Something About Love (Oneshoot)


Title       :  Something About Love

Cast        :  Lee Hyunmi, Kim Jaejoong and other.

Genre    :  Romance (maybe)

Rating   :  PG

Author :  Jaehyunmi a.k.a Lee Hyunmi (Me)


Hallo hallo ^^ Hajimemashite, watashi wa Annisa desu. Nisa o yonde kudasai, doozo yoroshiku onegaishimasu ^^ hhehe saya author baru disini dan ini ff pertama saya yg saya post disini. Semoga kalian suka dengan ff saya ini ^^


=Hyunmi POV=

Hyunmi-a ayolah, temani aku ke pesta dansa teman ku.. mau ya ya ya?” pinta sahabatku, Riheon. Dia terus menerus merengek memintaku menemaninya. Aish, dia mengganggu ku mengerjakan tugas kuliahku saja sih! Aku pun menatapnya kesal.

Memangnya kamu gak bisa pergi sendiri apa? Aku sibuk tau!” tolakku lagi, bukannya aku tega padanya, tapi aku benar benar sibuk mengerjakan tugas kuliahku.

“Andwae! Kamu tau kan aku paling malas pergi ke pesta apapun itu sendirian. Disana juga ada Yoochun, Yunho dan Jaejoong kok. Ayolah.. mau ya?”


Deg! Seketika aku menghentikan kegiatan ku, aku menatap nya tak percaya seolah olah mencari kebenaran dari kata katanya. Dia bilang apa tadi? Yoochun? Maksudnya Park Yoochun?

Mwo? Apa kau bilang tadi? tanyaku.

“Ne, Jaejoong, Yoochun dan Yunho sudah kembali ke Jepang. Teman lama ku yang mengadakan pesta itu kebetulan kenalan mereka ber 3 dan mengundang mereka ke pesta itu. Kenapa? Jangan bilang kamu lupa lagi dengan mereka? Omona Hyunmi-a, kamu…..

Bla bla bla.. Suara Riheon tidak terdengar lagi olehku, karna yang ada dipikiranku sekarang hanyalah Yoochun, Park Yoochun. Benarkah dia sudah kembali ke Jepang? Dan Jaejoong.. Apa mungkin ia masih mengingatku? Mengingat semua kejadian yang aku dan dirinya lalui di masa lalu?

“YA! Hyunmi-a, kamu mendengarkanku atau tidak? Jangan melamun, aku butuh kepastianmu. Tiba tiba Riheon membuyarkan lamunanku.

“Umm…” Aku menatap Riheon bimbang, rasanya malas sekali ikut dengannya ke pesta itu.. Aku pun melirik tugas kuliah ku yang menumpuk, aku berpikir sejenak. Setelah beberapa lama akhirnya aku memutuskan ikut dengannya karna dia berkata bahwa Yoochun ada disana. Awas saja kalau sampai Yoochun tidak ada disana, ku bunuh kau Riheon!

“Hhm, setelah aku pikir pikir.. tidak ada salahnya kalau aku ikut. Yasudah, ayo kita bersiap siap.” Ucapku. Seketika Riheon berteriak kegirangan sambil memelukku erat, setelah itu dia melepaskan pelukannya sambil tersenyum manis. Kami pun bersiap siap.

***

Setelah semuanya siap, kami berangkat. Perjalanan memakan waktu cukup lama, tapi akhirnya kami sampai. Kami pun langsung bergabung pesta itu, pesta nya terbilang cukup… mewah.

Riheon..”

Tiba tiba seseorang memanggil nama Riheon, kami pun menoleh. Lalu datanglah seorang yeoja, dia melambaikan tangannya kearah kami, lebih tepatnya kearah Riheon.

Omona… Raemi-a..” Riheon langsung memeluk yeoja bernama Raemi itu, sedangkan aku mengalihkan pandanganku kesekeliling, mencari seseorang. Siapa lagi kalau bukan Yoochun yang aku cari.

“Sudah lama tidak bertemu, kamu banyak berubah ya Raemi. Kamu benar benar cantik sekarang.” Kudengar Riheon memuji yeoja itu, aku pun menatap yeoja itu. hhmmm… kalau dilihat lihat, yeoja itu memang sangat cantik dan anggun. Pasti beruntung sekali namja yang menjadi kekasihnya.

Jinjjayo? Aaa gomawo Riheon-a. Oh iya, dia Hyunmi kan?” yeoja bernama Raemi itu tiba tiba menunjukku. Tunggu dulu… dari mana dia tau namaku?

“Ne, dia Hyunmi.. Hyunmi-a, perkenalkan ini teman lama ku, namanya Raemi.. Raemi-a ini Hyunmi, sahabatku. Ucap Riheon.

Hajimemashite.. Watashi wa Raemi desu. Korea kara kimashita. Doozo yoroshiku onegaishimasu (Perkenalkan, aku Raemi. Aku berasal dari Korea. Salam kenal) dia memperkenalkan diri, aku tersenyum. Ternyata dia sama seperti ku, dia juga orang Korea.

“Hai, watashi wa Hyunmi desu. Korea kara kimashita. Doozo yoroshiku onegaishimasu.” Ucapku. Kulihat dia terseyum, lebih tepatnya tersenyum sinis padaku. Aku jadi bingung, memanganya ada yang salah denganku? Apa mungkin bahasa jepang ku salah? Ah tidak mungkin, mana mungkin bahasa jepangku salah. Lalu kenapa dia… ah sudahlah, biarkan saja.

Oh iya, dimana Jaejoong, Yoochun dan Yunho? Kenapa mereka tidak terlihat dari tadi? tanya Riheon tiba tiba.

Mereka belum datang, mereka bilang mereka ada urusan mendadak. Mungkin akan sedikit terlambat datangnya.” Jelas Raemi. Kulihat Riheon pun mengangguk.

Umm, sepertinya aku harus kesana. Aku mau menyapa teman temanku yang lainnya, kalau begitu aku kesana dulu ya, silahkan menikmati pestaku.” Dia tersenyum lalu pergi, aku hanya terdiam. Kata kata Raemi tadi masih terngiang ngiang dikepala ku, jadi benar mereka ada di sini?

***

Sudah 1 jam sejak aku dan Riheon bergabung di pesta ini, tapi sekarang Riheon sudah menghilang entah kemana. Tiba tiba aku merasa haus, aku putuskan mengambil minum. Setelah minum aku pun berkeliling mencari Riheon, karna tidak menemukan Riheon, aku pun berjalan ke sudut ruangan.

Tapi saat aku hampir tiba disudut ruangan, tiba tiba aku menabrak seorang namja. Alhasil baju namja itu terkena air dalam gelasku. Aku buru buru minta maaf padanya..

“Gomennasai.. A.. Aku tidak sengaja, gomen.. Tadi aku tidak melihatmu. ” Aku terus meminta maaf seraya mencoba membersihkan bajunya dengan tisu yang aku bawa, aiishh baka Hyunmi! Kamu benar benar ceroboh!

