaimana denganmu oppa? Kau sudah menemukannya?”


“ya aku sudah menemukannya. Sekarang aku sedang mengumpulkan keberanianku untuk mengajaknya menjadi pendampingku dan membiarkannya mempersiapkan dirinya.”


Dia memandangku, aku memandangnya. Kita saling memandang. Dan entah kenapa tawa kami pecah bersama.


“sepertinya dia akan menjadi yeoja yang beruntung oppa..”


“tidak aku yang namja beruntung.”
Apakah kau tau kalau yeoja yang aku sebutkan itu kau eunri? Aku sedang mengumpulkan keberanian untuk melamarmu suatu hari. Dan aku juga menunggumu untuk siap menjadi istriku.
Dan satu lagi apakah yang kau sebutkan itu adalah aku?

 

-Eunri POV-


Apakah yang dia sebutkan itu adalah aku? Aku belum siap jika suatu hari dia akan menikah dengan yeoja lain.


Tetapi yang pasti.. Semua yang kusebutkan adalah kau oppa. Kau yang aku tunggu untuk mengajakku mengatakan janji sehidup semati.

*End of Flasback (full story-not only eunri POV)*

 

-Eunri POV-


Kita bahkan sudah mengucapkan tentang pernikahan. Ya..sebenarnya tinggal selangkah lagi.

*Flasback (full story-not only eunri POV)*

 

-Eunri POV-


Yey!! Seruku senang. Besok adalah valentine salah satu hari yang special bagiku dan kutunggu-tunggu. aku ingin membuat coklat sendiri. Tentu saja untuk namjachinguku.. Hmmm… Asal kalian tau saja, membuat coklat itu tidak mudah! Aku harus bergerilya kesana kemari mencari resep. Hiasan yang cocok, model coklat yang cocok. Dan juga bagaimana caranya memasak coklat yang baik. Aku kan juga tidak ingin meracuni kekasihku sendiri. Aku membuat coklat ini sampai larut malam. Membuat adonannya, menghias, mengoven. Aku harap hasilnya baik.


***


Sesuai dengan harapanku coklat valentine untuk namja cinguku sempurnaa… Pukul berapa ini? Pukul setengah 7 pagi. Sengaja aku tak menunjukan gelagat akan memberinya hadiah. Aku akan ke apartemennya untuk memberinya kejutan. Aku harap aku adalah orang pertama yang memberinya coklat.
Sepanjang jalan terasa sangat menyenangkan. Akhirnya aku sampai di apartemennya. Dia memberitau kode pintunya. Jadi aku tak perlu mengetuk pintu dan menunggunya membuka pintu untukku. Setelah aku masuk, aku mengendap-endap dan mulai mencarinya. Dia tak ada dimana-mana. Aigoooo… Dia pasti masih tertidur dengn pulas. Kubuka pintu kamarnya perlahan. Dan benar ia masih tertidur. Aku mendekatinya dan….


Aku merasa bumi berhenti berputar, pagi yang cerah menjadi kegelapan. Aku tak melihatnya tertidur sendirian. Dia bersama seorang yeoja. Tanganku mulai bergerak untuk membuka selimutnya. Dengan sekali hentakan, aku melihat semua dengan jelas. Jaejoong oppa.. Dia hanya memakai celana panjang tanpa atasan. Sedangkan yeoja itu hanya menggunakan underwear yang sudah berantakan posisinya. Yang lebih bodoh aku hanya mematung melihat itu semua. Tiba-tiba jaejoong oppa bergerak dan menyadari apa yang terjadi.


“apa yang terjadi?” tanyanya saat melihatku. Apakah ia lupa apa yang ia perbuat?


“MWOOOO!!!??? Yaaa!!! Bangun apa yang kau lakukan? Mengapa kau berpakaian seperti itu?” teriak jae oppa kepada yeoja di sampingnya.


Yeoja itu terbangun dan menutupi tubuhnya dengan selimut, lalu ia menangis.


“oppa, mengapa kau melakukannya?” kata yeoja itu sambil menangis.


“eunri-a.. Aku tak melakukan apapun kepadanya. Percayalah padaku.”


