SHE


TITLE : SHE

AUTHOR : KIREI IZUMI (HWANGRI CHOI)

RATE : PGNC17

GENRE : ROMANCE , FAMILY

MAIN CAST :

-          SHIM CHANGMIN

-          HWANGRI CHOI

-          LEE ISSEUL

-          MICKY YOOCHUN PARK

-          KIM JUNSU

Aku persembahkan  buat Lee Isseul eonnie, kami adalah keluarga bahagia loohhh,,, kan sama sama istri Changmin. Hahahahahah

Ini LAST FANFICTION ku sebelum hiatus 6 bulan lamanya untuk UN dan SNMPTN. Nanti setelah selesai aku akn balik lagi dengan FIVE IN THE BLACK saga nya^^v

Wait me ya^^… ohh mian kalo banyak typo n ga puas. Coz aku bikinnya hanya beberapa jam saja. Mian kalo feelnya ga kena.

Doakan aku agar semuanya lancar, katika aku kembali aku sudah jadi MAHASISWA. Heehehehehe

Enjoy with my fanfic~~~

——————————————-

-isseul pov-

“eomma, aku mau sereal dengan susu cokelat, jebal,,,,” pinta Yongjun anak laki lakiku.

“hyeong! Aku juga mauu~ eomma~ mau!” teriak Hwangmin dari pekarangan rumah kami. Hwangmin adalah anak laki laki Hwangri, Yongjun berumur 8 tahun sedangkan Hwangmin baru berumur 3 tahun.

“arsseo, kemana Hwangri eomma?” aku menanyakan Hwangri.

“Hwangri eomma sedang mengerjakan sesuatu di depan. Hwangri eomma terlihat sibuk sekali” ujar Yongjun. Yong jun duduk sambil menungguku membuatkan sereal untuk duo jagoan Changmin, suamiku dan Hwangri.

Changmin mencintai kami, dan kami mencintai Changmin, kami sangat dekat dan rela berbagi.

“eomma, kapan kita mengadakan piknik?” tanya Yongjun. Aku berhenti memindahkan sereal dari toples dan berfikir sebentar.

“hmmm,, tanyakan saja pada Appa. Bilang kalau kau punya usul” kataku sambil memberikan Yongjun 2 mangkuk sereal.

“kamsahamnida Eomma” Yongjun menerima 2 mangkuk sereal. Dan aku hanya mengangguk menanggapinya. Yongjun berjalan menjauhiku.

“Hwangmin~a jangan main tanah! Ayo cuci tanganmu sebelum makan!” aku memperhatikan Yongjun yang sangat perhatian pada Hwangmin. Aku sangat bersyukur.

“Isseul eonnie, gomawoyo sudah membuatkan sereal. Tadi aku sangat sibuk dan tidak bisa di tinggal. Aku akan pergi ke prancis besok untuk melaksanakan kerja sama perusahaan kita dengan Micky Park  disana” katanya.

Mendengar nama Micky, aku langsung ingat sesuatu.

Dulu, Changmin pernah sangat cemburu dengan lelaki berdarah amerika-korea itu. Karna Hwangri sangat dekat dengannya, Changmin sangat takut kalau Hwangri terpikat dengan mata biru menawan Micky, belum lagi bibir menggodanya, dan sexynya Micky.

Aku yakin Hwangri bukan wanita yang rela meninggalakn suaminya demi Micky sekalipun. Tapi Changmin tetap saja takut.

Ketika aku dekat dengan Jaejoong pun, Changmin cemburu, dan Hwangri yang melaporkannya padaku. Dan aku juga berarti harus memberi tahu Hwangri.

“Hwangri~ya,, kau sudah bilang pada Changmin kalau partnermu adalah Micky?” tanyaku. Hwangri mengangguk.

“ne, tapi soal Mickynya tidak bilang. Kupikir tidak penting”

“kau yakin?” tanyaku. Hwangri mengangguk lagi.

“eonnie, Changmin oppa,,,” Hwangri tidak melanjutkan kata katanya karna mungkin pipinya sudah sangat panas. Ia malu.

“waeyo?” tanyaku mengerti apa yang ia risaukan.

“kau tahulah eonnie, keundae, aku mau berangkat besok pagi. Aku tak mungkin melayani sendirian. Aku harus segar. Karna ketika sampai, aku langsung ada meeting”

Wajahku memerah cemburu, aku selalu cemburu pada Hwangri seumur hidupku jika Hwangri masih jadi istri Changmin, tpi aku tetap menyayanginya. Aku masih bisa menahan rasa cemburuku.

