Revenge Or Love? CHAP 1


Annyeong chingu ^^

Perkenalkan,,aku author baru namaku deassy :)

Oh iy ini ff pertamaku jadi maaf kalau agak kurang menarik ^^

Gomawo buat enggal eonni yang uda ngebolehin aku ikut nimbrung di blog ini…

So lets read !!

Cast :

-          Kim junsu / junsu

-          Park yoochun / yoochun

-          Kim lee sha / L

Another cast :

-          Park Yoohwan (Junsu’s past memory)

-          Shim Changmin

Junsu pov

25 Januari 2011

Akhirnya aku bisa kembali ke Seoul setelah hampir 4 tahun aku kuliah di Inggris. Senangnya. Rasanya tak sabar aku untuk menemui kedua orangtuaku dan adikku satu-satunya yang paling aku cintai. Ya, Lee sha. Seperti apa dia sekarang?terakhir kali aku bertemu dengannya, dia masih sangat manja dan nakal. Mungkinkah dia sekarang telah tumbuh menjadi gadis yang penurut dan mandiri?

Author pov

At junsu’s house

“ Paman, kok oppa belum sampai juga? Padahal seharusnya dia sudah sampai sejak 1 jam yang lalu. Kemana dia pergi? Ato jangan-jangan terjadi sesuatu dengan oppa? ” tanya Lee sha kepada tangan kanan kepercayaan keluarga Kim.

“ Maaf nona, saya kurang tahu. Tadi menurut orang suruhan yang menjemput tuan muda, beliau ingin pergi ke makam sebelum pulang. ” jawab paman dengan sopan.

“ Uhhh,,awas kau dolphin oppa..aku tidak akan memaafkanmu nanti. ” kata Lee sha sambil meminum teh yang ada di depannya.

Junsu pov

At funeral

“ Jagiyaa,,annyeong. ” kataku sambil menaruh bunga dimakam orang yang sangat aku cintai.

“ Bagaimana kabarmu hari ini?maafkan kekasihmu ini yang sudah lama tak menjengukmu. Sejujurnya sampai sekarang aku masih tidak bisa melepaskan kepergianmu, tetapi aku ingat akan pesan terakhirmu yang menyuruhku untuk meraih impianku walaupun kau tidak ada disisiku lagi. ” berat bagiku saat mengingat hari kepergian orang yang paling aku cintai.

Ya. Park Yoohwan dia adalah namjachinguku. Orang yang dapat memahami keadaanku secara tulus. Bukan seperti yeoja-yeoja lain yang hanya mengincar kekayaanku. Dia sungguh berbeda. Dia selalu ada disaat aku membutuhkan seseorang untuk bersandar disaat aku terpuruk. Dia selalu berkata bahwa hidup adalah bola yang menggelinding. Entah apa maksudnya aku tidak tahu. Tanpa terasa airmataku menetes. Buru-buru aku menghapusnya, aku telah berjanji bahwa aku tidak akan pernah menangis lagi.

“ Yoohwan aa,,aku pulang. Seperti janjiku padamu, aku akan kembali setelah mengejar mimpi-mimpiku. Dan kini semuanya telah menjadi kenyataan. Oh iya,,aku juga sudah tidak menangis lagi saat mengingatmu. ” candaku pada makam yang ada didepanku. Walaupun aku mengatakan hal itu dengan bibir yang bergetar.

“ Yoohwan aa,,apakah kau baik-baik saja disana? Apakah kau rindu padaku? Apakah kau ingat padaku? Ah tentu saja pasti kau sangat rindu padaku. Begitu juga aku. ” kataku pedih sambil menyeka airmata yang sudah mulai turun.

“ Aku berharap kita bisa berkumpul kembali seperti dulu. Semoga hari itu segera tiba. Jagiii,,sudah dulu ya. Aku harus pulang. Adikku telah menungguku. Kau tahu kan adikku seperti apa. Bisa-bisa aku dimarahi kalau membuatnya menungguku terlalu lama. ” kataku sambil mencium makam kekasihku tercinta.

“ Annyeong,,aku akan sering mengunjungimu jagiii.. Saranghae!!! ” aku pun beranjak menuju mobil yang sudah menungguku.