Aku tak tau apa yang harus aku katakan. Yaa.. Seperti biasa air mataku mengalir perlahan.


“oppa.. Aku tak tau apa yang harus kukatakan, aku ingin pergi.” jawabku, sambil menyeret kakiku keluar.

 

-Jaejoong POV-


Besok adalah valentine. Aku ingin memberi hadiah untuk eunri. Aku ingin memberinya cincin. Aku harap ia mengerti jika aku serius dengannya. Tetapi tiba-tiba hp ku berbunyi. Dari minra. Ia temanku. Dia menangis dan memintaku untuk menemuinya di bar tempat ia berada sekarang. Ia sepertinya mempunyai masalah.


Aku menemukannya. Dia sedang menangis. Dia bercerita semua. Kedua orangtuanya akan bercerai. Aku berusaha menenangkannya. Ia menyodoriku minuman. Beralkohol. Hmhm.. Tidak masalah minum hanya sedikit. Mungkin aku akan membeli hadiah untuk eunri besok.


Hmhm.. Baru saja aku minum sedikit, tetapi aku merasa kepalaku berat dan ingin tidur.

 

-Minra POV-


Oppa.. Tak taukah kau bahwa aku mencintaimu sejak dulu. Aku selalu berusaha dengan cara yang positif untuk mendapatkanmu. Tetapi aku selalu gagal. Malah yeoja yang bernama eunri itu yang mendapatkanmu semudah membalikkan telapak tangan. Oppa kapan kau akan melihatku? Sampai suatu hari mencapai puncaknya, aku merasa lelah untuk mengejarmu dengan cara yang positif. Seorang pencuri yang mengambil sesuatu dengan cara yang negatif lebih banyak berhasil. Mengapa tidak kucoba saja?


Mianhae oppa, aku hanya menginginkanmu.


***


Aku akan membuat eunri membenci oppa. Dengan begitu, mereka akan terpisah dengan mudah dan cepat. Aku akan melakukan apapun. Eunri.. Kau akan tamat sebelum kau menikmati hari valentinemu.
Malam itu aku bersandiwara sedang sedih. Dan aku tak lupa mencampuri obat tidur di minumannya. Berhasil!! Kesadarannya mulai menurun. Cepat-cepat aku membawanya ke apartemennya. Sial… Kode pintunya? Aku memanggil penjaga apartemen untuk membukakan pintunya. Dia pasti tau kode-kode apartemen disini. Aku beralasan pemilik kamar sedang mabuk. Ia tidak sadar. Benar saja. Penjaga itu membukakan pintu untuk kami.


Aku menidurkan oppa di kasurnya. Kulepas pakainnya dan hanya menyisakan celana panjangnya. Dan aku? Aku mulai mempermak diriku sendiri. Kulepas semua pakaian ku dan hanya menyisakan pakaian dalam saja. Lalu aku sedikit mengacak-acak posisinya. Celana dalamku sedikit kumiringkan, bra ku sedikit kubuka dan sedikit memperlihatkan isinya. Dan sudah siap. Aku tidur disamping jaejoong oppa dan menyelimutinya. Aku akan menyaksikan runtunya eunri.

 

-Jaejoong POV-


Sejak saat itu eunri menjauhiku. Aku tak menemukannya di kampus, maupun dirumahnya. Hp nya selalu tidak aktif. Sesangkan minra? Dia meminta pertanggungjawabanku. Aku tidak melakukan apapun waktu itu. Dia berkata jika ia hamil, maka aku harus menikahinya.


Eunri-a.. Sampai kapanpun aku hanya ingin menikahimu.

*End of Flasback (full story-not only Eunri POV)*

 

-Eunri POV-


Saat aku membuka mataku, air mataku mengalir SETETES! Ya.. Hanya setetes, tak perlu menangisinya. Hidupku masih panjang. O.. iya setelah itu beberapa hari, aku mendapat sebuah surat yang menyuruhku untuk menjauhi jaejoong oppa dan juga surat keterangan dokter bahwa yeoja itu hamil.