Aku menarik napas walaupun kami sudah sangat bahagia tapi tetap saja sebagai wanita aku tetap kadang merasa cemburu. Apa aku salah?

“mianhamnida eonnie~ya” ujar Hwangri. Aku menggeleng.

“arasseo,,,” aku tersenyum. Hwangri membalas senyumku.

“jeongmal gomapta eonnie” katanya dan memelukku singkat.

“eommaaaaaaaaaaa” teriak Hwangmin. Hwangri cepat cepat menghampiri anaknya dan aku ikut di belakangnya.

“waeyo adeul?” tanya Hwangri. Hwangmin mengembungkan pipinya lucu. Hidung Hwangmin yang persis Changmin pun agak terhimpit pipinya. Hwangri tertawa dan menggendong Hwangmin.

“kenapa kau manja sekali seperti appamu ha? Hahahahhahahahah,,,,, ya ampun Hwangmin,,, waeyo?” tanya Hwangri lembut sambil menciumi pipi Hwangmin.

“eomma eodiesseoyo?” tanya Hwangmin.

Hwangri menarik napas dan berpikir sejenak.

“eomma kerja dulu dan tidak akan menemani Hwangmin makan malam besok. Eomma harap Hwangmin mengerti karna eomma kan bekerja untuk Hwangmin juga” Hwangri memberikan alasan dewasa terhadap Hwangmin.

Hwangmin menatap eommanya sendu, bibir Changmin yang ada padanya pun mulai melengkung kebawah dan mulai terisak.

“sssstttt,,,, Hwangminie,,, kau harus kuat! Nanti juga Eomma pulang lagi kan?” ujar Yongjun menenangkan Hwangmin. Yongjun menepuk paha Hwangmin pelan. melihat hal ini aku sangat bersyukur. Pasti Changmin juga begitu.

Hwangri mengangguk membenarkan perkataan Yongjun.

“hyeongmu juga sudah ngerti Hwangminie sayang,,,,” Hwangri berusaha meredamkan tangisan Hwangmin. Hwangmin menangis terus menerus dan makin kencang. Padahal ini rasanya sudah ke 5 kali Hwangri pergi meninggalkan Hwangmin.

Aku pergi ke kamar Yongjun sebentar untuk menemaninya tidur siang, Hwangmin belum juga berhenti menangis.

_Changmin POV_

Perasaanku benar benar tidak enak. Kenapa? Aku tidak tahu. Ketika jam makan siang aku pulang ke rumah.

Ketika sampai di rumah, Isseul membukakan pintu untukku.

“annyeong” sapanya. Aku tersenyum dan mencium bibirnya singkat.

“Yongjun sudah tidur? Hwangminie?” tanyaku.

“Yongjun sudah tidur. Keundae, Hwangmin sedang menangis” jawab Isseul.

“he? Wae?” tanyaku.

“Hwangmin tidak mau di tinggal pergi” jawabnya. Aku menghela napas berat.

“geurom, aku tidak makan siang”

“kau sudah makan?”

“ajik”

“ya!”

“Chagiya,,, tolong siapkan aku air panas ya? Jebal,,, aku mau lihat Hwangmin dulu”

Isseul mengangguk mengerti.

Aku memberikan tas dan jasku pada isseul dan berjalan menghampiri Hwangri yang sedang menggendong Hwangmin.

Hwangmin menangi sangat kencang sekali.

Apa perasaanku tak enak gara gara Hwangmin? Molla,,,,

“sayang,,, wae?” tanyaku sambil mencium kening Hwangri dan Hwangmin bergantian.

“appa,,, aku tidak mau Eomma pergi!! Huweeeeeeeeeee” T,T Hwangminnie,,, jagoanku yang satu ini menangis kencang.

“ssssttt,,, sayang sudah ya? Kan Eomma nanti pulang lagi” ujar Hwangri menenangkan Hwangmin.

“ne,,,, Eomma benar sayang,,,” aku mengusap kepala Hwangmin dengan penuh kasih sayang.

“tuh apa kata Appa…”

“ja! Appa gendong!” aku menarik Hwangmin dari gendongan Hwangri. Hwangmin makin memeluk Hwangri kencang.

“waeyo sayang?” tanyaku. Tidak biasanya Hwangmin tidak mau digendong begini.

“aku takut Eomma tidak kembali lagi,,, huweeeeeee” teriak Hwangmin dengan tangisannya.

Deg,,,

Apa? Hwangri tidak akan kembali lagi?

Aku menatap wajah Hwangri yang classic dan sangat manis. Rambut caramel panjangnya terselip di belakang telinganya,,, sangat anggun walaupun ia pekerja keras.