“Hyunmi-a.”

Tiba tiba namja yang aku tabrak tadi memanggilku. Deg! Seketika aku terdiam.. Suara itu.. Suara itu sungguh familiar ditelingaku. Aku mendongak dan membeku menatapnya.

Joo.. Joongie-a.

Dia.. Dia Jaejoong, Kim Jaejoong!

Aku terus memperhatikannya, tiba tiba kulihat sebuah senyuman terukir di wajah manisnya.. Deg! Jantungku berdetak keras melihat senyumnya, sebuah senyum yang selalu aku rindukan. Senyum itu masih sama seperti dulu, sebuah senyum yang begitu tulus dan lembut. Tiba tiba dia memelukku, erat. Aku terdiam, namun entah kenapa aku pun membalas pelukannya.

Tiba tiba rasa sakit itu muncul kembali.. Ingatan ingatan tentang masa lalu itu pun kembali berputar di otak ku seperti film yang sedang diputar tanpa bisa kucegah. Saat itu, saat saat sebelum semuanya terjadi dan aku benar benar menyesali kebodohanku itu.

Dulu aku mencintai Jaejoong, sangat mencintainya. Sampai sekarang pun aku masih mencintainya. Tapi dulu aku berpikir aku tak mungkin memilikinya, aku berpikir dimatanya aku hanyalah sahabat kecilnya. Karna itu aku mencoba melupakannya. Dan saat itu, munculah Yoochun. Ia bagaikan seorang malaikat yang berusaha membantuku melupakan Jaejoong.

Beberapa tahun kemudian aku mengira aku berhasil melupakan Jaejoong, sampai hari itu datang.. Hari dimana Jaejoong mengatakan sesuatu yang membuat ku sadar dan juga benar benar menyesal akan apa yang aku lakukan.

“Hyunmi-a.. saranghaeyo.. jeongmal saranghaeyo..”

Ya, itulah.. itulah yang ia katakan padaku. Sebuah kalimat yang akhirnya membuat ku sadar akan perasaannya sekaligus membuat ku sadar bahwa aku masih sangat mencintainya. Namun aku tau itu sudah terlambat.

“Gomawo Joongie-a, aku juga mencintaimu.. Tapi.. tapi aku tidak bisa. Aku benar benar tidak bisa. Karna aku..karna aku telah menjadi milik Yoochun. Aku mohon, carilah orang lain  yang lebih baik dariku. Lupakan aku, aku mohon..

Sakit. Ya itulah yang aku rasakan, hati ku benar benar sakit setelah aku mengucapkan kalimat itu. Tapi apa yang bisa kuperbuat selain itu? Aku tak mungkin menerimanya, aku tak mungkin menyakiti Yoochun. Dia terlalu baik dan dia tak pantas untuk disakiti. Karna itu, biarlah aku yang menanggung ini semua asal aku tak menyakiti orang sebaik Yoochun.

“Begitu ya? Hah ternyata, aku memang benar benar sudah terlambat ya? Baiklah, kalau begitu chukkae atas hubungan kalian. Aku turut senang.”

Dia pergi.. ya, itulah yang dilakukannya setelah dia mengatakan itu. Aku tau dia kecewa, dia pergi untuk melupakanku, mencoba memenuhi keinginanku agar dia melupakanku. Dan aku benar benar menyesal karna aku telah menyakitinya, tapi aku tidak bisa berbuat apa apa.

Sejak itu, aku tak pernah mendapat kabar darinya lagi. Namun sekarang dia tiba tiba muncul dan memelukku dengan erat. Ya tuhan, kenapa dia harus kembali disaat aku sudah hampir melupakannya?


=Jaejoong POV=

“Gomennasai.. A.. Aku tidak sengaja, gomen.. Tadi aku tidak melihatmu.”

Deg! Suara itu..

Aku memfokuskan pendengaran dan penglihatanku, mungkin aku salah lihat dan hanya berhalusinasi mendengar suaranya. Namun aku sadar, bahwa gadis didepanku benar benar dia.. Seketika perasaan rindu yang selama ini coba kutahan menyeruak begitu saja. Kulihat dia meminta maaf dan membersihkan bajuku sedangkan aku hanya diam , menatapnya lirih. Masihkah ia mengingatku?

“Hyunmi-ah..” Panggilku.. Tiba tiba dia terdiam. Perlahan dia mengangkat kepalanya dan menatapku kaget.

“Joo.. Joongie-a.”

Dia menyebut nama ku, dia tidak melupakanku. Lalu dia menatapku dengan sorot mata yang sulit kuartikan, namun aku dapat melihat kepedihan dan kerinduan yang amat dalam di matanya. Apa dia merindukanku? Jujur, rasanya sakit melihat sorot matanya tersebut. Ya Tuhan, apakah aku yang membuatnya seperti ini?

Aku menatapnya lembut dan tersenyum. Senyum tulus yang sama, yang hanya aku berikan padanya… satu satunya gadis yang ada dihatiku. Dia masih terus menatapku. Aku langsung memeluknya erat. Aku tau aku benar benar merindukan gadis ini, gadis yang selama bertahun tahun hampir membuatku gila.

Lalu tiba tiba kurasakan dia membalas pelukanku, erat.

Ya Tuhan.. Bolehkah aku berharap bahwa ia masih mencintaiku? Bolehkah aku berharap dia akan menjadi milikku seorang suatu saat nanti? Dan bolehkah sekali saja aku bersikap egois untuk memintanya menjadi milikku, memintanya berpisah dengan Yoochun dan memintanya bersama ku?

Karna aku mencintainya, sangat mencintainya..

“Apa kabar?” tanyaku setelah aku melepaskan pelukanku. Ia hanya terdiam, masih terus menatapku. Aku jadi gugup sendiri dilihat seperti itu olehnya.

“Hyunmi-a.. Kenapa kau memandangiku seperti itu?”

“Aah, anu.. Aku.. aku Cuma heran.. I.. iya, aku Cuma heran, tiba tiba.. tiba tiba kau disini, aku kira kau masih di Korea..” Huh, jawaban apa itu?! Aku tau itu bukan jawaban yang sesungguhnya, tapi aku senang melihatnya masih gugup seperti itu saat melihat ku. Aku tertawa melihat ekspresinya, aku mencubit pipinya dengan gemas.

“Hhaha, ternyata kau tidak berubah Hyunmi-a. Kau masih gugup bila didekatku, itu berarti kau masih mencintaiku kan. Hahaha, aku senang sekali.” Aku masih tertawa seperti orang yang baru melihat sesuatu yang konyol.

“Ti.. Tidak seperti itu.. Siapa yang bilang seperti itu? Ja.. Jangan seenaknya saja memutuskan sesuatu.” Ucapnya gugup seraya menundukkan kepala.. Hahaha.. aku sangat mengenalnya dan aku tau dia berbohong, lagi lagi aku tertawa dalam hati melihat ekspresinya.