Lupakan itu semua!! Itulah penyebab aku membenci valentine. Aku selalu terbayang-bayang dengan kesedihanku.
Ya.. Hari itu sebentar lagi. Sebentar lagi valentine.

 

-Jaejoong POV-


Kemana eunri. Dia selalu menghindar jika aku ingin menemuinya. Lama-lama aku bisa gila!! Dan yeoja sialan bernama minra itu tetap memaksaku menikahinya. Dia mengatakan jika ia hamil. Tetapi aku tau itu hanya sandiwara. Orang tua minra sudah merencanakan pernikahan kami. Aku benar-benar tak berdaya. Sudah 1 tahun lamanya aku tak melihatnya. Aku yakin dia sudah lulus. Aku melewatkan momen penting.


Aku HARUS menemukan eunri, memaksanya untuk mendengarkan penjelasanku. Dia pasti masih tinggal di rumah lamanya. Aku yakin itu. Aku pernah melihatnya. Tetapi aku memang tak berencana berbicara dengannya. Hanya melihatnya. Cukup melihatnya. Jika aku mendatanginya, ia akan menghindar dan tentunya menangis. Aku tak tahan melihatnya menangis. Tapi aku sudah bertekad untuk menemuinya. Hmm… Aku tidak akan runtuh melihatnya menangis, walaupun aku selalu gagal.
***
Malam hari. Aku menunggunya di dalam mobil. Kuamati terus rumahnya. Saat aku melihat ada seseorang yang akan datang-dan aku tau itu siluet tubuh eunri.


Aku langsung cepat-cepat menarik lengannya.
“eunri-a..”

 

-Eunri POV-


Akhirnya aku sampai juga di rumah. Saat aku berjalan, tiba-tiba seseorang meraih lenganku.


“eunri-a…”


Suara itu.. Aku memang sudah tidak bertemu dengannya selama setahun. Tapi bukan berarti aku lupa dengannya. Aku bahkan mungkin tak akan lupa.
Aku memutar tubuhku dan hampur saja aku terjatuh saking terkejutnya. Tetapi ia memegangiku dengan kuat. Untuk waktu yang lama kita saling menatap. Aku tak tau apa yang harus kulakukan. Akhirnya aku yang membuka mulut terlebih dahulu.


“apa yang kau lakukan disini?”

 

-Jaejoong POV-


Ia membalikkan badan dan ia hampir saja jatuh. Tapi aku pasti tak akan membiarkan badannya menyentuh tanah yang keras.


“Apa yang kau lakukan disini?” tanyanya. Aku tersadar dan mulai menjawab.


“tentu saja menemuimu.”


“untuk apa?”


“memintamu untuk menjadi pendampingku, penyelamatku juga.”


“APAAA??? Beraninya kau memintaku setelah kau menebar benihmu sendiri??”


“eunri-a.. Kau belum mendengarkan penjelasanku. Kau hanya salah paham.”


“salah paham apa? Sudah jelas kau tidur dengan yeoja itu & dia hamil sekarang.”


“darimana kau tau?” tanyaku. Tanpa kusadari, cengkraman tanganku menguat.


“dia mengirimiku surat untuk menjauhimu dan surat keterangan dari dokter sendiri dia positif hamil. Aku tidak mungkin merebut namja yang sudah menjadi calon ayah.” katanya lirih.


“tidak eunri-a.. Dia bohong. Itu surat keterangan palsu. Pamannya seorang dokter. Tidak menutup kemungkinan ia bisa membuat surat itu.”


“kim jaejoong, apa kau berusaha membohongiku? Dia tidak mungkin melakukannya.”


“mungkin saja! Dia sudah menyukaiku sejak lama. Dan aku tau itu. Tapi untuk menghargainya sebagai teman, aku menghargai perasaannya. Tapi aku tak tau dia akan berbuat senekad itu!!”


“sudahlah.. Kita sudah berakhir. Terima saja semua.”


“tidak kita belum berakhir. Kita belum putus. Tidak ada kata putus atau kata perpisahan. Kau menghilang tiba-tiba.”


“lebih baik kau mengurus anakmu saja.”