Aku sangat amat mencintainya. Aku takut kehilangnnya juga. Apa lagi kata sekertarisnya proyeknya kali ini akan berurusan dengan Micky Park. Tiba tiba aku merasa sangat cemburu, dan takut kehilangannya seperti yang dikatakan jagoanku,,,

Aku hanya diam sedangkan Hwangri menimang Hwangmin yang mulai tenang.

“kau mau bekerja dengan Micky park, sayang?” tanyaku.

Hwangri memejamkan matanya sebentar.

“geurom sayang, bicarakan nanti saja. Aku mau menidurkan Hwangmin setelah itu menemuimu tentu setelah kau mandi” katanya beranjak pergi. Ia menaiki tangga sempat kulihat underwear hitamnya di balik rok kerjanya yang bewarna ungu yang sangat menggoda imanku.

Aku menghampiri Isseul di kamar kami.

“mau mandi siang bersama?” tanyaku. Aku memeluk Isseul dari belakang.

“aku sudah mandi” katanya.

Melepas semua pakaiannya dan pakaianku.

Aku mencium bibirnya panas. Aku sangat mencintai wanita cantik dengan kulit putih susu dan mulus ini.

Wajahnya yang sempurna, bibirnya yang selalu merah alami tanpa make up apapun, ia sudah sangat cantik sempurna.

Aku ‘memujanya’ dari awal kami bertemu.

Tapi aku ‘mencintai’ Hwangri sejak kami bertemu juga.

Dan aku mendapatkan keduanya dengan sangat mudah. Karna itu, aku sangat amat mensyukurin ya sekaligus takut, sangat takut salah satu atau keduanya dari mereka meninggalkanku.

Aku meremas dadanya yang masih saja kencang walaupun hampir 10 tahun kami menikah, dan sudah punya Yongjun.

Isseul mendesah indah ketika tanganku bermain makin menjadi di dadanya.

Ting,,,ting,,

Suara pesan masuk di saku jasku di lantai.

Aku menidurkan istriku dan membuka pesan,

From : My Heart Hwangri

Sayang, aku pulang ke rumah, aku titip Hwangmin di rumah. Jangan lupa ya bilang pada Isseul eonnie kalau aku titip Hwangmin sebentar. Nanti aku kembali lagi. I’ll always love you, honey.

Aku tersenyum, special Hwangri adalah ketika Isseul bilang ‘I do love you, baby’ padaku, tapi hwangri bilang akan selalu mencintaiku.

Aku pikir artinya adalah ia tidak akan putus mencintaiku, selalu, cintanya yang paling abadi.

Aku berbalik melihat Isseul yang sudah menutupi badannya dengan selimut.

“ja! Dilanjutkan” aku terkekeh melihat wajahnya mengerut aneh.

“nugu?”

Aku tahu Isseul yang paling sering cemburu kepada siapapun, termasuk Hwangri.

“Hwangri, ia titip Hwangmin sebentar” ujarku singkat, tak sabar ingin melanjutkan pekerjaanku yang tertunda.

_________________________

_Hwangri POV_

Aku masuk rumahku dan merasa pusing sekali.

Pusing kali ini seperti ketika aku hamil Hwangmin. Apa aku hamil lagi? Aku beranjak mengambil kotak p3k.

Siapa tahu aku menemukan testpack disana.

Ya! Dapat,,,

Aku mengeceknya, dan aku membekap mulutku sedih sekaligus bahagia.

POSSITIVE???

Kapan aku hamil? Sudah berapa lama Changmin kecil ada di perutku,,,

Dadaku tiba tiba sesak, apa aku harus membatalkan pengkhianatanku?

Ya, pengkhianatanku, mumpung  umur pernikahanku dengan Changmin baru genap 4 tahun. Baru sebentar, ku pikir, aku adalah benalu walaupin Isseul eonnie tidak pernah mengatakannya langsung, malah ia menyayangiku mengkin. Tapi tetap saja aku sudah beberapa kali memergokinya cemburu.

Aku memang tidak punya sedikit saja di sudut hatiku untuk mencemburui Isseul eonnie karena sepenuhnya hatiku hanya untuk mencintai Changmin, Hwangmin, Isseul eonnie dan juga Yongjun.

Aku sengaja sering bekerja hanya untuk mengurangi frekuensi malam2 milik Isseul eonnie yang hilang, mengerti kan maksudku? Malam dimana Changmin akan dengan senang hati membuatku melayang sampai paginya.

Aku bukan orang pekerja keras yang dibanggakan Changmin kan? Heheheh,,,

Apa yang harus kulakukan sekarang?

Mustahil menggugurkan janin yang jauh lebih berharga dari hidupku ini.