“Oh begitu ya? Yah sayang sekali, padahal aku mengharapkan itu benar. Ah baiklah, ah ya kau belum menjawab pertanyaanku.. apa kabar?” Dia mengangkat kepalanya dan melihatku.

Baru ia akan mengatakan sesuatu, tiba tiba terdengar suara seorang wanita menggunakan pengeras suara, semuanya menoleh kearah suara itu. Tiba tiba aku terdiam. bukan menatap pemilik suara itu namun menatap seorang laki laki disebelahnya. Dia..

Dia Yoochun! Park Yoochun!

Tapi tunggu, kenapa dia bisa disini? Bukankah dia di LA? Dan kenapa Yoochun menggandeng tangan Raemi? Ada apa ini?

Konbanwa minna-san, maaf karna aku mengganggu pesta kalian. Aku hanya ingin menyampaikan berita penting sekaligus bahagia untukku.. Malam ini aku akan mengumumkan siapa tunangan aku selama ini, dia adalah pria yang berdiri disebelahku. Yoochun.. Park Yoochun..”

Deg! Kulihat Hyunmi disebelahku yang menatap nanar mereka, setetes demi tetes air mata keluar dari matanya yang indah, dia menangis. Tiba tiba hatiku terasa sakit, dadaku sesak melihatnya menangis. Aku tak tau Hyunmi telah berhasil mencintai Yoochun atau tidak. Tapi sekali lagi, bolehkah aku berharap? Tiba tiba saja kulihat Hyunmi berlari menuju tempat Yoochun. Aku segera mengikutinya.

PLAAKK!!!!

Aku terdiam.. Sebuah tamparan mendarat dipipi kanan Yoochun, ya.. Hyunmi menampar Yoochun, dapat kulihat Yoochun menatap Hyunmi kaget.

Bohong, ini semua bohong! Kalian bercanda, kalian bercanda kan? Hyunmi berteriak, dia mulai terisak. Aku menggenggam tangannya erat, kutatap Yoochun tajam.

Yoochun-a.. Katakan kalau ini semua bohong! Kamu tidak mungkin bertunangan dengan Raemi kan? Jawab aku Yoochun-a, jawab aku!

Sekali lagi Hyunmi berteriak, tangisannya makin menjadi. Aku hanya dapat terpaku melihatnya terisak seperti itu. Rasanya sakit, tapi aku tak tau harus berbuat apa. Aku sendiri tak tau kenapa semuanya seperti ini, kenapa Yoochun bisa bersama Raemi?

“Gomennasai Hyunmi-ah, tapi ini semua kenyataan..”

Deg! Apa dia bilang? Ya Tuhan, jadi Yoochun benar benar bertunangan dengan Raemi! Tapi bagaimana bisa? Bagaimana dengan Hyunmi?

“Kau.. Kau benar benar brengsek Yoochun! Aku benci padamu!” Seketika, kurasakan tangan Hyunmi terlepas dari genggamanku. Dia pergi. Saat aku ingin mengejarnya, seseorang menahan tanganku. Aku menoleh.

Jaejoong, jangan kejar dia. Biarkan dia sendiri dulu, dia sedang ingin sendiri dan menenangkan pikirannya.” Yunho memperingatiku. Aku berteriak frustasi, aku menatap tajam Yoochun, aku berdiri dihadapannya.

“Ini semua karna kau Yoochun, ini semua karna kau! Aku menyesal merelakan Hyunmi pada mu, harusnya aku tak membiarkan nya dengan mu!

“Kau.. Jadi kau benar benar menyukai Hyunmi?”

“Iya! Aku menyukainya, bahkan mencintainya! Aku mencintainya jauh sebelum kau mencintainya! Kau tau, dia selama ini menderita tapi dia mencoba setia padamu! Tapi kenapa kau menyakitinya hah? Sekarang kejar dia, atau kau takkan pernah mendapat maaf darinya!” Aku berteriak padanya, namun dia hanya diam.

“Kenapa kau diam hah!”

“Aku tidak mungkin mengejarnya, aku memang mencintainya tapi aku tidak mungkin bersamanya. Aku sudah bertunangan dengan Raemi, Jaejoong.”

DUUGG!!!!

Aku langsung memukul wajahnya, aku benar benar bisa membunuhnya sekarang juga kalau saja tangan ku tidak ditahan oleh seseorang. Aku menoleh.

“JAEJOONG CUKUP!!!! BERHENTI!!!!!”

Yunho membentakku dan mendorongku menjauh dari Yoochun. Shit! Kenapa dia harus menghalangiku!Aku melepaskan cengkraman tangannya dengan mudah dan menatap Yoochun.

“Kau!!!! Aku takkan pernah memaafkan mu, karna kau telah menyakiti Hyunmi. Dan kau Raemi, aku benar benar tak habis pikir denganmu, kenapa kau tega melakukan hal ini hah!”

“Kau mau tau kenapa aku melakukan hal ini, KIM JAEJOONG?! Aku melakukan hal ini karena aku mencintai Yoochun dan aku takkan membiarkan dia bersama orang lain! Karna itu aku meminta orang tuaku menjodohkanku dengannya dan agar aku bisa dengan mudah menyingkirkan Hyunmi darinya! Dan sekarang aku berhasil.” Ucap Raemi, lalu dia tertawa dengan penuh kemenangan.

PLAAKK!!!!

Tiba tiba saja ada seseorang yang menampar Raemi, dan dia adalah Riheon. Riheon menampar Raemi.

“Kau! Aku benar benar tak menyangka ku setega itu Raemi!!! Ternyata ini tujuanmu menyuruhku mengundang Hyunmi kepesta mu ini. Aku benar benar bodoh karna dengan mudah memuruti omonganmu busukmu itu!” Kulihat Riheon menatap Raemi tajam, aku langsung tersenyum sinis.

“Heh! Kau lihat itu Yoochun? Hyunmi jauh lebih baik dari pada tunanganmu ini! Menyesallah Yoochun, karna kau lebih memilih dia dari pada Hyunmi!”

Aku berteriak pada Yoochun, saat itu juga aku langsung berlari keluar dari pesta itu. Aku langsung menuju mobilku. Tiba tiba Yunho dan Riheon memanggilku.

“Jaejoong, aku ingin mencari Hyunmi kan? Kalau begitu aku dan Riheon juga akan mencarinya. Sebaiknya kita berpencar, aku dan Riheon mencari dengan mobilku dan kau mencari dengan mobilmu.”

“Terserah kau saja.” Aku segera masuk kedalam mobilku dan langsung menyetir mobilku mencari Hyunmi.

***

Sudah 1 jam sejak aku mencari Hyunmi, namun aku belum menemukannya.. Tiba tiba turun hujan, makin lama makin lebat namun aku masih belum menemukannya. Ya Tuhan, kumohon jaga Hyunmi, kumohon jaga dia Tuhan. Aku takut terjadi apa apa dengannya.