Sejenak mataku tertegun kepada orang yang baru saja berpapasan denganku. Entah mengapa aku merasa mengenal wajahnya. Dia berpakaian rapi layaknya seseorang yang ingin berkencan dengan pacarnya. Di tangan kanannya terdapat sebuket bunga lyly dan di tangan kirinya terdapat keranjang berisi botol whiskey. Aku mengamati orang itu tanpa mengalihkan pandanganku, sampai suara sopirku mengagetkanku.

“ Tuan muda anda sudah selesai? ” kata supirku yang kalau menurutku dia lebih cocok menjadi hyung ku.

“ Oh iya mari kita pulang changmin. ” kataku seraya menutup pintu mobil.

Author pov

Laki-laki yang tadi dilihat oleh junsu bersimpuh di depan makam Park Yoohwan, lelaki yang dicintai junsu. Setelah cukup lama mengamati makam tersebut akhirnya dia membersihkan makam itu sambil mengamati bunga lyly yang berada di makam itu.

“ Hehm,,siapa orang yang membawakanmu bunga? Sepertinya tidak ada yang mengunjungimu selain aku. Atau mungkin omma? Atau appa? Cihh mana mungkin mereka berdua peduli kepadamu yang sudah mati. Sewaktu kau masih hidup saja mereka tidak pernah mempedulikan kita. ” kata lelaki itu membuka kacamatanya dan menaruh bunga lyly yang dia bawa disebelah bunga lyly yang ada di makam tersebut.

“ Yoohwan aa,, kenapa kau meninggalkan hyungmu ini sendirian. Kau kan tahu tidak ada yang peduli kepada kita. Dan kenapa kau tega pergi meninggalkanku. Aku tahu kalau aku bukan hyung yang baik untukmu. Tapi bukan begini caranya. ” kata lelaki itu menatap nanar pada makam tersebut.

“ Geure,,sekarang kau harus menemaniku meminum whiskey ini. Aku membeli ini untuk kita berdua. ”

Junsu pov

Rumah ini… hehm sepertinya tidak ada yang berubah dari rumah ini. Masih saja seperti 4 tahun yang lalu. Aku sangat rindu akan kehangatan rumah ini dimana aku dapat berkumpul dengan keluargaku dan kekasihku. Kekasihku? Mungkin untuk hal yang satu ini tidak akan pernah kembali. Aku berjanji tidak akan pernah memberikan hatiku kepada siapun di dunia ini selain Park Yoohwan.

“ Oppaaaaaaaaaaaa ” kata Lee sha adik kesayanganku sambil berlari memelukku dengan erat sampai aku susah untuk bernapas.

“ Ah yaaa,,kau mau membunuh oppamu ini L?? ” kataku sambil melepaskan pelukannya.

“ Yaaa Kim Junsuuu kamu mau mati?kenapa kau membuatku menunggumu begitu lama? ” kata adikku dengan manja sambil menggandeng lenganku.

“ Yaaaa,,kau ini bukannya makin dewasa serta sopan tetapi malah makin kurang ajar! Aku ini oppamu. ” kataku sambil mencubit ujung hidungnya.

“ Iya oppaku sayangggg mianhe. ” kata Lee sha sambil memanyunkan bibirnya.

“ Oh iya bagaimana kabarmu selama ini? Lalu dimana appa dan omma? Mereka tidak dirumah?” tanyaku sambil duduk disofa.

“ Hehm mereka sedang melakukan perjalanan bisnis ke Sydney. Mungkin minggu depan baru kembali, aku tidak yakin. ” kata adikku sambil mengambil segelas orange juice untukku.

“ Oh begitu. Gomawo. ” rasanya segar setelah meneguk orange juice yang diberikan oleh adikku ini.

“ Oppa, apa kau sudah punya pacar baru? ” pertanyaan Lee sha membuatku hampir tersedak.

“ Mwooo?”

“ Junsu oppa aku tanya apakah oppa sudah punya pacar baru? Arraso? ” katanya sambil mendekatkan wajahnya di wajahku.

“ We??kenapa kau tiba-tiba bertanya begitu kepadaku? Jangan-jangan kau menyukai oppa kandungmu ini? Aku tahu kalau aku sangat tampan tapi tidakkah kau mengerti bahwa aku adalah oppamu? ” tanyaku serius padanya.

Tiba-tiba saja Lee sha menjitak kepalaku dengan keras.

“ Awww,, appaaayooo. ” kataku  nyengir menahan sakit.