Aku segera keluar dan mengendarai mobilku ke rumah sakit.

Aku langsung konsultasi pada dokter Kim Junsu, sunbaeku dulu di SMA.

“oppa, otthae?” tanyaku harap harap cemas.

“baik sekali Hwangri~ya, tidak ada barang secuilpun yang perlu kau takutkan. Tapi bagaimanapun, kau tidak boleh lelah, jngan emlakukan ‘itu’ dulu dengan Changmin, sekalipun ia memaksa” canda Junsu oppa.

“mwo? Hahahahahha” aku terbahak bahak.

Junsu oppa tersenyum melihatku.

Setelah itu aku pamit.

Aku menelepon Micky.

“oppa, eodisseoyo?” tanyaku.

“aku ada di kantor, kenapa?” tanyanya.

“aku ingin bertemu oppa bisakah?”

“tentu manis,,”

Aku menunggu Micky oppa di Red café. Ia datang 15 menit setelah aku datang.

“ada apa? Jangan lupa kalau kita berangkat besok sayang” uajarnya.

Aku mengangguk.

“untuk itu aku tidak akan lupa. Keundae,,”

“mau membatalkan?”

“aku,, hamil”

Micky oppa menghembuskan napasnya berat. Ia mengusap kasar wajah tampannya.

“bisa apa aku?” katanya putus asa.

“oppa, terimakasih. Aku tidak mungkin meninggalkan Changmin dan berbohong kalau aku sudah tidak mencintainya apa lagi menutupi calon anaknya yang ada di perutku. Ini mustahil”

“bgaimanapun kau harus ingat Isseul”

Deg,,

Aku tahu, tapi mau bagaimana???

“okay, pikirkan cara lain Micky Park”

_______________________

15 years later,,,

“eomma sayang,,, Yoori sangat mirip dengan appa”

Aku menahan tangisku.

Jagoanku bilang begitu,,,

Setelah 15 tahun berlalu. Ketika adiknya yang berumur 14 tahun lebih terbujur kaku karna penyakit kanker hati.

Wajah cantik sempurna anak gadisku  Yoori Park bukan milikku atau Micky. Tapi milik ayah aslinya Shim Changmin.

Aku berhasil membohongi Changmin waktu itu dan mengatakan kalau anak yang ku kandung adalah anak Micky oppa.

Ia terihat sangat sakit waktu itu, sama sepertiku. Tapi pikiran bodohku bilang kalau ini yang terbaik.

Lagi pula, aku yang meminta pada Micky oppa, dan di luar dugaan ia memang mencintaiku dan bersedia menikahi ku.

15 tahun menikah dengan Micky oppa, kami tdak juga dikaruniai anak. Aku tidak tahu kenapa, padahal aku dan Micky oppa sama sama sehat.

Micky oppa sudah sangat bersyukur memiliki  Hwangmin dan Yoori.

Yoori bilang ‘aku sangat sayang Appa lebih dari apapun, Appa, tentu saja aku kan anak Appa. Tapi kenapa aku tidak mirip dengannya? Padahal aku akan sangat bangga jika bisa bilang kalau aku ini mirip Appaku jika memang begitu kenyataannya’

Aku menangis di pelukan micky oppa.

Aku sangat bodoh.

“apa kita harus member tahu Changmin sayang?” katanya lembut.

“Aku akan menemui Appa ke Korea” ujar Hwangmin.

Aku hanya mengannguk.

SHIM CHANGMIN JEBAL,,,, MIANHAMNIDA HONEY,,,,

#I’LL ALWAYS LOVE YOU, HONEY#

Waktu membuat wajah sempurna Changmin terlihat sedikit keriput, tapi semua itu tak lantas membuatku tidak mencintainya.

Aku masih sangat dan akan selalu mencintai pria yang sedang menatap kaku dan sakit tubuh anak gadis aku dan Changmin yang sudah terbujur kaku.

Aku tak perlu member tahunya kalau itu anak siapa. Karna wajah cantiknya sudah emnjawab dengan sendirinya.

Changmin  mungkin melihat diri mudanya versi wanita.

Air mata Changmin turun membasahi pipinya.

“anak gadisku?” gumamnya bergetar, kemudiian ia tersenyum pedih dan memeluk anaknya.

“ini Appa nak,,, bisakah kau melihat kalau kau sangat mirip dengan Appa, sayang?”  ujanr Changmin.

Tagis Hwangmin pecah,,, ia terduduk. Aku sudah merasa kalau dunia ini berputar kencang. Aku bahkan terlalu sedih,,, aku menangis sekencang kencangnya.