“Drrtt.. ddrrtt….” Tiba tiba ponselku bergetar, dari kulirik ponselku. Ternyata Riheon menelponku. Aku langsung mengangkatnya.

“Moshi moshi Joongie! Aku menemukannya, aku menemukan Hyunmi..”

“Apa? Dimana kalian menemukannya? Cepat beritahu dimana Hyunmi!” perintahku.

“Dia ada di taman dekat sini, dia basah kuyup. Cepat kau datang! Aku dan Jinki sedang mencoba membujuknya, dari tadi dia memberontak terus, dia berteriak seperti orang bodoh, dia tidak mau pergi dari siti..” aku terhenyak mendengar penjelasan Sohyun.

“ANDWAAEEE!!!! AKU MASIH MAU DISINI! PERGI KALIAN!!!!!”

“Hyunmi-a, jangan seperti itu! Nanti kalau terjadi apa apa padamu bagaimana? Ini hujan deras, ayo pergi dari sini!” kudengar Yunho mencoba membujuk Hyunmi.

“Joongie-a, kenapa kau diam saja? Cepat kau kesini! Kita sudah tidak kuat, kami kedinginan. Cepat kau datang!” Riheon menyadarkan lamunanku.

“Ne, tunggu aku. Aku segera datang!” Aku segera mematikan sambungan telepon dan langsung menuju ke tempat dimana Hyunmi berada.

‘Ya Tuhan, hujannya lebat sekali! Yunho.. Riheon.. tolong terus bujuk Hyunmi..’ pintaku dalam hati.

***

Sampai didepan taman, aku melihat seorang namja dan yeoja yang tengah membujuk seorang yeoja yang tengah menangis. Mereka Yunho, Riheon dan.. Hyunmi. Aku segera turun dari mobil dan langsung berlari menuju mereka tanpa peduli bajuku yang basah terkena air hujan..

“Yunho.. Riheon.” panggilku, mereka langsung menoleh kearahku sedangkan Hyunmi, dia masih saja menangis sambil menutup wajahnya dengan tangannya.

“Dia tidak mau beranjak dari sini, Joongie-a..” ucap Riheon lirih.

Aku terdiam, kulihat Riheon dan Yunho yang basah kuyup karena mencoba membujuk Hyunmi. Aku kembali memperhatikan Hyunmi yang masih menangis, aku memegang dadaku, perih. Itulah yang aku rasakan, hatiku perih melihatnya seperti itu..

“Riheon-a, sebaiknya kau pulang.. dan kau Yunho, kau antar Riheon ke apartemennya, biar aku yang mengurus Hyunmi..” ucapku.

“Tapi Jaejoong…”

“Tenang saja, kau tidak perlu khawatir Riheon-a, aku akan menjaganya… Yunho, tunggu apa lagi? Apa kau mau membiarkan Riheon kedinginan karna terus disini? Kalau tidak, cepat antar Riheon ke apartemennya..” ucapku.

“Baiklah… Joongie-a, aku percaya padamu. Jaga Hyunmi, aku tau kau bisa..” Yunho menepuk nepuk pundakku lalu dia dan Riheon pun pergi.

Perlahan aku berjalan kearah Hyunmi dan segera memeluknya. Aku tau dia kedinginan karna kurasakan tubuhnya gemetar menahan dinginnya air hujan yang terus mengguyur dirinya..

“Lepas.. Lepaskan aku Joongie-a.. lepaskan aku…” pintanya lirih, aku hanya diam dan masih memeluknya erat. Sekarang dia terisak dipelukanku. Tangisannya terdengar memilukan, Ya Tuhan.. sesakit itu kah dia?

Rasanya benar benar sakit melihatnya seperti ini, serapuh ini. Oh God, kenapa ia harus menderita seperti ini? Kenapa takdir begitu kejam? Aku bingung, apa yang harus kulakukan ya Tuhan?


=Author POV=

Hyunmi terus menangis dan terisak dipelukan Jaejoong, entah mengapa Hyunmi merasa nyaman berada dipelukan Jaejoong walaupun hujan terus menerus mengguyur. Setelah lama, tangisan Hyunmi berhenti, Jaejoong pun melepaskan pelukannya.

“Sebaikanya kuantar kau pulang, aku tau kau kedinginan kan dari tadi. Tubuhmu juga basah kuyup, aku takut kau sakit.” ucap Jaejoong lalu dengan lembut dia menuntun Hyunmi ke mobilnya dan langsung melaju menuju apartement Hyunmi.

Selama diperjalanan, Jaejoong berusaha membuat Hyunmi tertawa dengan menceritakan sesuatu yang konyol padanya yang berhasil membuat Hyunmi tertawa terbahak bahak. Suasana menjadi ceria selama diperjalanan, hujan pun juga akhirnya reda.

“Hyunmi-a, sudah sampai..” ucap Jaejoong. Hyunmi tersenyum lalu mengangguk. Saat Jaejoong ingin membuka pintu mobil, Hyunmi menahan tangannya. Jaejoong menatap Hyunmi bingung.

“Arigatou, Joongie-a..” ucap Hyunmi tulus.

“Apapun untukmu…” kata Jaejoong lembut sambil mengacak acak rambut Hyora dan tersenyum. Lalu dia turun dari mobil dan membukakan pintu mobil untuk Hyunmi.

Hyunmi pun seraya turun dari mobil. Jaejoong mengantar Hyunmi sampai ke dalam rumahnya karna Hyunmi yang meminta, Hyunmi segera berganti baju setelah itu ia memberikan Jaejoong pakaian ganti untuk Jaejoong.

“Ini, pakailah. Pakaian mu basah kuyup. Tapi cuma itu yang kupunya, itu pun baju oppa ku yang tertinggal saat oppa dan onnie ku menginap disini..” Hyunmi memberikan baju itu pada Jaejoong. Jaejoong pun menuju kamar mandi dan mengganti baju.

Tiba tiba hp Jaejoong berbunyi, ada sms masuk. Jaejoong terdiam melihat siapa pengirimnya, tapi ia tetap membaca isi pesan itu. Ia menghembuskan nafas berat dan membalas sms itu dengan cepat. Setelah itu ia langsung menemui Hyunmi diruang tamu.

“Hyunmi-a, sepertinya aku harus pulang sekarang. Ini sudah malam..” kata Jaejoong.

“Oh, baiklah.. Aku antar kau sampai depan.” Hyunmi pun mengantar Jaejoong sampai depan gerbang rumahnya.

“Sekali lagi terima kasih, Joongie-a..”

“Sama sama, yasudah ya.. aku pulang dulu..” Jaejoong tersenyum lalu pergi. Hyunmi melambaikan tangannya dan tersenyum, hatinya terasa sejuk melihat senyuman Jaejoong. Saat Hyora akan berbalik, ada seseorang yang memanggil namanya.