“ Oppa neo micheoso? Aku masih waras oppa, mana mungkin aku menyukai kakak kandungku. Hanya,,,hany aa,,hanya..aa. ” kata Lee sha tak berani melanjutkan kata-katanya.

Aku meletakkan gelas yang sedari tadi ku pegang. Aku menatap matanya dalam berusaha menangkap maksud perkataanya. Lee sha menatapku sebentar kemudian memalingkan mukanya tidak berani menatapku lagi.

“ Weyoo?? ” katanya kepadaku.

“ Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu kepadaku? ”

“ Anni,,aku hanya,,hanya ingin tahu apakah oppa sudah melupakan kejadian itu atau masih merasa menyesal dengan kejadian itu. ” katanya sambil menunduk.

Aku menghela napas sambil menerawang langit-langit rumah ku. Sejenak berpikir tentang kejadian 4 tahun yang lalu.

 

Lee sha pov

“ Kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu kepadaku? ”

“ Anni,,aku hanya,,hanya ingin tahu apakah oppa sudah melupakan kejadian itu atau masih merasa menyesal dengan kejadian itu. ” kataku sambil menunduk.

Aku tidak berani menatap wajah junsu oppa. Aku tahu pasti pertanyaanku ini akan mengingatkannya disaat 4 tahun yang lalu. Dimana junsu oppa kehilangan kekasih tercintanya yaitu Park Yoohwan. Sejenak ku perhatikan raut wajah junsu oppa, terlihat dia melamun memandang langit-langit rumah. Tak tega aku melihat oppa ku tercinta ini terluka.

“ Oppa gwenchana?? Kau melamun? ” kataku memegang pundaknya.

“ Eh,, anni gwenchana. Aku belum punya pacar. Aku masih mencintai Yoohwan. Walau mungkin kita tidak akan pernah bersatu. ” katanya sambil menghela napas panjang.

“ Oppa don’t be like that. Oppa harus memiliki pacar untuk menggantikan posisi Yoohwan. Aku tidak ingin melihat oppa terus-terusan seperti ini. ” kata ku sambil merubah posisi dudukku menghadapnya.

“ Sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu di hari pertama aku sampai di Korea. Dan jangan membahas hal itu lagi, aku bahagia dengan keadaanku sekarang ini.” Kata oppa sambil membawaku kepelukannya.

Junsu pov

“ Sudahlah aku tidak ingin berdebat denganmu di hari pertama aku sampai di Korea. Dan jangan membahas hal itu lagi, aku bahagia dengan keadaanku sekarang ini.” Kataku sambil memeluknya.

“ Geunde bagaimana denganmu? Oh iya kemana cincin purity ring yang slalu kau bangga-banggakan? ” tanyaku sekenanya ketika melihat adikku sudah tidak memakainya lagi.

“ Eh,,cincin? Eh .. eh cincin itu…” katanya terbata-bata.

“ Ada apa? Apa kau sudah melakukannya? Dengan siapa? Pacar barumu itu? ” tanyaku dengan hati-hati kepada Lee sha takut menyinggung perasaannya, karena tiba-tiba saja dia terlihat murung.

“ Ne oppa. ”

“ Oh,,lalu kenapa kau bersedih? ” kataku kepadanya.

“ Oppa mianhee….” Tiba-tiba saja Lee sha menangis dan memelukku.

“ Weyoo??” kataku bingung sambil berusaha menenangkannya.

“ Oppa seharusnya aku tidak melakukannya dengan laki-laki brengsek itu. Aku sungguh menyesal oppa,,andai saja waktu dapat terulang hikss…hiksss…hiksss.” tangisnya pecah.

“ Memangnya ada apa L? Coba ceritakan kepada Oppa. Mungkin oppa bisa membantu.” Ada apa ini? Tidak biasanya anak ini menangis dengan sangat kencang.

“ Hikss..hiksss,,, aku menyerahkan semuanya kepada seorang namja yang sangat aku cintai, tapi ternyata..ternyata dia tidak mencintaiku bahkan malah menjadikanku barang taruhan dengan teman-temannya..” katanya sambil berusaha mengusap air matanya.

“ Mwoooo? Apa yang kau katakan L? Ulangi lagi? Siapa laki-laki brengsek yang berani melakukan ini kepadamu? Akan aku beri pelajaran dia.” Kataku dengan emosi yang meluap-luap.

Aku tidak terima adik kesayanganku dipermainkan oleh laki-laki biadab seperti itu.