“eunri-a.. Sudah berapa berapa kali kubilang kepadamu, dia tidak hamil!! Jika ia hamil, ia akan berperilaku seperti orang hamil, tapi nyatanya tidak. Dia berbohong eunri-a.. Bagaimana caraku untuk meyakinkanmu??”

 

-Eunri POV-


Apa yang harus kulakukan? Di satu sisi aku masih mencintainya, tetapi di sisi lain aku ragu akan pernyataannya tentang kepalsuan kehamilan yeoja itu. Apa yang harus kulakukan?


“eunri-a.. Apa aku harus berlutut dihadapanmu meminta kepercayaanmu?” Aku menggeleng.


“atau kau menginginkan yang lebih ekstrim lagi? Kau menginginkanku untuk menyetir dengan kecepatan tinggi dan menerjunkan diriku sendiri ke dalam jurang?! Hah!! Apa kau menginginkan ini? Jika hanya cara ini yang bisa membuatmu percaya, akan kulakukan!! Lagipula aku juga tak ingin menjadi suami dari yeoja penipu seperti minra!!” Aku terkejut akan perkataannya.


“jangan!!! Kau ini masih mempunyai otak kan? Pikirkan anakmu juga!”


“anakku? Aku bahkan tidak merasa melakukannya.. Kau tau eunri-a? Aku merasa tersiksa, tertekan, di satu sisi aku dipaksa menikahi minra, tetapi disisi lain orang yang kucintai menghindariku, tidak mempercayaiku, aku tidak mempunyai orang yang dapat membantuku meringankan bebanku eunri-a.. Apakah kau mengerti perasaanku?”


Aku baru menyadarinya. Selama ini ia juga merasa tertekan dan tersiksa. Aku tak tau apa yang harus kulakukan. Gerak refleks. Aku memeluknya.
“oppa.. Percayalah aku juga tak tau apa yang harus kulakukan.” kataku lirih sambil mengelus rambutnya.

 

-Minra POV-


Aku masih menjalankan sandiwaraku. Aku berpura-pura hamil. Orang tuaku juga percaya saja. Tetapi, jaejoong oppa sudah mengetahuinya. Dia marah padaku. Ia mengacuhkanku. Aku selalu berusaha bersikap baik & manis kepadanya, namun ia selalu menolak semua kebaikanku. Bahkan ia pernah berkata..


“Minra, sampai kapanpun, aku tak akan pernah melihatmu. Sebaik & semanis apapun perilakumu kepadaku, aku tak akan pernah luluh. Dan satu lagi.. Aku tidak akan menyerah untuk menggagalkan rencana pernikahan. Jikalau kita menikah nanti, aku tak akan menyentuhmu walaupun sehelai rambutpun. Tentang anak itu, setelah lahir akan kulakukan tes DNA jika ia memang anakku, aku akan mencukupinya. Tetapi jika bukan, urus saja sendiri.”


Jaejoong oppa tidak bahagia denganku. Aku tak bisa melanjutkan lagi. Jika dilanjutkan, akulah yang akan tersiksa juga. Aku memutuskan… Untuk melepasnya.


***


Kukumpulkan semua keberanianku untuk mengatakan semuanya di depan keluargaku. Semuanya. Kepura-puraanku. Ya.. Aku tau mereka akan marah besar.
Singkat saja penjelasanku bahwa semuanya berakhir. Kulepas orang yang bernama kim jaejoong. Good bye my love, may you find your happiness. I’ll go to the place that you don’t exist. I’ve learnt a lot of things called love from you. If we love someone, we shouldn’t have him. Just watch his happiness, u will keep breathing and alive.

 

-Eunri POV-


Udara sangat sejuk disini. Di tempat kosong yang tak cukup dikenal orang. Tetapi bagiku tempat ini indah & menarik. Aku merebahkan tubuhku dan berbaring. Aku menatap langit, dan memejamkan mataku dan merasakan apa saja yang ada di lingkungan sekitar. Tiba-tiba..