“Hyunmi-a..” Deg! Seketika Hyunmi membeku ditempat, ia tau suara itu.. Hyunmi menatap orang yang memanggilnya dengan jantung berdetak keras. Dia.. dia Yoochun!

“Ka.. kau…” Hyunmi menatap Yoochun tajam, suaranya bergetar.

“Hyunmi-a.. aku….”

“Mau apa kau kemari hah! Bukankah seharusnya kau di pesta itu bersama tunangan mu itu, jadi mau apa kau kemari?” tanya Hyunmi sinis tanpa basa basi, kenapa orang yang benar benar tak ingin ditemuinya malah datang padanya saat ini.

“Aku ingin bicara sebentar dengan mu, tapi tidak disini.” pinta Yoochun lirih.

“Aku tidak bisa..” ucap Hyunmi cepat, ia berbalik namun Yoochun menahan tangannya.

“Lepaskan aku, aku tidak mau. Aku..”

“Aku mohon, sebentar saja.. Untuk terakhir kalinya.. Aku ingin menjelaskan semuanya.” Deg! ucapan Yoochun barusan membuat Hyunmi terdiam, Hyunmi tidak mengerti apa yang dimaksud Yoochun.

“Baiklah, mau bicara dimana?” tanya Hyunmi akhirnya.

“Ditaman sebelah rumahmu, ayo..” Yoochun langsung menarik tangan Hyunmi dan mereka langsung berjalan menuju ketaman itu. Sampai ditaman, mereka duduk di salah satu bangku taman. Suasananya sepi karna ini sudah malam. Selama beberapa saat, tak ada yang bicara.


=Hyunmi POV=

Yoochun dan aku duduk di bangku taman, suasana ditaman ini sangat sepi dan hanya ada kami ditaman ini. Aku menunggunya bicara, namun dia hanya diam menatap kosong kedepan. Aku mulai tidak sabar, aku pun berdiri dan menatapnya kesal.

“Sebenarnya apa yang mau kau bicarakan hah! Aku tidak punya banyak waktu, lain kali saja kita bicara. Aku sibuk.” Ucapku ketus, aku berbalik bersiap siap pergi.

“Apa kau bahagia?” Deg! Seketika aku membeku ditempat mendengar pertanyaannya, aku berbalik dan menatapnya bingung.

“Mwo?” tanya ku tak mengerti, tiba tiba saja ia menatap ku. Tatapannya sendu, terlihat penderitaan yang sangat dalam di matanya. Kulihat dia tersenyum tulus padaku, membuat ku makin tak mengerti dengan sikapnya.

“Jawab saja.” Ucapnya singkat.

“A.. aku tak tahu.” Jujurku, kudengar dia tertawa pilu.

“Begitu kah? Lalu apa yang harus kulakukan agar membuat mu bahagia Hyunmi-a? Semuanya sudah kulakukan untuk membuat mu bahagia, termaksud menerima perjodohan orang tua ku.”

“A.. apa maksudmu?!” ucapku makin tidak mengerti.

“Apa maksudku? Kau masih tanya apa maksudku, Hyunmi-a? Asal kau tau, aku menerima perjodohan orang tua ku dengan Raemi itu karna kau Hyunmi, karna kau! Aku tidak sebodoh yang kamu kira, Hyunmi-a, aku tidak seperti itu! Aku masih punya otak dan aku tau selama ini kau tidak mencintaiku, kau mencintai sepupu ku, kau mencintai Jaejoong!” teriaknya frustasi.

‘Ja.. jadi Yoochun … Yoochun tau? Yoochun tau bahwa aku tidak mencintainya?’ batinku.

“Aku bersikap seolah olah tidak tahu tentang hal itu karna selama ini aku selalu berharap suatu saat nanti kau bisa melihatku Hyunmi-a, bukan Jaejoong. Bahwa kau bisa mencintai ku dengan tulus seperti kau mencintai Jaejoong, dan bahwa suatu saat aku bisa menggantikan Jaejoong dihatimu…”

Aku terdiam, hati ku terasa sakit saat Yoochun menjelaskan tentang hal itu. Ingin rasanya aku memohon pada Yoochun untuk menghentikan ucapannya. Karna saat ia mengatakan itu, hatiku terasa tercabik cabik. Aku merasa bersalah padanya, amat sangat merasa bersalah.

“Tapi ternyata aku salah.. Aku sadar, aku takkan mungkin bisa menempati walau sedikit saja ruang dihatimu. Aku sadar walau tubuhmu ada disisi ku, tapi hati dan pikiran mu bukanlah untukku. Aku sadar bahwa kau takkan bahagia denganku, dan aku sadar kau benar benar mencintai Jaejoong dan akan lebih bahagia bersamanya…”

“Karena itu, aku memilih menerima perjodohan itu agar kau bisa bahagia bersama Jaejoong. Karena bagiku, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku juga, dan kebahagiaan mu lebih penting dari apapun didunia ini..”

Dia terdiam, aku pun terdiam. Perasaan bersalah itu membuat hati ku sakit, rasanya perih. Aku benar benar ingin menangis sekarang juga, aku menyesal. Aku menyesal telah membuat orang sebaik dirinya menderita selama ini. Tiba tiba saja kurasakan seseorang memelukku, Yoochun memelukku. tangisan ku pun pecah tanpa bisa dicegah. Aku membalas pelukannya.

“Terima kasih telah membuatku mengerti apa itu arti cinta, terima kasih Hyunmi-a.. Berbahagialah dengan Jaejoong.. Aku tak ingin melihat mu menderita.. Aku mohon…” Ucapnya, suaranya terdengar parau. Ia melepaskan pelukannya dan menatapku.

“Mianhae.. mungkin ini pertemuan terakhir kita, karna aku akan pergi ke LA malam ini juga. Jangan coba menemui ku dibandara, aku mohon Hyunmi.. Aishiteru (Aku mencintaimu)” Ia mengucapkan kalimat terakhir itu dengan lirih, dipaksakannya sebuah senyuman namun yang ku lihat hanyalah senyuman pilu yang membuat ku semakin merasa bersalah terhadapnya.

‘Andwae.. andwae Yoochun-a.. Jangan pergi…’ batinku, ingin rasanya aku menahannya. Tapi kaki ku terasa berat dan sulit digerakkan, kaki ku seakan akan lumpuh saat itu juga.

“Sayonara.” Ucapnya. Ia menatapku sekali lagi lalu berjalan pergi. Meninggalkan ku yang menangis dan tertunduk ditanah. Aku makin terisak saat tubuh Yoochun yang menjauh tak terlihat lagi olehku. Aku terus menangis dan menangis berharap Yoochun kembali.

“Yoochun-a…Yoochun-a.” Isakku keras.