“ Dia,,dia,,dia adalah Park Yoochun. Aku sangat mencintainya oppa, tapi .. tapi kenapa semuanya menjadi seperti ini.”aku tidak tega melihat airmata yang mengalir dari mata indah adikku ini.

“ Park Yoochun. Baiklah aku akan membuat perhitungan dengan dia. Akan ku buat dia menyesal telah menyakitimu.” Kata ku sambil memeluk Lee sha lebih erat.

“ Oppa andweee,,aku masih menyayanginya, aku tidak mau kau menyakitinya.”katanya dengan terisak.

“ Hehm okay, aku berjanji aku hanya akan memberinya sedikit pelajaran karena telah berani mempermainkanmu.” Kataku serasa mengelus puncak kepalanya.

“ Ne oppa,,tapiiii junsu oppa harus berjanji tidak akan melukainya.

“ Ne,, tuan putri.”

At junsu’s room

Hehm aku jadi penasaran dengan orang yang bernama Park Yoochun. Berani sekali dia mempermainkan adikku. Seperti apa orang itu? Aku berjanji akan membalasnya dua kali lipat dari apa yang telah dia lakukan kepada adikku.

“ Paman bisa tolong kau carikan informasi tentang namja yang bernama Park Yoochun. Aku ingin informasi selengkap-lengkapnya tentang namja itu. Sekarang juga.” Kataku kepada bawahanku.

“ Baik tuan muda.”

“ Changmin, siapkan mobil aku ingin mengunjungi I.D.S club. Sudah lama aku tidak mengunjunginya.” Kataku kepada sopir pribadiku.

“ Baik tuan akan segera saya siapkan.” Katanya sambil keluar dari kamarku.

Yoochun pov

“ Tuan,malam ini anda ada akan mendapat kunjungan dari pemilik saham baru dari I.D.S club. Pemilik yang baru ini akan datang nanti malam. Beliau baru saja pulang dari Inggris.” Kata bawahanku yang sedari tadi hanya meributkan masalah kunjungan pemilik saham baru dari I.D.S club.

“ Arra,,sedari pagi kau selalu menyebut masalah itu terus. Apa kau pikir aku tuli?” kataku sambil meletakkan gelas wine ku.

“ Maaf tuan, saya hanya…”

“ Sudahlah keluar dari ruanganku.”

Kenapa semua selalu seperti ini, berkutat dengan pekerjaan dan hal-hal bodoh yang menyita waktu. Tiba-tiba aku teringat dengan yeoja yang aku temui tadi pagi sehabis menjenguk makam Yoohwan. Bagaimana kalau aku mengajaknya berkencan, sepertinya dia lumayan juga. Segera aku mengambil HP untuk menghubunginya.

Junsu pov

Oh ternyata Park Yoochun adalah manajer I.D.S club. Club malam yang baru saja bergabung dengan Kim corps. Akan lebih mudah untukku membalaskan sakit hati Lee sha.

“ Tuan mobil sudah siap tuan, mau pergi sekarang?” tanya Changmin.

“ Ne, ayo kita pergi.” Kataku.

Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke I.D.S club hanya membutuhkan beberapa menit saja.

At I.D.S club

Suasananya sangat menarik. Pantas saja appa menyetujui investasi ke club ini. Interiornya pun sangat unik, tapi mengapa aku seperti mengenal suasana ini. Tapi dimana ya? Tanpa kusadari ada orang yang memanggil namaku.

“ Junsu ssi.” Kata seorang namja tampan dengan sopan sambil mendekatiku.

“ Bagaimana Junsu ssi? Apakah anda senang berkunjung ke I.D.S club kami?” kata namja itu sambil membawaku ke ruangan vip.

Hehm ternyata namja ini yang bernama Park Yoochun dapat ku ketahui karena aku telah melihat fotonya terlebih dahulu. Ternyata dia benar-benar namja tampan dengan sejuta pesona. Cara berbicara, bahasa tubuhnya serta senyumannya. Benar-benar membuat orang hilang kesadaran. Bibir tebalnya benar-benar sangat menggoda. Ingin rasanya mengecup bibir itu.

Eh? Apa-apan kau junsu, dia namja yang telah menyakiti adikmu Lee sha ingat itu. Hati kecilku memberontak. Tapi tunggu mengapa aku merasa kalau aku seperti familiar dengan wajah orang ini. Seperti mirip dengan seseorang yang sangat aku kenal. Tapi siapa ya?