 

-Jaejoong POV-


Akhirnya minra mengaku.. Aku terbebas. Aku langsung mencari keberadaan eunri.
Dia masih sama.. Dia masih suka tempat itu. Ia sedang berbaring. Rasanya memang tak sabar melakukan hal-hal indah bersamanya. Aki mendekatinya perlahan. Berjongkok, dan aku mencium bibirnya. Aku tau dia terkejut. Sama seperti dulu. Aku menahan pundaknya agar dia tidak bergerak. Dia menerima ciumanku begitu saja. Haha.. Ternyata dia masih mau kucium. Lama bibir kami saling bertautan. Dia membuka matanya, aku tersenyum kepadanya.


“oppa… Apa yang kau lakukan disini?”


“tentu saja menemuimu.”


“kau… Tadi menciumku..”


“kita kan belum putus, suka-suka dong kalau aku menciummu..”


“tapi kau..”


“minra?? Lupakan dia. Dan alasan mengapa aku berani menciummu adalah… Kau yang akan menjadi pendampingku..”


“bagaimana dengan..”


“aku batal menikahinya. Seperti yang kubilang dia itu berbohong. Karena usahaku, dia mulai melepaskanku. Hebat kan aku?”

 

 

-Eunri POV-


Seseorang menciumku. Saat aku membuka mataku, ia adalah jaejoongku. Tak bisa kupungkiri bahwa aku juga merindukan ciumannya. Kunikmati saja.
Lalu dia bercerita, minra telah melepasnya. Batal menikah. Aku hampir tak percaya dengan apa yang kudengar. Tanpa kusadari aku tersenyum saat menatapnya.

 

-Jaejoong POV-


Hari ini valentine. Tahun kemarin hari valentineku sangat buruk. Itu semua gara-gara minra! Tapi sudahlah sekarang hanyalah ada eunri.
Aku mengajaknya ke taman itu. Tempat dimana pertama kali kita bertemu. Tak lupa aku membawa hadiahku yang tertunda..

 

-Eunri POV-


Jaejoong oppa mengajakku bertemu di taman.. di hari valentine.. akankah menjadi valentine yang buruk lagi? Jangan! Aku harap bukan. Segera cepat-cepat kulangkahkan kaki kesana. Tak lupa aku membawa coklat buatanku yang sempat tertunda kuberikan.

 

-Jaejoong POV-


Itu dia. Dia melangkah kemari dengan senyum yang dikembangkan. Aku menyukai senyum itu.


“oppa.. happy valentine day!!” katanya sambil tersenyum.


“happy valentine day eunri-a..” balasku sambil memeluknya..


“oppa.. kenapa tiba-tiba mengajakku untuk bertemu?”


“memangnya tidak boleh? Ini kan Valentine. Kita rayakan bersama. Kau tidak memberiku cokelat?”


“oo… iya ini aku membawanya untukmu oppa..aku membuatnya sendiri..” dia menyerahkan coklatnya sambil tersenyum malu.


“terima kasih banyak jagiya.. wajahmu memerah..” kataku sambil mencubit pipinya.
Lama kami terdiam. Aku mengumpulkan keberanianku.


“hmm.. oppa, kau tak memberiku hadiah?”


“tentu saja. Aku akan memberimu hadiah. Maka dari itu aku membawamu kesini untuk memberi hadiahku yang special.”


“haaa… pasti hanya coklat yang kau beli di toko.. tak seperti coklatku..” katanya meremehkanku.


“ya!!! Kau kan belum tau. Apa kau tau? Aku mempersiapkan hadiah ini sangat lama.. lamaaaa sekali. Aku takut jika aku memberimu hadiah di tempat lain, kau akan menjerit-jerit, dan orang-orang akan memukuliku karena mereka mengira aku melakukan hal-hal yang tidak-tidak kepadamu.”


“oke.. kalau begitu berikan sekarang.” Dia memintanya..


Aku pun berdiri.. mengambil sesuatu di kantongku dan menatapnya serius.

 

-Eunri POV-

 


Dia menatapku sangat serius membuatku gugup. Apa yang akan dilakukannya?


“Eunri-a.. aku sudah memikirkan ini matang-matang. Jika satu tahun yang lalu tidak ada minra yang mengganggu kita, mungkin sekarang kita sudah sangat bahagia.” Dia menarik nafas panjang dan..