Tangisan ku makin menjadi, aku tak tau harus melakukan apa. Tubuh ku lemas, aku mencoba berdiri dengan sekuat tenaga. Namun tak bisa, aku putus asa. Tapi tiba tiba saja sebuah lengan kekar menarik dan memeluk ku erat. Ia adalah Jaejoong.

“Menangislah, menangislah Hyunmi-a. Keluarkan semuanya, keluarkan semuanya agar kau lega..” Jaejoong memeluk ku semakin erat, aku membalas pelukannya.

“Kenapa semuanya jadi seperti ini?” tanyaku makin terisak.

“Aku benar benar tega Joongie-a, aku benar benar perempuan paling tega didunia. Tega tega nya aku menyakiti orang sebaik dan setulus Yoochun, aku bodoh Joongie-a.. Aku bodoohh…”

Aku terus menerus menangis dan terisak dipelukan Jaejoong, menumpahkan semua kekesalan dan penyesalan didalam pelukan hangatnya. Setelah cukup lama, tangisanku reda. Kurasakan Jaejoong mengelus elus rambutku lembut.

“Sudah puas?” tanyanya, aku pun mengangguk lalu melepaskan pelukannya.

“Gomawo, Joongie-a.. Kamu selalu ada disaat aku membutuhkanmu.” Ucapku tulus padanya, kulihat dia tersenyum.

“Kau tidak perlu berterima kasih, aku akan melakukan apapun untukmu. Aku tidak mungkin membiarkan yeoja yang aku cintai menangis seperti tadi..” ucapnya. Seketika aku membeku setelah mendengar ucapannya, apa tadi dia bilang? Dia.. dia…

Hyunmi-a.. saranghaeyo.. jeongmal saranghaeyo..” ucapnya seraya tersenyum lembut. Deg! Seketika jantungku berdetak keras. Aku menatapnya sejenak, masih tidak percaya dengan apa yang dia ucapkan. Tapi sedetik kemudian, aku tau bahwa ia serius.

Ia mengatakannya. Kalimat itu, kalimat yang sama.. Kalimat yang pertama kali membuat ku sadar bahwa ia mencintaiku. Kutatap matanya dan tersenyum.

“Nado saranghaeyo, Joongie-a.” ucapku, dia menatapku sejenak lalu tersenyum. Kami saling menatap, lama kelamaan Jaejoong mendekatkan wajahnya ke wajahku. Aku memejamkan mataku, setelah itu dapat kurasakan bibir Jaejoong menyapu lembut bibirku. Aku pun membalas ciumannya. Setelah lama, Jaejoong melepaskan ciumannya dan menatapku.

“Ayo kuantar kau pulang, ini sudah malam.” Ucapnya sambil menarik tanganku. Dia mengantarku sampai depan rumahku.

“Yasudah, kamu cepat masuk.” Ucapnya, aku mengangguk lalu berjinjit dan memberikan ciuman kilat padanya. Kulihat dia tertawa jahil.

“Hahahaha, ternyata kau sudah mulai nakal ya jagiya.” Aku pun hanya dapat tersenyum malu. Dia mengacak acak rambutku lalu mencium keningku.

“Sampai ketemu besok, jagiya.” Dia melambaikan tangannya lalu pergi, aku pun masuk kedalam rumah dengan perasaan benar benar bahagia.

= Jaejoong POV=

Aku benar benar bahagia, ternyata Hyunmi masih mencintaiku. Setelah mengantarnya pulang, aku kembali ketaman itu untuk menemui seseorang. Saat sampai, kulihat seseorang namja sedang duduk disalah satu bangku di taman itu sambil menatap langit. Aku pun menghampirinya.

“Gomawo..” tiba tiba saja dia mengucapkan terima kasih padaku saat aku duduk disebelahnya, aku tak mengerti apa maksudnya.

“Mwoya? Apa maksudmu Yoochun-a?” tanyaku pada Yoochun.

“Gomawo karna kau bersedia menjaga Hyunmi, aku mohon jangan pernah sakiti dia. Dia sudah cukup menderita selama ini.” Ucapnya, ia menatapku dengan tatapan memohon.

“Ah ne, aku pasti menjaganya. Kau tenang saja, Yoochun-a. Oh ya, kau berbohong  pada Hyunmi tentang kau akan pergi ke LA malam ini kan?” tanyaku, ia menatapku sejenak lalu tersenyum.

“Ne, aku memang berbohong. Aku tidak akan berangkat ke LA malam ini, tapi besok pagi.” Ucapnya, aku langsung terbelakak kaget.

“Mwo? Besok pagi?” dia mengangguk lalu menghela nafas berat. Aku tau, pasti dia berat melepaskan Hyunmi dan meminta ku menjaganya.

“Yoochun.. Aku salut padamu.” Ucapku tulus, dia berdiri lalu menatapku heran.

“Kau bisa mengambil keputusan seberat dan sepenting ini, aku tau ini tidak mudah.” Pujiku, dia pun terkekeh.

“Apapun akan kulakukan demi melihatnya bahagia, walaupun aku harus merelakan cintaku.” Aku terdiam, terdiam karna mendengar ucapannya. Ternyata, ia benar benar mencintai Hyunmi.

“Kenapa malah diam? Ada yang salah?” tanyanya, aku pun menggeleng.

“Ah ani.” Ucapku berbohong, dia kembali menghela nafas berat. Aku berdiri berhadapan dengannya, tiba tiba saja ia menepuk pundakku.

“Aku pegang janjimu Joongie-a, aku pegang janji mu untuk membuat Hyunmi bahagia. Suatu saat nanti aku akan kembali, kembali saat aku berhasil melupakan Hyunmi dan jika saat itu tiba, aku akan menagih janjimu.” Ucapnya.

“Ne Yoochun-a.” Ucap ku tegas, dia pun tersenyum.

Doushite… Kimi wo suki ni natte shimattan darou…” tiba tiba ponsel Yoochun berbunyi, dia tersenyum saat melihat siapa yang menelponnya lalu mengangkatnya. Aku heran, kenapa Yoochun jadi senang sekali tersenyum? Tapi kira kira dari siapa ya? Beberapa detik kemudian, Yoochun menutup ponselnya menandakan bahwa ia sudah selesai menelpon.

“Dari Raemi, dia bilang pesta nya sudah selesai dan dia hanya bertanya aku sedang dimana. Dia menyuruh ku bersiap siap untuk keberangkatan besok.” Ucapnya ringan seakan akan dapat membaca pikiranku, aku pun terkekeh.

“Yasudah ya Joongie-a. Aku sepertinya harus pulang, bersiap siap untuk besok. Ah iya, jangan coba coba beritaukan tentang kepergian ku besok pagi pada Hyunmi, arraso?” aku mengangguk, dia tersenyum lagi lalu pergi.

Aku menatap kepergiannya seraya tersenyum pilu.

“Gomawo Yoochun-a, gomawo. Aku pasti akan menepati janjiku, aku takkan mungkin menyakiti Hyunmi karna aku mencintainya.” Ucapku pelan kembali tersenyum pilu.