“ Junsu ssi,,junsu ssi,,bagaimana? Anda melamun? Ah atau anda tidak suka dengan tempat ini.” Tanyanya sambil mengerutkan dahi.

“ Ne,,animnida.. aku sangat menyukai tempat ini. Suasananya sungguh sangat nyaman.

“ Syukurlah kalau anda suka, perkenalkan nama saya Park Yoochun. Saya adalah manajer dari club ini.” Katanya sembari mengulurkan tangan. Kusambut uluran tangan Yoochun. Entah mengapa darahku mengalir deras. Jantungku berdetak kencang saat kulit kami bersentuhan.

“ Aku sudah tahu, silahkan duduk. Sepertinya aku tidak perlu lagi memperkenalkan namaku kepadamu karena kamu telah mengetahuinya bukan? ” tanyaku kepadanya sambil memberikan senyum termanisku.

“ Eh,,nee… tentu junsu ssi.” Katanya terbata, sepertinya dia tersipu. Mukanya memerah, dan entah kenapa aku menyukainya.

Yoochun pov

Kenapa aku jadi salah tingkah seperti ini? Aku sudah lama tidak merasakan perasaan seperti ini. Kenapa jantungku berdetak sangat kencang, kenapa tiba-tiba aku merasakan panas pada kedua pipiku. Jangan-jangan aku sudah?? Ah Yoochun sadar kau tidak boleh menyukai siapapun. Semua orang di dunia ini sama, tidak ada yang benar-benar peduli padaku. Tapi pertama kali aku melihatnya dia amat sangat menggoda. Apa lagi bokong itu. Bokong itu sungguh menggoda, ingin rasanya meremas bokong itu.

“ Eh,,nee… tentu junsu ssi.” Kenapa aku jadi seperti orang bodoh.

“ Yoochun ssi, apa kau sudah menikah?” kata junsu sambil menenggak orange juice, eh? Orange juice? Apa aku tidak salah lihat?

“ Kenapa kau yoochun ssi? Kau terkejut? Lambungku lemah, jadi aku tidak minum alkohol. Apa itu mengganggumu? Oh iya apa kau sudah menikah?” tanyanya kepadaku sekali lagi.

Aku termenung mencerna kata-kata junsu sambil mengamati bibir mungil namja imut yang ada di depanku ini. Sekilas terlintas dibenakku untuk mencicipi manisnya bibir junsu. Tapi buru-buru kutepis pikiran itu.

“ Ne,,animnida..gwenchanseumnida junsu ssi.. yeoja mana yang mau menikah dengan orang sepertiku ini.” Kataku malu-malu sambil melirik bibir mungil itu sekali lagi. Aku hanya bisa menelan ludah melihat junsu memainkan sedotan yang sedang diemutnya itu. Ingin sekali rasanya aku menggantikan posisi sedotan yang sedang diemut oleh junsu.

“ Yoochun ssi, jangan terlalu formal berbicara denganku. Apa kau pikir aku ini lelaki berumur yang akan menerkam mu jika kau tidak berbicara dengan sopan? Panggil aku junsu dan aku akan memanggilmu yoochun, bagaimana?” tanya namja imut itu seraya mendekatkan wajahnya ke wajahku. Dapat kurasakan nafasnya menyapu wajahku. Ah betapa menggodanya namja imut ini.

“ Ne, junsu ss.. ah anni junsu.” Kataku sambil memundurkan badanku.

“ Na seperti itu, apa kau bilang tadi? Tidak ada yang mau denganmu? Yeoja didunia ini pasti sudah gila jika menolak lelaki tampan sepertimu?” kata junsu sambil menyandarkan kepalanya di sofa.

“ Ah anni, aku rasa aku hanya laki-laki jelek yang tidaa,,kkk hmmmpphhhh” belum sempat aku menyelesaikan perkataanku tiba-tiba saja junsu mencium bibirku. Hanya sebentar tapi cukup untuk membuatku mendesah.

“ Kalau yeoja sudah tidak mau denganmu lagi, aku mau kok menjadi namjachingumu.” Katanya sambil membelai pipiku.

Oh tuhan apa yang harus aku lakukan? Kenapa dia menciumku? Dan,,,dan kenapa aku merespon ciuman itu. Bahkan sampai aku berani mendesah di hadapannya. Yoochun paboooo. Apa yang harus aku lakukan.