“Lee Eunri, maukah kau menikah denganku?” katanya sambil meyodorkan cincin. Jantungku berdegup kencang. Aku memang menunggu momen ini. tetapi setelah momen ini datang, aku bingung harus berbuat apa.


“aku sebenarnya ingin melakukan ini setahun yang lalu. Tetapi kau tau kejadian tentang minra membuatku menundanya. Sekarang kau pasti tau kalau aku sudah merencanakannya sejak lama. Sejak satu tahun yang lalu.”


“tak apa jika kau menolaknya karena itu hakmu. Atau kau mau memakai cincin ini nanti saja?”


“tidak! Aku tidak akan memakai cincin itu nanti.” Aku melihat raut kecewa diwajahnya.


“tetapi aku akan memakainya sekarang.”Dia menatapku dengan senang.


“apa? Kau serius eunri?”


“aku tak main-main oppa.” Dia memelukku dengan senang.


“oppa!! Aku bisa mati sebelum kita menikah karena kau memelukku dengan sangat kencang!!”


“mianhae eunri-a.. aku sangat senang.. jadi kapan kita menikah? Bagaimana kalau besok?”
“MWOOO????”


“haha.. kau tau seharusnya kita sudah menikah dan memiliki anak.. kalau kau mau

mempercayaiku waktu itu.. tapi ahhh… kau ini malah merelakanku bersama minra.”


“aahhh!! Berhenti berkata itu!! Berhenti mengucapkan kata minra!!”


“kau cemburu kan?”


“TIDAKK!!”


“jadi? Kau ingin anak berapa? 10? 25? 50?” tanyanya tanpa dosa.


“MWOO??? Hey!! Yadong namja!! Enak di kau tak enak di aku!! Kau hanya perlu satu malam untuk membuat anak dan kau senang setelah itu!! Tapi aku?? Aku yang akan membawa kemana-mana anak itu selama 9 bulan dan yang kesakitan saat melahirkan!!”
Dia tertawa terbahak-bahak mendengar & melihatku mengomel…

-Author POV-
Mereka menghabiskan waktu di hari Valentine itu dengan gembira.. tentu saja mereka gembira, karena mereka sudah merencanakan sebuah pernikahan.

 

I have let you go…
But you came back..
So.. you’re mine now..
You’re mine forever….

 

Fin

 

Komen please ^^

28 thoughts on “BAD-GOOD VALENTINE [1shoot]

  1. gumawo maretta saeng dah ngasih hadiah valentine ini..eon suka bgt..berasa bnrn jd yeojachingunya jeje….

    wmo???? jae mau bunuh aq ya ampe mau pnya anak segitu banyak….

    jeje so sweet bgt sih ngelamarnya >///<

  2. nimashinki Kim Hyun Rin berkata:

    waaaaaaaaah happy ending…. dasar minra pengganggu. coba aja nggak ganggu, pasti udah nikah deh setahun lalu. aku suka bgt pas bagian eunri ga mau makek cicinnya nanti, tapi maunya sekarang.. hehehe
    emg ya cowok dpt enaknya aja.. kalo cewek ngandung 9bulan trus berusaha ngeluarin tu bayi, sakiiiiiiit bgt.. apalg kalo pas didalem perut nendang2 gitu tu bayi. aku ga pernah ngersain tuh #yaiyalah wkwkwkwk

  3. Queen_Bee berkata:

    Iihhh,,, minra ngeseLinnn,,,, TpT
    Beraninya ngejebak JJ, 0rg JJ nya ngga maw dipaksa2 tp nyerah jg akhrnya,,,
    Aihhh,,, Eun Ri disayang bgtz sama JJ,,, >____<

  4. kei evilkei berkata:

    menurut kei ceritanya agak ganjil.. *tentang kehamilannya itu lho*
    hamil kan 9 bulan tuh, setelah setaun (12 bulan) kebohongan minra, kok eunri gak tau juga kalo minra itu bohong ya??
    setau kei, 1bulan setelah berhubungan kalo si namja tokcer, langsung hamil.. paling nggak, 1bulan lebih seminggu dari terakhir berhubungan, bisa langsung cek.. so, kalo emang bener minra & jaejoong berhubungan, otomatis setelah 10bulan, jae pasti udah punya anak kan..

    ato kei yg salah inget ya.. *garuk2 pala eunri*
    maklum, terakhir dapet pelajaran biologi, 5taon yg lalu..
    mian,, kalo ternyata kei yg salah..