=5 Tahun Kemudian=

Saat ini.. Detik ini juga, aku dan Hyunmi berdiri di altar pengantin ini bersama sama.. Ya, hari ini adalah hari pernikahan ku dan Hyunmi.

Dan hari ini aku benar benar bahagia, aku tak menyangka bahwa gadis yang berada didepan ku sekarang ini akan menjadi milikku selamanya. Tak ada yang dapat mengukur rasa bahagia yang saat ini aku rasakan.

Setelah kami mengikat janji sehidup semati didepan pendeta dan semua tamu undangan, aku pun mencium bibir Hyunmi lembut. Saat itu juga, tepuk tangan riuh membahana didalam gereja itu. Aku pun melepaskan ciumanku dan menatap Hyunmi lembut.

“Saranghaeyo..” ucapku tulus.

“Nado saranghaeyo, yeobo.” Ucapnya. Setelah itu kami langsung menuju mobil dan supir didalam mobil itu langsung membawa kami menuju gedung tempat pesta pernikahan kami. Sampai disana, suasana sudah cukup ramai. Kami langsung masuk kedalam dan pesta pernikahan pun dimulai.

Para tamu undangan terus menerus datang dan memberikan ucapan selamat pada kami, kulirik Hyunmi, dia terlihat sangat bahagia hari ini, begitu pula denganku.

“Yeobo,  menurut mu apakah ia akan datang?” tanya Hyunmi tiba tiba.

“Molla, tapi aku berharap ia datang. Kamu juga berharap seperti itu kan chagiya?” tanyaku, dia pun mengangguk.

“Hyunmi-a, Joongie-a…” Tiba tiba saja ada yang memanggil nama ku dan Hyunmi, kami langsung menoleh kearah suara itu.

“Yoochun-a.” ucapku dan Hyunmi bersamaan. Kami benar benar tak percaya dengan yang kami lihat, terlebih diriku. Ia benar benar datang. Kami pun bergantian memeluk Yoochun dengan perasaan bahagia.

“Chukkae, kalian benar benar pasangan yang serasi.” Ucapnya, dia tersenyum tulus pada kami.

“Ne, gomawo Yoochun-a..” aku berterima kasih.

“Yoochun-a, bagaimana hubungan mu dengan Raemi?” tanya Hyunmi tiba tiba.

“Kami sudah menikah, setahun yang lalu.” Ucap Yoochun sambil tersenyum, dapat terlihat kebahagiaan terpancar jelas dari wajahnya.

“Jinjjayo?” tanyaku dan Hyunmi bersamaan.

“Ne, ah ya tunggu sebentar.” Dia lalu pergi, setelah beberapa menit, dia kembali bersama seorang wanita cantik yang bisa ku tebak itu adalah Raemi.

Joongie-a, Hyunmi-a..” panggil Raemi.

“Ya Raemi-a, omona kamu cantik sekali!” pujiku, kulihat Hyunmi pun mengangguk menyetujui ku.

“Ah gomawo, Joongie-a. Oiya, chukkae atas pernikahan kalian.” Ucapnya seraya tersenyum.

“Ne, oiya kalian benar sudah menikah?” tanya Hyunmi lagi, mereka berdua mengangguk dengan pasti.

“Bahkan Raemi sedang mengandung calon anak pertama kami.” Ucap Yoochun terlihat sangat bahagia yang dibalas dengan pukulan lembut dilengannya oleh Raemi. Kulihat Raemi tersenyum malu.

‘Sepertinya Yoochun sudah bisa mencintai Raemi dengan tulus.’ Batinku senang.

“Omona, chukkae Raemi-a.” Hyunmi tersenyum manis. Tiba tiba saja ada yang menepuk pundak ku dan Hyunmi dari belakang. Kami pun menoleh.

“Kyaa Riheon-a.” Hyunmi langsung memeluk Riheon saat itu juga, Raemi juga memeluk Riheon dengan riang. Sedangkan aku menatap Yunho disebelahnya dan tersenyum.

“Yunho-a, sudah lama tidak bertemu.” Ucapku lalu aku dan Yoochun bergantian memeluk Yunho.

“Ne, sudah lama sekali. Ahaha, oiya.. chukkae Joongie-a atas pernikahanmu, akhirnya kau menyusul kami semua juga. Aku turut senang.” Ucapnya, aku pun mengangguk.

“Gomawo..” kami pun tertawa bersama.

“Ah ya, Yunho-a.. Mianhae saat pernikahan mu dan Riheon, aku dan Raemi tidak bisa datang. Kau tau kan, saat itu kami tinggal di LA.” Ucap Yoochun.

“Gwenchana Yoochun, bukan masalah. Oh iya, kau akan tetap tinggal di LA atau bagaimana?”

“Aku dan Raemi sudah memutuskan untuk tinggal di sini, di Jepang. Karna tinggal di LA tidak terlalu menyenangkan, lebih nyaman tinggal disini.” Ucapnya, kami pun terkekeh.

Yoochun, apa kamu mencintai Raemi?” tanyaku, dia lalu tersenyum dan mengangguk.

“Ne, aku mencintainya. Awalnya aku membencinya, tapi akhirnya aku sadar bahwa ia benar benar mencintai ku dengan tulus, aku pun mencoba membuka hatiku untuknya dan akhirnya aku dapat mencintainya. Tapi tenang saja Jaejoong, sekarang aku hanya mencintai Raemi. Aku tidak mungkin merebut Hyunmi dari mu.. kecuali…” Yoochun tersenyum jahil.

“Kecuali apa?” aku melotot padanya.

“Kecuali kalau kau menyakitinya.”

“Mwo?!” tanyaku kaget.

“Hahaha, tidak lah.. aku hanya bercanda. Dalam keadaan apapun aku takkan pernah merebutnya darimu. Lagi pula aku sudah punya Raemi.” Ucapnya, aku pun menghela nafas lega.

“Ah ya, gomawo Joongie-a. Kau telah menepati janjimu, sepertinya Hyunmi benar benar bahagia.” Ucapnya tulus.

“Ne, kau tidak perlu berterima kasih. Itu sudah merupakan tugasku, aku pasti akan terus menjaga dan membuatnya bahagia.” Ucapku tegas, dia tersenyum.

“Wah wah wah, sepertinya istri istri kita cepat dekatnya ya.” Celetuk Yunho seraya melihat Raemi, Riheon dan Hyunmi yang sedang bercanda disalah satu sudut ruangan pesta itu. Kami pun langsung tertawa. Setelah itu aku menatap Hyunmi, tiba tiba saja ia menatap ku dari tempatnya.

“Saranghaeyo, chagiya..” Ucapku lembut dengan bahasa mulut, dia tersenyum malu.