“ Kau tersipu chunnie.” Dia tersenyum sambil mengangkat daguku sehingga dia bisa dengan jelas menatap mataku.

“ Chunnie aku suka melihatmu seperti ini. Tersipu, pipimu memerah. Sungguh sangat menarik. Aku suka semua yang ada padamu. Matamu, hidungmu, bibirmu, pipimu serta bau mu. Sungguh membuatku menginginkanmu.” Kata junsu sambil mencium anggota tubuhku yang disebutkannya satu per satu. Aku sungguh melayang dibuatnya.

“ Eh,,junsu jangan. Aku … aku….” kataku menahan desahan setiap kali junsu menyentuhku.

“ Kenapa Chunnie? Kau bilang bahwa kau belum menikah?” tanyanya kecewa.

“ Atau kau sudah punya pacar?” tanyanya seraya menjauh dariku. Sejujurnya aku tidak rela dia menjauhkan badannya dariku.

“ Anni,,genyang.. aku merasa tidak mungkin orang sepertimu menyukaiku yang,,ya,,yang homoseksual ini.” Tanyaku kepada junsu dengan rasa was-was.

“ Oh,,tenang saja Chunnie. Aku sama sepertimu kok, jadi jangan khawatir jagiii.” Kata junsu mulai melakukan aktivitasnya lagi, yaitu mulai menciumi leher dan tulang selangkaku. Dia melonggarkan dasi dan membuka beberapa kancing kemejaku.

“ Dan ahhh,,, naaaama ku yoochun Park Yoochun bkan chunnie.” Kataku menahan desahan akibat perlakuan namja imut yang bernama junsu ini.

“ Ah, itu panggilan sayangku kepadamu jagi. Maukan?” katanya menatap dalam ke mataku.

“ Ehmm,, baiklah.” Kataku pasrah.

Dengan wajah berseri-seri bak mentari, junsu menggenggam kedua tangan ku kemudian mengecupnya.

“ Jadi kita resmi berpacaran kan jagi?” tanyanya.

Aku tidak bisa menjawab, hanya bisa mengangguk tanda setuju.

“ Gomawo uri chunnnieeeeee.” Katanya sambil mengecup sekilas bibirku.

Aishhh kenapa denganmu Park Yoochun? Kenapa aku membatu? Kemana yoochun yang biasanya dengan mudah mendapatkan segalanya dari seorang yeoja, dan sekarang takluk dihadapan seorang namja sekali lagi NAMJA imut yang bernama JUNSU ini.

Junsu pov

Hufh,,ternyata gampang sekali  memperdaya Park Yoochun. Untung aku sudah belajar kepada changmin, walaupun dia terlihat bodoh tapi dia ahli dalam urusan merayu seseorang. Rencana awalku berhasil. Tunggu saja Park Yoochun akan ku buat kau merasakan sakit yang adikku rasakan. Aku ingin lihat, apa yang akan kamu lakukan di saat mengetahui bahwa aku hanya mempermainkanmu. Tapi entah kenapa ada sesuatu di dada ini yang membuatku enggan mempermainkannya? Apa? Apa? Aku menyukainya? Ah tidak mungkin. Cintaku satu hanya untuk Yoohwan seorang, dan sekarang cinta itu telah lenyap. Lenyap bersama kepergian Yoohwan.

“ Yoochun aa,,tunggu saja. Kau pasti akan membayar apa yang telah kau perbuat kepada adikku.” Kataku sambil memandang keluar jendela kamarku.

TBC

Mianhe kalau kurang menarik, author janji kalau di chapter berikutnya bakal di buat lebih menarik.

Bagi yang mau menghubungi author bisa langsung ke :

fb : http://www.facebook.com/callmedeassy

twitter :  https://twitter.com/#!/callmedsy

Gomawo

 


About these ads

7 thoughts on “Revenge Or Love? CHAP 1

  1. via berkata:

    author ceritax keren bgt jd penasaran ma junsu doi beneran nga ya pengen mempermainkan yoochun doank atw bakalan jatuh cinta beneran.

  2. nadyachunsa berkata:

    thor ceritanya baguss , seneng banget bisa nemu ff yoochun jd uke eukyangkyaang! 😂
    lanjut dong min chap 5 nyaaa mana thor :’(
    penasaran bgt sama ceritanya , lanjut yaa thorr hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s