  5. Jjessie72 berkata:

    Yak ampun,
    c.jeje knp konyol bgt,
    mw mnta cipok aja kudu pura2 pngsan,
    udh mndng ma aq ajah,
    tgl diem trz aq sosor
    #soang x, maen sosor2 ajh

  6. Jjessie72 berkata:

    Oh iya,
    awal2.a aq qra td, knp eunri ga ska valentine itu krn ditnggal mati ma jeje,
    abiz.a pz flshback c.jeje sgla pngsan,
    aq qra nnti b’candaan pngsan.a bkal jd bneran trz c.jj is dead kena sudden dead,

    hhuhh.. Untng dugaanku salah,
    n akhr.a hppy endng dh,
    wkwkwk

  7. inaztcengengzcassie berkata:

    huaaaaaaaa !!!
    aq terhanyut ama ni critaaa…
    bagus banget !!!

    LANJUTKAN !!!
    *kebiasaan kalo bingung mau ngomong apa*

    thor… request ff angst dong??
    lek bisa gak ada nc nya…
    lagi pgen nangis nih thor…
    boleh ya ??*puppy eyes*

  8. vikos berkata:

    huwa…. jeje usil bgt…
    suka bgt eunjae couple…
    mau anak 50? sni aku abntuin kalo eun ri g sanggup, kekekekekeke

    mian bru baca… lg lg lg sequelnya sdh mnikah…

  9. JaeSu (Maretta Damayanti) berkata:

    @eunri eonni: saeng lgi nganggur eon. bruntung tu FF critanya g eonni sm jeje UAN, trs GA LULUS. (ni saeng obsesi tinggi lulus UAN) tp kan eonni tau ndiri kan sma nya saeng kyk gni.

    @Queen_Bee : memang minra nya dibuat ngeselin. kl FF g ad puncaknya kan jelek jdinya LOL. thanks for ur comment ^_^

    @kei evilkei : ni author jg bngung. tadinya jg author mikir2. duh tp memang dari sononya author bngung kl itung2an. aplg ini menyangkut matematika. ya anggep aja, itu tu sblum nglairin si minra dah ngaku, trs sisa wktunya si jae lg ngumpulin keberanian buat ngomong sm eunri. *author sableng*

    @Jjessie72 : bkannya jeje tu orngnya memang konyol?? haha.. akhirnya author brhasil nipu readers…thanks for ur comment ^_^

    @inaztcengengzcassie : author usahain deh.. coz ni author lg sibuk.. itu aja buatnya di wktu luang. thanks for ur comment. ^_^

    @hansangin : diladenin tu pngen punya ank 50? buseeettt… itu kan jejenya bercanda.. !!=,=” thanks for ur comment ^_^

    @vikos : yaa… kl gtu sih author jg mau mbantuin.. !!=,=” thanks for your comment ^_^

  10. kekuatan cinta emang selalu bisa mengalahkan apa aja, hahaha jahh bahasanya ketinggiang gw, wkwk

    sebel bgt ama si minra gara berbuat kaya gitu ke jae, udah gtu bikin eunri sedih lagi, huh

    dan ff ini keren gak bikin bingung bacanya juga, hehe

  11. -deewookyu- berkata:

    eehh…bener juga yang diomongin Eunri…kalo namja cuma butuh lima menit untuk merasakan nikmatnya buat anak, tapi kalo kita….ampuuunnn deh enaknya cuma sebentar taoi repotnyaaaaa…………. eehhhhmmmmmmmmm

  12. shaakimchi berkata:

    uwaaaa….baik banget ya jae oppa..jd irii..
    tp kayanya gampang banget ya minri nyerah soal jae oppa..
    hmm..mungkin karna ngeliat cintanya jae ke eun ri..
    bagus2..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s