Micky melepaskan pelukannya.

Aku menetapnya, kemudian berjalan dan berlutut di hadapan Changmin.

“mianhamnida Shim Changmin”

Changmin oppa tak mempedulikan apa yang aku katakan.

Ia hanya terus memandangi wajah anaknya yang tak pernah ia ketahui ketika hidupnya.

-Changmin’s pov-

Setelah semua kebodohan yang Hwangri lakukan padaku tak lantas membuat aku membencinya dan berhenti menciantainya. Waktu dulu, aku yakin Hwangri tak mungkin mengkhianatiku.

Dan aku masih tak emngerti semuanya, mulai dari ia hamil, perceraian, sampai 15 tahun kami tidak bertemu.

Kini ia berlutut di kakiku meminta maaf.

Aku hanya butuh penjelasan. Bukan permohonan maaf.

Tapi di banding mengatakan itu, aku lebih memilih masih memelut darah dagingku yang telah berbujur kaku.

Bagaimana bisa gadis cantik ini anakku? Bahkan ia jauh lebih mirip denganku di banding anak anakku yang lain.

Aku mencium kening anakku penuh sayang,,,

“Appa sangat menyayangimu”

Anakku dimakamkan sore hari. Banyak teman temannya datang dan tetangga juga rekan bisnis Micky.

Semua pulang dengan isak tangis. Tinggal aku dan Hwangri, orang tua biologisnya.

“mianhamnida” ia memulai pembicaraan.

“mwo? Aniya,,, anakmu bukan meninggal karnamu” ujarku.

Hwangri masih menangis, aku tahu ada beban berat di pikirannya.

“aku mungkin benalu rumah tangga kalian. Aku tahu aku bodoh, tapi kupikir dari pada suatu saat terjadi pertengkaran besar lebih baik aku mengundurkan diri. I’ll always love you. Aku sungguh sungguh, makanya aku meninggalkan oppa,,”

Aku memeluk wanita pekerja keras dan bodoh ini.

“sudahlah,, semua sudah berlalu. And I’ll always love you to my lovely Hwangri”

Aku memberanikan diri emncium keningnya.

Ia menangis makin kencang dan memelukku.

Setelah itu, kami pamit pada anak gadis kami, dan berjalan masing masing melanjutkan hidup dengan mengabadikan cinta kami hanya dihati. Berharap jika ada kehidupan selanjutnya kami bisa saling memiliki untuk kedua kalinya.

END’

Kamsahaminida~

About these ads

8 comments on “SHE

  1. hyaaaa~ apa”in nih ff sedih bgni??
    aduh kasian bgt minnie, pdhl klo hwangri gk mikir kebaikan gtu pst mrka msh bs sma” deh,,
    thor, storynya menyayat hati. daebak! :)

  2. Demi apa kenapa aku GK NGERTI sama sekali maksud ni ff T__T
    mungkin bagus sih critanya tapi alur nya kurang jelas thor *mian
    kurang dapet bgt feel nya :’( mian ya thor u,u ~ini cuman pendapat ku u,u

  3. jadi yoori y meninggal,,,, n akhir y hwangri ninggalin changmin n ngaku klo hamil anak yoochun…..
    pas cerita 15 tahun kemudian,,,, ada yg sedikit kurang menurut q isseul y kok ngak d singgung2 sih??? dia y k mana????
    n knp paska hwangri mau ninggalin changmin ngak d jelasin n hwangri bawa hwangmin n nikah ma yoochun???? n menurut q kurang lengkap ja kan yg d permasalahin sebelum y kan masalah cemburu y isseul n hwangri merasa gmn gt,,,jd pas d ending isseul y ngak d sangkut pautin jd berasa gmn gt………
    tapi.secara keseluruhan q suka sama jalan cerita y……..
    ini pendapat q yg awam ini setelah.baca ff ini,,,, q ngeluarin pa yg q rasain n yg q pikirin setelah.baca ff ini,,,,, jgn marah ya!!!!!!!!!:-):-)

    • Okay,,, aku terlalu bru2. Kan si Hwangri ninggalin Changmin gra2 tahu kalo si Isseul msh suka cmburuan, padahal si Hwangri kaga pernah. Knp isseul ga d singgung lg? Karena, stlh Hwangri menikah dg Micky, mereka tnggal d luar negri. Sdangkan Changmin d korea.

  4. waduh cerita’a gimana yaa agak binggung juga. ntu c hwangri sbnr’a bkn istri changmin yaa?? kuq bs punya anak 2 lagi. KYYAAAAAAAAAAAAA!!!!!!! omg melakukan hubungan trlarang T_T

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s