“Nado saranghaeyo, yeobo..” Ucapnya dengan menggunakan bahasa mulut sama seperti ku, aku pun ikut tersenyum. Aku terus menatap Hyunmi, dia benar benar cantik dan baik. Aku benar benar beruntung bisa memilikinya, saat itu juga aku kembali berjanji dalam hati bahwa aku akan selalu menjaga dan mencintainya untuk selama lamanya.


=The End=

Eaeaeaea😄

Bagaimana? Ancur kah ff saya? Saya harap tidak (?)

Oiya, sebenarnya saya buat ff ini 2 versi. Ada versi nc ada versi yg bukan nc, tapi yang versi nc sedang dalam tahap pembuatan.

Kira kira ada yang mau gak saya post ff yg versi nc itu? Kalau ada, bakal saya post. Hehhe, tapi itu semua tergantung pada kalian para readers ^^

And please coment. Saya butuh coment kalian, I hate silent readers, oke? ^^

Gomawo~

34 thoughts on “Something About Love (Oneshoot)

  1. baca ini ff enaknya dengerin lagi dbsk yg doushite….apalagi dengerinnya pas bagian uchun ngomong ma hyunmi di taman, beuuuh pas bgt dah tuh…..

    oi yg laen yg baca komen yaaa….

  2. congrat 4 new author…ff ny bgs koq…tp g ad nc ny yac?????hmmmmtak apalah…dkira td crita ny brsmbug,trnyt egga..dttgu postngn brktny y..

  3. @ME LUV DBSK : Sip deh, kalau udah selesai aku post yg NC nya. Tapi gak janji cepet, soalnya saya lagi sakit dan banyak tugas sekolah *curcol* Gomawo udah baca dan coment ^^

    @elajj : Gomawo ^^ kalau yang nc nya belum selesai chingu, lagi dibuat. kalau udah jadi bakal aku post kok. Sipdeh, gomawo udah baca and coment ^^

  4. Tanjunxiu berkata:

    Anyeong author…?? FF.y dah bagus, tapi masih ada kesalahan dikit, yaitu ttg nama. Waktu nyari hyunmi kan cuma ada 3 org ( yunho, jaejoong n reihon) kok ada nama jinki n hyora??? Mereka kan g’ ada di cast? Itu yg bkn aq bingung. Tapi its OK, aq suka jln crita.y. Versi nc.y dtgu author…??!! HWAITING ^_^

  5. ^kei^ berkata:

    wah,, ada author baru..
    makin rame deh blog ini.. ^^

    tulisannya masih ada yg salah2 chingu..
    tapi ceritanya, kei suka, happy ending..

    salut ma chun..
    dia ngerelain hyunmi tuk jae..
    jarang2 ada orang kek gitu..

    ditungguin yg versi NC nya chingu..

  6. nimashinki Kim Hyun Rin berkata:

    wah baru selesai baca ff ini sekarang setelah beberapa hari… cz aku sambil baca ff lain.. gaantian gtu.. yg ngepost jaehyunmi? author baru ya? salam kenal deh.. hehehe….

    wah ff nya buaguss pisan euy…

    akhirnya happy ending juga😀

    ada yg NC juga?? mau juga dong…. hehehe *otak yadong*

  7. inaztcengengzcassie berkata:

    eonniii….
    so sweeet…
    kayak kisahku aja…
    mungkin aq jadi ‘yoochun oppa’ di ff ini…
    tapi skarang aq masih belum menemukan ‘Raemi’ ku…
    hehhe…
    aq juga suka banget lagu doushite…
    aq bangeeeeeeeet…

  8. JaeSu berkata:

    anyeong new author.. biasanya yg nulis cm eunri eonni.. skrng jd tmbh rame blognya ad author2 baru..

    author, ni kok ad jinkinya? itu cast baru ya? ato slh ketik?

    sbenernya aku bc dr tadi ketar-ketir juga., deg-degan.. LOL..

  9. Lee Raemi berkata:

    terimakasih, anda telah membuat raemi sangat amat ga beradab di awal cerita.

    anyway, Kereeen!!! Fighting yaa!!!

  10. niita changminnizer berkata:

    huweeee..bner2 nii nguras emosi..

    kyaaa..untung lah happy ending..
    hyunmi ma jaepa..raemi ma uchun..riheon ma yunpa..keke

  11. -deewookyu- berkata:

    Yoochun….hebat bisa ngerelain cintanya…
    kirain pas baca awal awal yoochun ntu playboy…aaaahhh ga’ taunya….. oohh sweety boy >>

  12. shawolcassievip berkata:

    Uchun jahaaaat TT.TT tega bener deh !

    tapi bayangin ekspresinya Raemi lebih sebel lagi aku ! argh !

    but… ternyata setelah baca sampai akhir “it’s very complicated”.

    jadi kasian juga sama Uchun #labil

    sayangnya ada satu yg bikin aku g suka ni FF.

    happy ending😀 #ditampolauthor+reader

    ohya, bole komentar g>.<

    awal baca ffnya masi biasa aja belum dapet feel,

    tapi lama2 kok aku suka. hahaha ((:

    mungkin karena disini peran Uchun bagus :p

    biasanya kan dia emg playboy gitu~

    entah kenapa endingnya bikin aku tereak gaje gara2 bayangin senyum Yunho #lhoh???

  13. shaakimchi berkata:

    romantees..
    Aku suka dh ff ini.soalnya ga ada ncnya..hehe
    jae sweet kiss.tulus bgt tuh kayanya si jae cinta ama hyn mi.btw,nama aku dulu juga hyun mi..hehe..
    Poor yoochun..semoga dia bahagia tanpa hyun mi..
    Author fighting! ga ada ncnya..hehe
    jae sweet kiss.tulus bgt tuh kayanya si jae cinta ama hyn mi.btw,nama aku dulu juga hyun mi..hehe..
    Poor yoochun..semoga dia bahagia tanpa hyun mi..
    Author fighting!

  14. reeenny berkata:

    hohohoho chingu banyak typo nni

    “Dia ada di taman dekat sini, dia basah
    kuyup. Cepat kau datang! Aku dan Jinki
    sedang mencoba membujuknya,
    (ini bkan.a riheon sm yunho ? kok jadi jinki ? )

    “Apapun untukmu…” kata Jaejoong lembut
    sambil mengacak acak rambut Hyora dan
    tersenyum. Lalu dia turun dari mobil dan
    membukakan pintu mobil untuk Hyunmi.
    (tiba* kok jadi hyora ? )

  15. disini byk typonya y author? wkt riheon ngbujuk hyunmi kan shrusnya sm yunho, koq jd jinki y?
    trus… eh, apa lgi y? hehe~
    kukira yoochun emg playboy pas tunangan sm raemi, tp trnyata krn pengen ngalah y. salut deh sm chunnie^^
    enak y jd hyunmi, nikah sm biasku😄 *ngebayangin nikah sm jaeppa😀

  16. hannysally berkata:

    Keren,,,,
    “merelakan orang yang dicintainya untuk kebahagiaan nya, walaupun hatinya sakit.” 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s